Sukses

Lifestyle

Kelainan Necrophilia Sudah Ada Sejak Zaman Mesir!

Ladies, pernah mendengar kasus ada orang berhubungan seksual dengan mayat? Nampaknya perilaku tersebut sudah tak aneh lagi ya. Dalam ilmu seksologi, berhubungan seks dengan mayat dikenal dengan istilah nekrofilia. Dalam bahasa Yunani, nekro berarti mayat. Kelainan ini disebut juga thanatofilia atau necrolagnia.

Sejarah mencatat hal serupa terjadi di Mesir ribuan tahun lalu. Para suami yang takut mayat istrinya diperlakukan tak senonoh oleh pembalsem, menyimpan mayat istrinya di rumah sampai benar-benar membusuk. Salah satu yang menjadi legenda hingga kini adalah Raja Herod yang membunuh istrinya, kemudian berhubungan seks dengan mayatnya selama lebih dari 7 tahun.

Dijelaskan pada situs egyptindependent.com, dalam catatan tertulis Mesir Kuno ada yang menyarankan praktek ini. Herodotus menulis dalam The Histories, untuk mencegah hubungan seksual dengan mayat, orang Mesir kuno meninggalkan wanita cantik almarhum membusuk 3-4 hari sebelum diberikan ke pembalsem. Para suami takut mayat istrinya diperlakukan tak senonoh oleh pembalsem. Salah satu yang jadi legenda adalah Raja Herod yang membunuh istrinya, lalu berhubungan seks dengan mayatnya selama lebih dari 7 tahun.

Beberapa masyarakat di Mesir zaman itu melakukan praktek karena ada keyakinan jiwa perempuan yang tidak menikah tidak akan menemukan kedamaian. Selain di Mesir, di Kachin Myanmar, ada upacara pernikahan yang diadakan untuk perawan yang telah meninggal, yang melibatkan hubungan badan dengan mayatnya. Praktek serupa ada di beberapa masyarakat pra-modern Eropa Tengah ketika wanita yang bertunangan dan akan menikah meninggal sebelum pernikahan.

Perlu Anda ketahui juga bahwa jenis kelamin penderita necrophilia 90 persen adalah laki-laki dan heteroseksual. Hanya sebagian kecil yang melibatkan kaum gay dan wanita. Salah satunya, kisah seorang wanita yang bertugas membalsem mayat di sebuah perusahaan pemakaman. Selama 4 bulan masa kerjanya ia sudah berhubungan seks dengan banyak mayat lelaki.

oleh : Ismaya Indri Astuti

(vem/rsk)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading