Sukses

Lifestyle

Kisah Sukses Seorang Perempuan Mengembangkan Bisnis Startup di Usia Muda

Fimela.com, Jakarta Hingga saat ini, jumlah pengusaha perempuan tergolong lebih sedikit dibandingkan dengan pengusaha pria. Salah satu penyebabnya terletak pada keterbatasan akses terhadap modal.

Menurut riset Crunchbase (2019), dari seluruh total pendanaan startup, hanya kurang dari 3% nya berhasil digalang oleh Co-Founders berjenis kelamin perempuan. Meski begitu, beberapa pengusahan perempuan di Indonesia mampu menunjukan 'taring'nya di memajukan startup.

Salah satu perempuan yang sukses di industri ini ialah, Co-Founder & COO Travelio, Christie Tjong yang berusia 32 tahun, ia mampu menggalang US$18 juta di pendanaan Seri-B November lalu. Pendanaan dipimpin oleh Temasek Holding melalui Pavilion Capital dan dilakukan tepat sebelum terjadinya pandemi COVID-19.

Lalu bagaimana ia mengembangkan startup di usia muda? Menurut Christie salah satu karakteristik startup, terutama yang masih di tahap awal, yaitu kurangnya corporate infrastructure. Hal tersebut memaksa para founders untuk menjalankan beberapa peran secara sekaligus dan merangkap setara dengan lima orang.

Sebagai COO, Christie tidak hanya harus mengenali satu-persatu komponen ‘mesin’ nya, namun juga harus memastikan semuanya berjalan dengan baik. Ia menceritakan betapa beratnya tanggung jawab yang diemban setelah berhasil menggalang dana, karena ia harus langsung membangun ‘infrastruktur’ yang mumpuni untuk mencapai target-target yang diberikan oleh investor.

Namun demikian, ia berhasil membuktikan kemampuannya dalam ‘menyuapi’ high-growth startup. Travelio sendiri merupakan startup penyewaan apartemen terbesar Indonesia yang memegang lebih dari 5.000 kontrak manajemen eksklusif, dengan aset kelolaan di atas US$350 juta.

Di bulan Mei 2020, Travelio meluncurkan layanan tambahan e-groceries - TravelioMart, menyediakan ratusan produk segar & FMCG dari petani, produsen, dan importir untuk kebutuhan para penyewa apartemen sekaligus seluruh penduduk Jakarta tanpa harus keluar rumah. Travelio adalah satu dari sedikit perusahaan bermodalkan dana dari venture capital yang berhasil menggalang dana besar dan bertumbuh setelah melewati tahap pendanaan Seri B - dengan mayoritas perempuan di tim manajemennya

"Membesarkan startup itu hampir mirip seperti menyuapi balita, harus diawasi setiap menitnya," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Fimela.com.

Kemampuan beradaptasi dan keinginan untuk selalu belajar hal baru adalah dua nilai kunci yang telah lama tertanam dalam budaya tim manajemen stratupnya.

Berbagi waktu bersama anak

Christie juga tidak hanya berperan sebagai COO, melainkan menjadi istri, bahkan ibu dari dua anak secara sekaligus. Hal ini tentu memerlukan dedikasi yang sangat tinggi.

"Dulu saya sempat mengira jika saya fokus secara penuh ke salah satunya, yang lainnya pasti akan terabaikan. Namun saya sadar bahwa kata ‘terabaikan’ itu tidak akan muncul ketika saya mendedikasikan diri ke ketiganya - yang hanya dapat dicapai jika saya bisa mengatur waktu dengan baik,” ujar Christie.

Berbagai keterbatasan telah membuatnya lebih efisien dalam manajemen waktu, karena ia mengerti apa saja tuntutan di setiap peran. Sebagai gantinya, hal tersebut membentuk pola pikir Christie untuk menjadi semakin gesit dalam mengambil keputusan.

“Saya sangat mempercayai kalimat ‘speed outweighs perfection.’ Percaya atau tidak, itulah rahasia kami dalam membesarkan Travelio hingga saat ini, khususnya untuk bisa survive di masa pandemi. Kami tidak hanya cepat untuk menyadari kegagalan, kesalahan, maupun inefisiensi, namun juga untuk menindak-lanjutinya,” tuturnya.

#Changemaker

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading