Sukses

Lifestyle

Takut Terluka, Inilah Cerita di Balik Kisah Atlet Loncat Indah yang Penampilannya Dinilai Buruk saat Olimpiade Tokyo 2020

Fimela.com, Jakarta Olimpiade Tokyo 2020 menghadirkan pertandingan-pertandingan berbagai cabang olahraga (cabor) yang diikuti oleh para atlet dari kontingen negara yang berasal dari berbagai belahan dunia. Loncat indah merupakan salah satu cabor yang juga dipertandingkan dalam perhelatan Olimpiade Tokyo 2020 tersebut. 

Dalam salah satu pertandingan loncat indah, terdapat atlet yang cukup menyita perhatian karena mendapat penilaian buruk dari para juri akibat tak menghadirkan gaya. 

Hal tersebut dialami oleh atlet loncat indah asal Kanada, dan membuat dirinya memberikan penjelasan atau klarifikasi terkait alasan atas kejadian yang ia alami. Kira-kira apa alasan yang menjadi penyebab terjadi tragedi yang jadi perbincangan di kancah Olimpiade Tokyo 2020 ini? Simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Mengambil langkah yang salah

Kejadian tersebut terjadi pada pertandingan loncat indah 3 meter dalam partai semifinal. Dalam pertandingan tersebut, atlet loncat indah asal Kanada Pamela Ware ini tak menampilkan gaya apapun, sehingga dirinya hanya loncat seperti biasa.

Atlet loncat indah asal Kanada yang bernama Pamela Ware ini menjelaskan dalam video pernyataan yang ia unggah di akun Instagram pribadinya. Ia mengatakan bahwa ternyata ia mengambil langkah yang salah dalam pertandingan, sehingga strategi yang telah ia susun tak dapat digunakan demi keselamatannya. 

Dalam pertandingan semifinal tersebut, Pamela harus terpaksa mendarat di kolam air dengan posisi kaki terlebih dahulu, karena ia masih mementingkan keselamatan daripada nilai yang didapatkan. 

“Saya pikir jika saya menukik, saya mungkin bisa melukai diri sendiri,” jelasnya dalam unggahan video pernyataan di Instagram-nya, pada Senin (2/8).

Akibat gerakan yang ia hasilkan ketika pertandingan, dilansir dari New York Post, Pamela Ware dinilai buruk oleh juri, bahkan ia hanya memperoleh nilai 0,0 dari gaya yang ia hasilkan ketika pertandingan tersebut yang digelar pada Sabtu (31/7) yang lalu.

Gagal ke final

Melihat nilai yang ia dapatkan saat pertandingan semifinal tersebut, akhirnya ia juga dinyatakan gagal untuk bertanding di partai final selanjutnya. 

Dalam unggahan video di Instagram-nya, Atlet yang juga peraih medali perunggu di Kejuaraan Akuatik Dunia 2013 itu menjelaskan bahwa dirinya bangga dengan dirinya sendiri, dan akan tetap terus bertanding walaupun saat ini dirinya menerima kekalahan. 

“Saya sangat siap untuk kompetisi ini dan saya membuat kesalahan. Itu bisa terjadi pada siapa saja, tetapi itu terjadi pada saya di waktu yang salah. Tetapi saya bangga karena saya telah melakukan segala yang mungkin untuk mencapai tempat saya sekarang dan saya manusia, saya bisa membuat kesalahan. Saya harap kalian akan terbiasa dengan saya, karena saya tidak akan kemana-mana dan saya tidak akan menyerah. Kompetisi ini tidak mengalahkan saya, dan saya tidak akan membiarkannya mengalahkan saya,” ucapnya dalam unggahan video di Instagram tersebut, dilansir dari Merdeka.com, pada Senin (9/8). 

Penulis: Chrisstella Efivania

#ElevateWomen

What's On Fimela
Loading
Artikel Selanjutnya
3 Atlet Olimpiade & Paralimpiade Tokyo 2020 Raih Apresiasi dari Uang Tunai Hingga SmartWatch
Artikel Selanjutnya
Kasur Atlet Olimpiade Tokyo 2020 Digunakan Kembali oleh Pasien COVID-19