Sukses

Lifestyle

Makna dan Filosofi Bleketepe Dalam Pernikahan Adat Jawa

Pernikahan Kahiyang Ayu, putri dari Presiden Jokowi akan segera digelar tanggal 8 November 2017. Pernikahan Kahiyang dan Bobby akan digelar dengan adat jawa. Tahukah kamu jika dalam rangkaian pernikahan adat jawa ada istilah bleketepe. Prosesi ini biasa dilakukan sebelum acara siraman.

Bleketepe sendiri adalah anyaman dari daun pohon kelapa. Pemasangan bleketepe ini dilakukan oleh orang tua pengantin saat pemasangan tarub atau tenda untuk pesta pernikahan.

Tradisi membuat blaketepe atau anyaman daun kelapa untuk dijadikan atap atau peneduh saat resepsi pernikahan. Bleketepe merupakan tradisi peninggalan dari Ki Ageng Tarub, salah satu leluhur raja-raja Mataram. Saat mempunyai hajat menikahkan anaknya Dewi Nawangsih dengan Raden Bondan Kejawan, Ki Ageng membuat peneduh dari anyaman daun kelapa. Hal itu dilakukan karena rumah Ki Ageng yang kecil tidak dapat memuat semua tamu, sehingga tamu yang di luar rumah diteduhi dengan daun kelapa itu.

Pemasangan blketepe dan Tuwuhan/copyright pictastar.com

Bleketepe biasa terbuat dari daun kelapa yang masih hijau dengan ukuran 50x200 cm. Bleketepe yang dipasang mengelilingi area pernikahan merupakan perwujudan dari penyucian di kahyangan para dewa yang dinamakan Bale Katapi.
Bale artinya tempat, sedangkan Katapi berasal dari kata tapi yang artinya memisahkan kotoran kemudian dibuang. Dengan demikian Bleketepe artinya adalah orang tua pengantin yang mengajak pasangan pengantin untuk menyucikan diri.

Pemasangan bleketepe ini juga diiringi dengan acara pemasangan tuwuhan. Jika bleketepe artinya kerjasama antar orang tua dan calon pengantin, berbeda dengan tuwuhan. Makna tuwuhan adalah harapan orang tua kepada pengantin untuk segera dapat memperoleh keturunan.

Dalam tuwuhan terdiri dati pohon pisang raja yang buahnya sudah masak. Pilihan pisang raja memiliki filosofi bahwa pasangan pengantin ini kelak memiliki kemakmuran dan kemualiaan seperti para raja.

Kedua Tebu Wulung memiliki filosofi, diharapkan setelah memasuki jenjang pernikahan kedua mempelai memiliki jiwa bijaksana. Cengkir gadhing sebagai simbol kandungan, daun randu melambangkan sandang dan pangan dengan harapan mempelai dapat tercukupi kebutuhan sandang dan papannya. Dan terakhir adalah aneka dedaunan yang memiliki filosofi pasangan dalam menjalani pernikahan terbebad dari segala halangan.

Rangkaian bleketepe pernikahan Kahiyang dan Bobby sendiri akan dilaksanakan pada tanggal 7 November 2017. Semoga lancar acaranya ya, Kahiyang. Kalau kamu tertarik dengan rangkaian acara pernikahan dengan adat jawa? Share di kolom komentar ya.

(vem/apl)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading