Sukses

Lifestyle

Cara Membuat Aktivitas Tatap Muka di Sekolah lebih Aman Dilakukan di Tengah Pandemi COVID-19

Fimela.com, Jakarta Ada wacana aktivitas tatap muka di sekolah akan segera dilaksanakan kembali, walaupun pandemi COVID-19 belum juga berakhir. Pertanyaannya adalah bagaimana membuat semua orang tetap sehat dan aman?

Laporan baru dari Johns Hopkins Center for Health Security di Bloomberg School of Public Health meminta agar sekolah segera berinvestasi dalam cara meningkatkan ventilasi gedung untuk mengurangi penyebaran COVID-19. Cara ini juga dipandang dapat meningkatkan kinerja siswa secara keseluruhan.

Karena masih belum ada pedoman yang jelas tentang vaksin COVID-19 untuk anak-anak, maka sekolah masih harus sangat bergantung pada langkah-langkah pencegahan untuk mengekang penyebaran virus. Beberapa kelompok seperti CDC telah mendesak berbagai sekolah untuk meningkatkan ventilasi hampir sepanjang tahun ini, memberitahu pihak sekolah untuk membuka jendela dan pintu untuk meningkatkan pengiriman udara bersih, seperti dilansir dari huffpost.com.

 

 

Membuka jendela di sekolah dianggap belum cukup

Sekolah-sekolah di distrik besar, seperti New York CIty telah mematuhi aturan ini, walaupun para siswa dan gurunya harus menggigil dan mengenakan pakaian berlapis untuk melindungi diri mereka dari hawa dingin. Sekolah juga disarankan untuk menempatkan unit penyaringan udara HEPA di ruang kelas dan ruang umum yang ditempati, bahkan jika saat ini sekolah tersebut sudah memenuhi standar bangunan yang ditentukan.

Filter udara dapat memberikan perlindungan tambahan terhadap penularan COVID-19. Membuka jendela memang dapat membantu, tapi itu tidak cukup.

Pembersihan rutin permukaan dengan sentuhan tinggi masih direkomendasikan oleh CDC. Dan tentu saja, meningkatkan aliran udara di ruang kelas tidak berarti bahwa siswa akan bisa berhenti menggunakan masker saat berada di sekolah, karena protokol kesehatan masih harus tetap diterapkan.

Protokol kesehatan lainnya tetap harus diterapkan di sekolah

CDC telah mengatakan bahwa masker harus dipakai setidaknya selama tahun ajaran ini, meskipun belum jelas apa yang akan terjadi di tahun depan. Mencuci tangan dan menjaga jarak sosial juga cenderung tetap menjadi tindakan pencegahan yang sangat penting.

Tapi manfaat potensial dari peningkatan ventilasi di ruang kelas lebih dari sekedar menjaga tingkat penularan tetap rendah saat aktivitas tatap muka di sekolah mendatang. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa peningkatan ventilasi dapat meningkatkan kinerja siswa di mana saja dari 2% hingga lebih dari 15%.

Bahkan sebelum pandemi COVID-19, kualitas udara dalam ruangan menjadi masalah di sekolah-sekolah. Udara yang tidak sehat dan tidak berventilasi baik memiliki efek yang merugikan pada pembelajaran siswa.

#Elevate Women

Loading
Artikel Selanjutnya
5 Produk Wajib Dibawa Saat Liburan Musim Panas di Masa Pandemi
Artikel Selanjutnya
Melihat Perkembangan Industri Kosmetik di Indonesia Pasca Covid-19