Sukses

Lifestyle

44 Tahun Jadi Pengutil, Akhirnya Wanita Ini Tobat Demi Anak

Mengutil, meskipun dalam jumlah kecil, adalah perbuatan yang jelas-jelas merusak. Mengambil sesuatu yang jelas bukan miliknya, berapapun ukuran dan porsinya, hukumnya tetap saja mencuri.

Wanita ini mungkin adalah pengutil yang paling memalukan di dunia. Dia bangga dengan hasil mencurinya.

Seperti dilansir dari mirror.co.uk seorang wanita bernama Kim Farry, (54), asal Inggris, telah memiliki banyak pakaian hasil karya desainer ternama, melakukan operasi plastik, dan liburan yang eksotis dari hasil kebiasaan mengutilnya.
Kim menunjukkan baju karya desainer ternama, hasil curiannya | foto: copyright mirror.co.uk
Kim memulai kebiasaan buruknya ini, saat ia berusia 9 tahun. Hingga saat ini, ia telah berhasil mengumpulkan uang 2 juta poundsterling atau Rp 40 miliar.

Meskipun memiliki pendapatan ilegal dari hasil mencuri, ia telah menerima hukuman, dengan dipenjara sebanyak tujuh kali, dengan 50 tuduhan kasus pencurian.

Saat ini dia mencoba untuk menghilangkan kebiasaan kleptomanianya, demi sang anak, Paris, (14).

Hingga saat ini, sudah dua bulan ia berhenti mengutil. Dirinya pun sempat dikeluarkan dari sekolah, karena kebiasaan buruknya ini.

Biasanya, ia seringkali  menyuap petugas keamanan untuk melancarkan aksinya. Pada awalnya, ia hanya mencuri kompor, namun, ia memutuskan untuk mencuri di butik desainer pakaian terkenal, karena menurutnya lebih menjanjikan.

Pakaian-pakaian mahal hasil curiannya, kemudian ia jual setengah harga. Dalam sebulan, ia bisa menghasilkan uang 7000 poundsterling atau Rp 140 juta.

Perkawinannya pun kandas, dan suaminya yang mendapat hak asuh ketiga anaknya.
Kim menggunakan hasil dari mengutilnya untuk hidup mewah | foto: copyright mirror.co.uk
Meskipun ia bisa hidup mewah dari hasil kejahatannya, namun, ia tidak mampu untuk membeli rumah, sehingga harus menyewa dari pemerintah.

Mengutil, jika sudah menjadi kebiasaan, bisa dikelompokkan sebagai kelainan yang disebut kleptomania.

Banyak pula selebritis Hollywood, yang pernah melakukan kebiasaan buruk ini, dan ada pula yang melakukannya untuk sekadar bersenang-senang, bukan karena betul-betul membutuhkan.

Banyak orang yang mengidap kleptomania hidup dengan malu, karena mereka takut meminta bantuan dari dokter atau psikiater. Walaupun tidak ada yang dapat mengobati kleptomania, terapi dengan obat dan psikoterapi dapat membantu mengakhiri dorongan mencuri.

(vem/chi)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading