Sukses

Lifestyle

7 Tempat dan Waktu Terbaik untuk Bertelanjang Kaki Demi Kesehatan

Fimela.com, Jakarta Bersepatu atau memakai alas kaki adalah cara terbaik untuk melindungi kaki dari sengatan panas dan dingin yang menerpa kulit. Memakai sepatu juga menjadi salah satu bentuk kesopanan seseorang saat berada di tempat dan acara tertentu. Kantor, misalnya. Namun, tahukah kamu? Memakai alas kaki di mana pun kamu berada ternyata bisa memberikan dampak negatif bagi kesehatanmu.

Nyeker alias nggak pakai alas kaki ternyata lebih banyak memberi efek kesehatan yang baik bagi tubuhmu. Ribuan titik saraf pada kaki yang memiliki sambungan ke organ tubuh yang lain rupanya lebih bekerja jika dibebaskan dari balutan alas kaki. Berikut 7 tempat dan waktu terbaik yang sebaiknya kamu harus menanggalkan sepatumu saat itu juga. 

Di rumah. Kalau kamu sering memakai sandal di rumah, jangan lagi! Kakimu memiliki sekitar 72 ribu ujung saraf. Namun, ujung saraf akan mati ketika kamu memakai alas kaki terlalu lama. Melepas sepatu membiarkan kakimu berhubungan dengan lantai. Koneksi ini sangat penting untuk postur tubuh, keseimbangan, dan keselarasan. Jika lantai rumah dingin, cukup pakai kaus kaki.

Di rumah. (Via: bestfootoc.com)

Di kantor. Kalau perusahaan tempatmu bekerja nggak melarang karyawannya untuk melepaskan alas kaki saat bekerja, nggak ada salahnya kamu melepas sepatu. Studi menunjukkan bahwa melepas sepatu di tempat kerja membuatmu jadi lebih santai dan dapat meningkatkan produktivitasmu. Bertelanjang kaki juga bisa salah satu penyeimbang dalam mengatasi postur duduk yang buruk saat di kantor.

Di kantor. (Via: easyoffices.com)

Di taman. Saat kamu berada di taman berumput, cobalah untuk lepas alas kakimu. Berjalanlah sekitar 5 menit. Dan rasakan perbedaannya. Beberapa studi menunjukkan bahwa kontak langsung dengan alam adalah keajaiban untuk kesehatan fisik dan mental. Kakimu juga memiliki titik-titik saraf yang berkaitan dengan mata, telinga, paru-paru, wajah, perut, limpa, otak, ginjal dan organ lainnya. Nggak seperti lantai yang keras, rumput merupakan permukaan yang lembut, sehingga berjalan di atasnya bisa merangsang titik-titik syaraf. Menjaga tubuhmu agar tetap seimbang dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

Di taman. (Via: spokanenaturalmedicine.com)

Di pantai. Setiap langkah saat berjalan di atas pasir menyebabkan otot-otot kaki untuk bekerja lebih keras untuk melangkahkan kaki lagi. Berjalan di pantai untuk membakar lebih banyak kalori daripada berjalan di atas treadmill. Kakimu juga jadi lebih kuat. Pasir juga bisa menjadi eksfolian alami bagi kulit kakimu yang bikin kaki lebih halus, lembut, dan kenyal. Tak hanya vitamin C, sesekali kamu buruh vitamin Sea. :D

Di pantai. (Via: shutterstock.com)

Saat lari. Sepatu running hanya akan memaksa kakimu ke posisi yang nggak wajar. Kakimu ditutupi oleh perioreceptors yang berkomunikasi dengan otak dan memberikan umpan balik. Mengenakan sepatu hanya akan menghambat reseptor ini, dan membatasi gerakan otot juga sendi di kaki. Kalau kamu jogging, mulailah tanpa alas kaki selama 10 menit.

Saat lari. (Via: coalcreekpt.com)

Saat latihan di tempat gym. Kamu harus pakai sepatu saat menggunakan mesin seperti treadmill, siklus atau elips. Namun, kamu bisa bertelanjang kaki ketika push-up atau sit-up. Jenis latihan tersebut adalah latihan berat badan yang memungkinkan kakimu untuk melakukan kontak langsung dengan lantai. Sehingga akan meningkatkan stabilitas dan kualitas gerak.

Di gym. (Via: shutterstock.com)

Saat kamu berlatih Yoga. Saat kamu melakukan yoga, kamu akan melakukannya tanpa alas kaki. Hal tersebut membantu keseimbangan, peregangan dan memperkuat kaki. Selain itu juga memungkinkan energi positif mengalir melalui tubuhmu.

Saat yoga. (Via: shutterstock.com)

So, jangan takut untuk melepaskan alas kaki, ya! Semua itu demi kesehatanmu yang lebih baik. :D

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading