Sukses

Lifestyle

7 Rekomendasi Buku Korea Terjemahan yang Bagus untuk Perempuan

Fimela.com, Jakarta Membaca bisa menjadi aktivitas menyenangkan. Membaca sebuah buku bisa memperkaya pengalaman hingga meluaskan sudut pandang yang kita punya. Nah, kali ini bagi yang sedang mencari rekomendasi buku Korea terjemahan, Fimela bagikan tujuh buku pilihan yang pas untuk Sahabat Fimela sekalian.

Ada novel hingga buku pengembangan diri karya penulis Korea Selatan yang cocok dibaca oleh perempuan Indonesia. Selengkapnya, langsung saja simak uraiannya di bawah ini, ya.

1. Kim Ji-yeong Lahir Tahun 1982

Kim Ji-yeong Lahir Tahun 1982 merupakan novel yang penting. Banyak isu terkait perempuan dalam novel ini yang akan terus jadi bahan diskusi menarik. Novel ini tak hanya membuka mata kita mengenai masalah-masalah yang masih ada dan nyata dihadapi oleh kaum perempuan, melainkan juga menggugah kita untuk mengambil sikap serta berupaya mencari solusi terbaik agar bisa menjalani hidup yang lebih bermakna sebagai perempuan.

2. Love for Imperfect Things

Buku Love for Imperfect Things bisa menjadi salah satu buku yang dapat digunakan untuk mencari sejumlah sudut pandang baru soal cinta. Serta yang tak kalah penting adalah kita akan kembali diingatkan dan kembali didorong untuk mencintai diri sendiri terlepas dari semua ketidaksempurnaan yang kita punya.

3. Honjok: Seni Hidup Sendiri

Buku Honjok: Seni Hidup Sendiri memuat latar belakang gerakan honjok di Korea Selatan hingga sejumlah panduan tentang menikmati kesendirian. Ada perbedaan antara kesepian dan kesendirian yang dijabarkan dalam buku ini. Bukan hanya orang bertemperamen introver saja yang butuh menyendiri. Orang ekstrover pun bisa saja sengaja meluangkan waktu untuk menyendiri atau memilih menjalani hidup sendirian.

4. The Hen Who Dreamed She Could Fly

Novel The Hen Who Dreamed She Could Fly merupakan novel yang sangat terkenal di Korea Selatan. Bahkan sudah terjual lebih dari dua juta eksemplar. Sosok Daun mewakili watak sebagian besar manusia yang ingin memiliki kebebasan. Ingin keluar jeratan dan bisa menjalani hidup sesuai impian. Mewujudkan sebuah im

5. I Want to Die but I Want to Eat Tteokpokki 2,

Didiagnosis mengidap distima, Baek Se Hee memerlukan proses yang tidak sebentar untuk bisa memperbaiki banyak hal dalam hidupnya. Kecenderungannya untuk terus membandingkan hidup dengan orang lain, merasa lebih buruk dibandingkan orang lain, merasa membenci diri sendiri, hingga merasa hidup seakan tidak berarti membuat banyak kekhawatiran dalam dirinya. Ketika memilih untuk resign dari pekerjaannya, ada dilema yang ia rasakan. Merasa terus dibayangi luka masa lalu dan trauma di masa lalu membuatnya seakan terjebak pada lubang hitam yang tak ada habisnya. Bahkan berdialog dan berbicara dengan diri sendiri kadang terasa penuh liku. 

"Memang sulit untuk berhenti membandingkan, tetapi kita harus ingat bahwa menilai dan meneka rasa sakit kita dengan standar masyarakat dan orang lain adalah gagasan yang sangat berbahaya. Sederhananya, aku ingin fokus pada perasaanku sendiri tanpa membandingkan emosi gelap dalam diri atau melarikan diri dari emosi tersebut. Seperti halnya menikmati kegembiraan, aku akan merawat diri dengan melihat ke dalam kegelapan diri dan berbincang dengan diri sendiri." (I Want To Die but I Want To Eat Tteokpokki 2, hlm. 126)

6. The Things You Can See Only When You Slow Down

Buku The Things You Can See Only When You Slow Down bisa menjadi salah satu buku yang tepat untuk menemanimu istirahat. Buku yang ditulis oleh Haenim Sunim yang merupakan seorang biksu Zen dan mantan dosen di perguruan tinggi liberal arts di Massachusetts ini memuat beberapa esai pendek dan kumpulan kalimat mutiara yang bisa menjadi refleksi diri kita di tengah dunia yang sangat sibuk. Dibuka dengan bab berjudul Istirahat, buku ini memberi pengalaman membaca yang menenangkan dan membuat hati nyaman.

7. Vegetarian

Yeong Hye seakan menjadi potret gambaran kebanyakan perempuan yang ada di masyarakat. Perempuan yang berusaha untuk menemukan kebahagiaannya. Seseorang yang pada akhirnya mencoba untuk menemukan jalannya sendiri, meski masih saja mendapat tekanan dari banyak pihak. Seorang wanita yang mencoba menemukan kebebasannya sendiri dengan cara yang mungkin terbilang tak waras bagi orang lain. Tahun 2016 novel Vegetarian karya Han Kang ini memenangkan Man Booker International Prize, penghargaan untuk novel terjemahan terbaik dari seluruh dunia.

Ada yang sudah baca buku-buku di atas? Atau mungkin ada Sahabat Fimela yang punya rekomendasi buku lain? Yuk, boleh juga ya berbagai rekomendasi buku lain di sini.

#ElevateWomen

What's On Fimela
Loading
Artikel Selanjutnya
12 Rekomendasi Buku Bagus 2021 yang Bisa Membuat Perasaan Lebih Nyaman
Artikel Selanjutnya
Review Buku Perjalanan Menuju Pulang Karya Lala Bohang dan Lara Nuberg