Sukses

Lifestyle

Pesantren Khusus Kaum Gay, Mungkinkah? (1)

Dalam agama Islam, perzinahan adalah hal yang sangat dilarang, termasuk jika hal itu dilakukan oleh dua orang sesama jenis (pria dengan pria, atau wanita dengan wanita). Untuk menghindari perzinahan, tak heran jika laki-laki dan perempuan selalu dipisahkan di berbagai sekolah berbasis Islam termasuk pesantren.

Dua lawan jenis yang tak punya hubungan keluarga dilarang bertemu, termasuk saat belajar dalam kelas. Namun, seperti dilansir kembali dari laman annunaki.me, masih efektif kah kehidupan di pesantren jika santri dan santriwati di dalamnya gay?

Hal itulah yang sedang diusahakan oleh Pesantren yang ada di Noyoyudan, Yogyakarta. Pesantren yang dipimpin oleh Maryani ini, seperti dilansir dari topix.com, dibuat untuk menjadi tempat belajar kaum waria, gay dan lesbian. Memang tidak semua santrinya adalah penyuka sesama jenis, namun pada tahun 2010, setidaknya ada tiga lesbian dan empat pria gay yang ikut belajar di dalamnya.

“Setahu saya, pondok pesantren khusus waria yang ada di Indonesia ya baru pesantren kami ini. Memang khusus waria tapi juga menerima kaum lesbi dan gay. Sebab, menurut saya, seperti halnya waria, lesbi itu perempuan tapi berjiwa laki-laki sedangkan gay itu laki-laki berjiwa perempuan,” ungkapnya.

Sekolah ini hanya dibuka pada Kamis hingga Sabtu, namun dengan materi yang intensif. Tentu saja tujuan pesantren tersebut bukan untuk membuat perilaku tak biasa mereka bertambah. Lewat berbagai program ketat dan sesuai syariat Islam, mereka diharapkan bisa kembali pada kodrat masing-masing.

 

Oleh: Pelangi Permatasari

(vem/riz)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading