Sukses

Lifestyle

Selain Puasa, Ini 7 Amalan Sunnah di Bulan Ramadan yang Datangkan Banyak Pahala

Fimela.com, Jakarta Bulan Ramadan merupakan bulan suci yang penuh  ampunan. Karena itu, banyak umat muslim yang berlomba-lomba berbuat kebaikan untuk mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Termasuk salah satunya dengan melakukan amalan-amalan sunnah di bulan Ramadan.

Sebab, barang siapa yang memperbanyak ibadah di bulan Ramadan, maka dosa-dosanya akan diampuni oleh Allah SWT. Hal ini seperti dalam hadits riwayat HR Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda: 

 مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إيْمَا نًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ 

Artinya, "Barangsiapa beribadah (menghidupkan) bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR Bukhari dan Muslim)".

 Berikut ini 7 amalan yang bisa dilakukan di bulan Ramadan, seperti yang dirangkum dari berbagai sumber.

 Amalan-amalan sunnah di bulan Ramadan 

1. Sahur

Makan sahur sangat dianjurkan ketika melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadan. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW:

 

 تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً 

 Artinya, “Bersantap sahurlah kalian, karena dalam sahur itu ada keberkahan” (HR. Bukhari).  Aktivitas sahur sendiri tercapai dengan menyantap sesuatu walaupun hanya sedikit atau hanya seteguk air. 

Selain itu, dari Abi Said Al-Khudri radhiyallahuanhu  Rasulullah SAW bersabda, "Sahur itu barakah, maka janganlah kalian tinggalkan meski hanya dengan seteguk air. Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang sahur" (HR. Ahmad).

 

2. Menyegerakan berbuka puasa

Umat muslim dianjurkan berbuka puasa terlebih dahulu sebelum salat magrib. Adapun sunnahnya dilakukan dengan kurma, jika tidak ada hendaknya dengan air. Seperti dalam hadits HR. Abu Dawud, Rasulullah SAW bersabda:

 

ذَا كَانَ أَحَدُكُمْ صَائِمًا، فَلْيُفْطِرْ عَلَى التَّمْرِ، فَإِنْ لَمْ يَجِدِ التَّمْرَ، فَعَلَى الْمَاءِ فَإِنَّ الْمَاءَ طَهُورٌ 

Artinya, “Jika salah seorang berpuasa, hendaknya ia berbuka dengan kurma. Jika tidak ada kurma, maka dengan air. Sebab, air itu menyucikan” (HR Abu Dawud).  

 3. Melaksanakan salat tarawih

Selain ibadah puasa, salah satu yang spesial di bulan Ramadan adalah salat tarawih. Salat tarawih memiliki banyak keutamaan, sebagaimana disebutkan dalam hadits: Dari Abu Hurairah ra, bahawa Rasulullah bersabda:

 

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ 

“Barangsiapa ibadah (tarawih) di bulan Ramadhan seraya beriman dan ikhlas, maka diampuni baginya dosa yang telah lampau” (HR al-Bukhari, Muslim, dan lainnya).

 

4. Mengkhatamkan Al-Quran

Amalan lainnya yang dapat dilakukan selama bulan Ramadan adalah tadarus al-quran dan mengkhatamkannya. Keutamaan mengkhatamkan Al-Quran ialah para malaikat akan memohonkan ampun untuknya. Setiap muslim yang senantiasa membaca kitab suci ini hingga mengkhatamkannya, maka 60 ribu malaikat akan memohonkan ampun untuknya.

Hal ini sebagaimana dalam salah satu hadits berikut ini, artinya: "Ketika seorang hamba mengkhatamkan Al-Qur'an, maka di penghujung khatamnya, sebanyak 60 ribu malaikat akan memohonkan ampun untuknya" (HR. ad-Dailami).

5. Memperbanyak sedekah

Memperbanyak sedekah di bulan ramadan sangat dianjurkan. Hal ini sebagaimana dalam hadits riwayat Anas, Rasulullah SAW bersabda: “Dari Anas dikatakan, ‘Wahai Rasulullah, sedekah apa yang nilainya paling utama?’ Rasul menjawab, Sedekah di bulan Ramadhan"(HR At-Tirmidzi).

Bagi yang bersedekah di bulan ramadan, maka akan dicatat pahala seperti orang yang berpuasa. Sebagaimana dalam sabda Rasulullah SAW:

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا، كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ، إِلَّا أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْءٌ 

Artinya, “Siapa saja yang memberi makanan berbuka kepada seorang yang berpuasa, maka dicatat baginya pahala seperti orang puasa itu, tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa tersebut” (HR Ahmad).   

 6. Menjaga lisan

Tidak hanya menahan lapar, haus, dan hawa nafsu, menahan lisan dari perkara-perkara yang tak berguna, apalagi perkara haram, seperti berbohong dan mengumpat saat penting ketika berpuasa.  Sebab, semuanya akan menggugurkan pahala puasa.

7. Memperbanyak i'tikaf 

I'tikaf merupakan ibadah yang diperintahkan oleh Rasulullah SAW dan bahkan beliau sendiri yang selalu melakukannya di bulan Ramadan.

Dalam hadist riwayat Ibnu Umar, Anas, dan Aisyah radhiyallahu 'anha berkata bahwa "Nabi shallallahu alaihi wa sallam biasa beritikaf di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadan sejak beliau tiba di Madinah sampai beliau wafat."

Umumnya, i'tikaf sebaiknya dilakukan sebulan penuh. Namun jika tidak, sepuluh malam terakhir lebih diutamakan.

Penulis: Hilda Irach

#Elevate Women

Loading
Artikel Selanjutnya
Tips Makeup Tahan Lama dan Anti Nempel di Masker untuk Lebaran
Artikel Selanjutnya
5 Cara Mengolah Sisa Makanan Lebaran jadi Masakan Lezat