Sukses

Lifestyle

4 Alasan Mengapa Wanita Muda Bercerai

Vemale.com - Oleh: Agatha Yunita Menikah tentunya bukan hal yang mudah, berbagai masalah muncul tanpa diduga, terutama yang berhubungan dengan perbedaan sifat dan latar belakang. Coba kita amati berapa banyak kasus perceraian yang terjadi di sekitar kita. Padahal usia perkawinan beberapa orang masih terbilang sangat muda. Awal-awal hubungan sih masih berjalan mulus, manis tanpa goresan sedikitpun. Namun lambat laun masalah kecil bisa jadi pemicu munculnya masalah lain. Dari berbagai alasan dan masalah yang menimbulkan, apa saja sih yang paling sering dijadikan tameng alasan? Woman membahasnya dari sudut pandang wanita: 1. "Ia tak lagi mau mengalah seperti dulu..." Annisa, 28, KAO Ini lah salah satu alasan kebanyakan wanita yang memutuskan untuk mengakhiri perkawinan. Jika dulu mereka merasa dimanja, kini saatnya mereka harus banyak mengerti dan mengalah. Melelahkan memang jika tiba-tiba sifatnya berubah, apalagi memang ia dulu sangat memanjakan Anda. Tak perlu terburu mengetukkan palu perceraian, fase-fase seperti ini memang panjang untuk dilalui. Namun saat Anda dan si dia mampu menapakkan kaki pada pijakan yang kuat, maka pengertian akan terbangun dengan sendirinya. Hanya butuh kesabaran untuk mencegah agar kata cerai terucap dari mulut. 2. "Awalnya sih perang dingin doang, eh keterusan..." Rani, 31, Fashion Designer Sifat kekanak-kanakan mulai muncul menguasai diri masing-masing ketika sang ego lebih keras berbicara. Akhirnya lelah bertengkar dan adu mulut, aksi diam berharap solusi muncul tiba-tiba dilakukan. Secara logika dengan aksi diam tak akan banyak membantu menyelesaikan masalah, yang ada malah menggelindingkan masalah bak bola salju semakin besar dan besar. 3. "Dia nggak seperti yang gue harepin, jadinya gue kecewa dong! Habis gimana lagi, kan kita pengen juga dapet someone yang kita impikan..." Ashita, 31, Planning Manager Sama seperti pria, wanita juga punya target atas sesuatu. Dan di jaman yang sangat maju ini emansipasi wanita melesat tak ingin jauh dikalahkan oleh pria. Inilah titik awal alasan lain mengapa ia ingin bercerai dan mencari yang lebih baik. Coba saja, karier dan uang bisa dicari sendiri, sedangkan karier suami masih selevel atau bahkan jauh di bawah Anda. Alhasil ada rasa gengsi menonjol kian lama, apalagi hobby arisan Anda memerahkan telinga akibat celetukan-celetukan panas sahabat-sahabat Anda yang membanggakan suami masing-masing atas kinerja dan prestasinya. Kalau sudah begini, sampai kapan Anda akan mencari sesuatu yang lebih, bukannya di atas langit masih ada langit? 4. Aku, kamu atau kita? Karena terbiasa mandiri dan melakukan segala sesuatunya sendiri, keinginan untuk memuaskan diri cukup besar. Hampir setiap orang merasa harus mendapatkan sesuatu yang lebih atas hasil kerja kerasnya, sehingga diri sendirilah yang diutamakan. Menengok dalam lingkup pernikahan, sebenarnya Anda, dia atau kalian sih? Aku, kamu atau kita, yang seharusnya menjadi inti dari setiap pemikiran dan perbuatan kita. Jika memang timbul suatu kesadaran, 'kita' adalah kunci bagi setiap pernikahan yang sukses. Karena di dalamnya bukan hanya ada ego, namun suatu penyatuan dan pengertian akan kebutuhan Anda dan dia, aku dan kamu. Apakah Anda masih punya alasan lain untuk bercerai? Sebaiknya pikirkan 1.000 kali, tak ada satu masalah yang tak memiliki jalan keluar. Anda dan si dia lah yang bertanggung jawab mencari jalan keluar tanpa harus berpisah. (vem/bee)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

    What's On Fimela
    Loading