Sukses

Lifestyle

Pilunya 16 Hari Kebersamaan Orangtua dengan Jasad Sang Bayi

Fimela.com, Jakarta Betapa hancurnya hati orangtua ketika kehilangan buah hatinya. Pada beberapa kasus, kehilangan itu mungkin meninggalkan trauma tersendiri, atau kesedihan yang tak kunjung henti. Charlotte (21) dan suaminya, Attila (28), harus merasakan kepedihan itu karena buah hati yang baru saja dilahirkannya tak mampu bertahan hidup lebih lama. 

Pada kehamilannya yang menginjak usia 20 minggu, dokter telah memberi kabar yang membuat mereka hancur. Bayi dalam kandungan Charlotte didiagnosa mengalami sebuah kelainan. Saat dilahirkan Desember lalu, bayi perempuan yang diberi nama Evelyn tersebut memiliki keterbelakangan otak, sempitnya saluran udara di hidung, paru-paru, bahkan aorta; sebuah saluran utama yang mengarah langsung ke hati.

Tak memiliki kesempatan untuk bersama lebih lama, orangtua ini memilih menikmati kebersamaan dengan jasad bayinya. (Foto: metro.co.uk)

Keterbatasan saluran udara yang masuk ke tubuh Evelyn ini berarti dia tidak bisa bernapas tanpa alat bantu, juga tidak bisa mendapat tindakan operasi yang dia butuh untuk bertahan. Charlotte dan Attila hanya bisa pasrah. Setelah 4 minggu berjuang, Evelyn akhirnya kalah dengan keterbatasannya. Ia meninggal di pelukan Charlotte.

Tak memiliki kesempatan untuk bersama lebih lama, orangtua ini memilih menikmati kebersamaan dengan jasad bayinya. (Foto: metro.co.uk)

Sepeninggal Evelyn, Charlotte dan Attila memindahkannya ke rumah duka. Sebelum dimakamkan, selama 12 hari tubuh mungil Evelyn didinginkan di sebuah ranjang khusus. Di sana, orangtua Evelyn diberikan kesempatan untuk merasakan kebersamaan dengan buah hatinya meskipun sudah tak bernyawa. Mereka bahkan bisa membawa Evelyn jalan-jalan ke luar selama 5-10 menit setiap hari.

Empat hari sebelum dimakamkan, Charlotte dan Attila diizinkan membawa Evelyn pulang. "Pada malam terakhirnya, dia tidur di ranjang yang telah kami persiapkan untuknya di kamar kami," kisah Charlotte, dikutip dari The Sun.

Tak memiliki kesempatan untuk bersama lebih lama, orangtua ini memilih menikmati kebersamaan dengan jasad bayinya. (Foto: metro.co.uk)

Charlotte dan Attila mengabadikan kebersamaannya dengan tubuh mungil Evelyn yang tak berdaya dan membagikan foto tersebut. Mereka berharap apa yang dilakukannya dapat meningkatkan kesadaran setiap orang akan pentingnya proses penyembuhan trauma bagi orangtua yang baru saja kehilangan anaknya.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading