Sukses

Lifestyle

Kenali Pemicu Kejang Epilepsi yang Perlu kita Hindari

Fimela.com, Jakarta Ada banyak jenis kejang epilepsi atau epileptic seizure, setiap orang pun berpotensi memiliki serangan epilepsi tunggal di beberapa titik dalam hidup. Ini tidak sama dengan memiliki epilepsi, yang merupakan kecenderungan untuk mengalami kejang yang dimulai di otak.

Kejang ini juga merenggut nyawa Rapper Juice WRLP di usianya yang ke 21 pada Minggu (8/12/2019) lalu. Apakah semua kejang sama?

Dilansir dari epilepsysociety.org.uk, ada berbagai jenis kejang epilepsi, tetapi semuanya dimulai di otak. Ada juga beberapa jenis kejang yang mungkin terlihat seperti kejang epilepsi tetapi tidak dimulai di otak.

Beberapa kejang disebabkan oleh kondisi seperti gula darah rendah (hipoglikemia) atau perubahan cara jantung bekerja. Beberapa anak memiliki 'kejang demam' (gerakan menyentak) ketika suhu badan mereka tinggi, dan ini bukan kejang epilepsi.

Pada bulan Maret 2017, International League Against Epilepsy (ILAE) sekelompok profesional epilepsi terkemuka di dunia, memperkenalkan metode baru untuk kejang kelompok. Ini memberi dokter cara yang lebih akurat untuk menggambarkan kejang seseorang, dan membantu mereka meresepkan perawatan yang paling tepat.

Kejang dibagi menjadi beberapa kelompok tergantung pada:

  • Di mana mereka mulai di otak (onset).
  • Apakah kesadaran seseorang terpengaruh atau tidak.
  • Apakah kejang melibatkan gejala lain, seperti gerakan.
  • Tergantung di mana mereka mulai, kejang digambarkan sebagai onset fokus, onset umum atau onset tidak diketahui.

Pemicu kejang

Pemicu adalah situasi yang dapat menyebabkan kejang pada beberapa orang dengan epilepsi. Pemicunya pun dapat berbeda setiap orangnya, tetapi pemicu paling umum termasuk kelelahan dan kurang tidur, stres, alkohol.

Kejang huga bisa terjadi setelah stroke, infeksi seperti meningitis atau penyakit lain. Kebanyakan kejang berlangsung 30 detik sampai 2 menit. Jika lebih dari 5 menit disebut keadaan darurat.

Gajalanya pun tergantung jenis kejang, namun gejala umun seperti kebingungan, gerakan lengan dan kaki tidak terkendali serta kehilangan kesadaran, dan merasa ketakutan atau cemas.

#Growfearless fimela

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading