Sukses

Lifestyle

Kemenkes: Vape Lebih Bahaya Dibanding Rokok Konvensional

Fimela.com, Jakarta Vape disebut-sebut merupakan pengganti rokok konvensional yang aman untuk kesehatan. Namun, kabar mengejutkan datang dari warga Amerika Serikat yang terserang penyakit paru-paru misterius karena penggunaan rokok elektrik.

Melansir dari liputan6.com, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI Anung Sugihantono angkat bicara mengenai bahaya vape. Ia mengatakan vape memiliki risiko lebih berbahaya ketimbang rokok konvensional.

"Vape risiko berbahayanya lebih banyak karena mengandung berbagai bahan kimia. Kandungan zat karsinogen (yang menyebabkan kanker) juga lebih banyak. Sama berbahayanya dengan rokok tembakau meski kandungannya bisa berbeda. Yang jelas bahan bakunya beracun," papar Anung kepada liputan.6.com.

Ia menambahkan, apalagi vape sampai digunakan oleh anak-anak dan remaja. Karena rentan dan berpotensi menularkan penyakit lewat mulut.

"Belum lagi aspek keamanan lain. Perilaku vape di kalangan anak-anak bisa terjadi. Belum tentu satu orang punya satu vape (apalagi harganya yang mahal). Vape jadinya dipakai sama-sama. Penularan lewat mulut bisa terjadi. Ini kan yang membahayakan,” paparnya.

Mengandung 4.000 bahan beracun

Menteri Kesehatan Nila Moeloek juga mengaku, bahaya vape memang sangat berbahaya. Pernyataan tersebut juga sesuai laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Vape sama berbahaya dengan rokok tembakau, yang minimal mengandung 4.000 bahan beracun.

"Saya juga sudah baca penelitian. Kalau lihat tulisan-tulisan dari luar negeri memang menyatakan vape berbahaya," tambah Menkes Nila.

Penulis: Fitri Haryanti Harsono

Simak video berikut

#Growfearless with Fimela

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading