Sukses

Lifestyle

Karya-Karya Cantik Alumni ESMOD di Gelar Batik Nusantara

Sekolah mode ESMOD, tentu Ladies semua tahu kan. Sekolah bergengsi yang sering menelurkan karya-karya luar biasa melalui anak didiknya ini merupakan sekolah Fashion Design bertaraf internasional. Kali ini, sekolah yang berpusat di Paris kembali menunjukkan karya-karyanya pada rangkaian acara Gelar Batik Nusantara yang bertempat di Jakarta Convention Center Hall A tanggal 1821 Juli lalu.

Pengunjung Gelar Batik Nusantara

Sekolah yang beralumnikan desainer ternama Oscar Lawalata ini mempersembahkan 3 alumni berbakatnya yang memiliki ciri khas masing-masing pada setiap garis rancang mereka. Melalui event ini, Esmod Jakarta ingin menunjukkan bahwa para desainer muda ini kiranya dapat memberikan inspirasi dan warna baru bagi para pelaku industri mode tanah air dan konsumen penikmat mode dari berbagai segmen pasar. Selain itu, Esmod juga ingin mempromosikan dan mendukung para alumninya serta menunjukkan bahwa sebagai sekolah fashion bertaraf internasional yang telah banyak mencetak alumni berprestasi di bidangnya masing-masing.  

Dicetuskan oleh ibu Hj. Gunarjah Kartasasmita, Esmod Jakarta ikut berpartisipasi dalam rangkaian ini dan mempersembahkan fashion show dengan tema “Reveal! The Spirit Of Batik”. Di balik keindahan pada warna dan motif batik, ada makna dan kekuatan yang terpancar dari dalamnya. Hal tersebut dikarenakan Esmod selalu memberikan kebebasan dalam berkreasi dan berekspresi pada anak didiknya sehingga karya-karya para alumni ini memiliki ciri khas masing-masing di setiap koleksinya. Sehingga Esmod menjadi salah satu fashion trendsetter di Indonesia karena terus menghasilkan suatu rancangan busana yang original dan menonjolkan karakter dari para muridnya tanpa melupakan jati diri dan karakter asli masing-masing. Nah, penasaran kan Ladies siapa saja alumni yang ikut berpartisipasi pada fashion show kali ini.

Karya Alumni ESMOD di Gelar Batik Nusantara

Show yang pertama dipersembahkan oleh alumni Esmod tahun 2011, Sere Marini Simanjuntak yang mengusung label ‘SE’. Pada shownya kali ini SE mengangkat tema “Rebellious National Costume” dan mengeluarkan koleksi berupa evening batik yang mengusung kain batik Solo. SE mengeksplorasi bentuk dengan teknik draping untuk mendapatkan tampilan Rebellious tapi tetap terlihat glamour secara bersamaan. Dengan motif yang unik khas batik Solo dan warna dasar kain hitam menunjukkan sisi rebel itu sendiri. Sementara warna-warna alami yang dihasilkan dari teknik coletan menciptakan kesan manis.

Eridani adalah alumni Esmod pada tahun 2010 yang juga mengisi fashion show ini. Karyanya kali ini mengangkat tema “Beat of Legacy” yang menceritakan perubahan zaman dan perempuan yang menjadi “putri” bagi keluarga dan bangsa yang menjadi sumber inspirasi dalam menghidupkan kembali napas tradisi dalam nuansa yang modern. Erdani menampilkan batik alami yang dibuat dengan rasa cinta kepada seni dan alam yang diolah dengan sempurna. Serta memaksimalkan fungsi dan estetika untuk menjadikan setiap lembarnya menghasilkan keunikan.

Sebagai penutup show, Khanaan Shamlan yang merupakan alumi Esmod pada tahun 2012 lalu. Dengan mengangkat tema “Blends”, Khanaan mengambil inspirasinya dari pencampuran budaya luar dengan masyarakat Jawa kuno. Sehingga muncul dalam koleksi ini beberapa paduan bothom. Bothom adalah sarung dengan atasan berupa blazer. Selain itu Khanaan juga mempersembahkan dress dengan aksen wiron yang diambil dari aksen sarung tradisional Jawa. Kerah Shanghai khas Cina dan outer yang terinspirasi dari jubah saudagar Arab juga dapat Anda lihat pada koleksi Khanaan kali ini.

Bukan main ya Ladies, jika Anda melihat hasil karya dari ketiga desainer muda Indonesia ini, Anda pasti tidak menyangka kalau hasil karya tersebut adalah murni buatan Indonesia. Karena karya-karya buatan mereka juga sama menariknya bahkan bercita nusantara dibanding produk impor. Jadi mari kita sama-sama Ladies, melestarikan warisan berharga Indonesia yang bisa Anda kenakan dalam bentuk fashion. Sebenarnya bukan hanya batik saja, tetapi juga tenunan lainnya. Jangan sampai dirampas negara lain dulu baru kita mempertahankannya. Cintai mulai dari saat ini, dan perbanyaklah menggunakan produk lokal buatan anak bangsa. Hingga kita bisa maju bersama, jadi selamat berkebudayaan ya Ladies.       

(vem/cjm/dyn)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading