Sukses

Lifestyle

Red Lipstick Selfie: Tren yang Berawal dari Sebuah Kisah Duka

Tren selfie saat ini tidak sekadar menjadi tren saling berlomba untuk siapa yang paling keren atau paling narsis di dunia maya. Saat ini, banyak sekali orang yang menggunakan tren selfie untuk aksi sosial dan untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk lebih banyak orang. Salah satunya adalah sebuah tren Red Lipstick Selfie yang baru-baru ini meramaikan jejaring sosial Twitter. Sekilas tren ini seperti sebuah tren untuk aksi lucu-lucuan, tapi ternyata ada sebuah kisah duka di baliknya.

Setelah Sang Ibu Meninggal Karena Kanker Paru-Paru
Tren #RedLipstickSelfie ini dibuat oleh Victoria Herd. Perempuan yang berusia 29 tahun ini membuat tren ini setelah ibunya meninggal karena kanker paru-paru. Jadi, #RedLipstickSelfie dibuat dengan tujuan untuk mengumpulkan donasi yang akan disalurkan ke Roy Castle Lung Cancer Foundation.

“Saya benar-benar sangat sedih menjadi anak tunggal apalagi saya dan ibu saya sangat dekat. Saya ingin melakukan sesuatu yang positif dari hal buruk yang telah terjadi,” ungkapnya seperti yang dilansir oleh telegraph.co.uk.

Terinspirasi dari Kesuksesan #NoMakeUpSelfies
Victoria mengaku bahwa dirinya terinspirasi dari kesuksesan #NoMakeUpSelfies yang telah berhasil mengumpulkan uang sebesar 8 juta pondsterling untuk Cancer Research di Inggris. Ia melihat ada sisi positif dari sebuah tren selfie asalkan bisa dimanfaatkan dengan baik dan benar. Berkaca dari kesuksesan yang sudah didapatkan oleh tren #NoMakeUpSelfies itulah, ia akhirnya memutuskan untuk membuat sesuatu yang hampir sama.

Lalu kenapa Victoria memilih #RedLipstickSelfie?
Alasan Victoria membuat hashtag #RedLipstickSelfie adalah karena ibunya sangat suka memakai lipstik warna merah. Bahkan ia menjelaskan bahwa sang ibu juga masih tetap memakai lipstik merah saat di pantai dan juga saat menjalani MRI scan.

Pria dan wanita sama-sama ikut meramaikan #RedLipstickSelfie | Foto: copyright telegraph.co.uk

Tren #RedLipstickSelfie yang dibuat Victoria bisa sudah bisa mengumpulkan donasi sebesar 1.110 pondsterling atau sekitar 21 juta rupiah. Bahkan baru minggu lalu, sudah ada tambahan donasi sebesar 700 pondsterling (sekitar 13 juta rupiah). Victoria berharap angkanya akan terus naik karena ia mendapatkan uang yang benar-benar cukup untuk yayasan kanker paru-paru. Ia juga ingin sekali membantu penelitian agar bisa mendeteksi kanker paru-paru sejak dini.

Kanker Paru-Paru adalah Penyebab Kematian Terbesar pada Wanita
Banyak yang tidak menyadari bahwa kanker paru-paru adalah salah satu penyebab utama kematian pada wanita. Selain itu, penyakit kanker paru-paru ini biasanya tidak mudah dideteksi saat masih awal. Angka kematian wanita yang disebabkan oleh kanker paru-paru ini pun meningkat selama dua dekade terakhir ini. Ibu Victoria bahkan meninggal dua bulan setelah ia mendapatkan CT scan dan dinyatakan bahwa dirinya terkena kanker paru-paru.

Victoria benar-benar berusaha untuk melakukan sesuatu yang lebih baik meskipun ia sendiri baru saja mengalami sebuah pengalaman yang membuatnya sangat terpukul. Ladies, mungkin saat ini Anda baru saja mengalami sesuatu yang buruk dalam hidup Anda, tapi cobalah untuk mengubahnya menjadi sesuatu yang positif. Membantu orang lain dan membahagiakan orang lain adalah salah satu cara untuk menyembuhkan diri, setuju?

(vem/nda)
What's On Fimela
Loading