Sukses

Lifestyle

Selalu Ada Harapan bagi Kita yang Mau Terus Melangkah

Fimela.com, Jakarta Kita semua pasti pernah merasakan perasaan tak nyaman seperti rendah diri, sedih, kecewa, gelisah, dan tidak tenang dalam hidup. Kehilangan rasa percaya diri hingga kehilangan harapan hidup memang sangat menyakitkan. Meskipun begitu, selalu ada cara untuk kembali kuat menjalani hidup dan lebih menyayangi diri sendiri dengan utuh. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Bye Insecurities Berbagi Cerita untuk Lebih Mencintai dan Menerima Diri Sendiri ini.

***

Oleh: Matahari Asmaraloka

Apakah kamu pernah insecure?

Ya, tentu saja. Memasuki kepala dua merupakan sebuah misteri bagi kita semua. Dulu semasa kecil, saya pernah bermimpi, merancang masa depan dari A sampai Z. 

Saya pernah menghitung kalau nanti ketika saya berusia 26 tahun, saya bisa memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap. Tetapi yang terjadi justru sebaliknya, rintangan demi rintangan terus bergulir.

Waktu yang sangat berharga itu justru dihabiskan dengan berdebat dan ego yang tak berujung. Hingga akhirnya saya terjebak pada situasi yang tidak pasti, atau mungkin dibungkus dengan sebuah istilah “quarter life of crisis”.

Sejatinya semua ini tidak ada, apabila seseorang yang satu berhenti memusingkan hal yang sepele lalu dibuat menjadi besar.  Sehingga tanpa sadar menghalangi jalan seseorang yang satu dengan yang lainnya. 

 

    

Melewati Ujian demi Ujian

Entah apa yang dipikirkan hingga merasa menjadi juara ketika mempersulit seseorang. Ya, banyak yang merasakan seperti ini. Menjadi juara dunia, kebahagiaan tiada tara tetapi bertanding saja tidak pernah.

Tetapi bukan namanya hidup jika tak ada tantangan. Biasanya yang pemikirannya “lurus” akan “berjodoh” dengan pemikiran luar biasa “ribet”. Jadi, tolong untuk jangan terlalu kreatif dalam “membalas dendam” pada seseorang yang bukan menjadi urusanmu.

Selama tiga tahun ini, saya merasakan siklus hidup yang “kelam”. Berawal dari hancurnya impian, Depresi, trauma berkumpul menjadi satu. Meminta pertolongan, sesuatu yang paling tidak saya sukai dalam hidup pun saya lakukan. Sayangnya, reaksi pun berbeda. Berbagai kata sinis pun terucap yang datang dari orang terdekat. Namun saya bersyukur, masih bisa melihat wajah asli seseorang.

Waktu pun terus berganti, siang berganti menjadi malam. Saya berpikir sejenak. “Kalau saya seperti ini terus? Nanti mereka malah tertawa dan mengesahkan apa yang terjadi pada saya.”

Perlahan-lahan saya bangkit, kembali meniti masa yang sudah saya rancang sepuluh tahun yang lalu. A little spice to spice up your life seperti membaca, memotivasi diri dan sebagainya.

Menumbuhkan Rasa Percaya Diri

Seorang sahabat pernah mengatakan sebuah kalimat indah yang membuat saya bertahan hingga detik ini. “Tidak ada manusia yang gagal ketika berusaha. Kegagalan adalah milik mereka yang berhenti mencoba. Fokus saja pada jalan yang kamu tempuh, tiada usaha mengkhianati hasil.”  Dia meyakinkan saya, kalau apa yang terjadi pada hidup saya ini adalah bukan kesalahan saya. Melainkan sebuah ujian hidup, agar bisa keluar dari zona “neraka”.

Dari sinilah saya memberanikan diri, mengambil keputusan terbesar dalam hidup saya yaitu membangun sebuah akun sport berbasis martial arts di instagram yang bernama @askafightland. Sebuah keputusan yang akhirnya lahir dari tangan saya.

Saya merancang dan belajar sendiri sesuai dengan apa yang saya cita-citakan. Masa sedih mulai berganti menjadi kesenangan. Setiap hari terdapat cerita yang menyejukkan hati saya. Bertemu dengan banyak teman dari berbagai lintas negara membuat saya yakin, kalau saya masih berguna di hidup ini. Ini bukan akhir, tetapi awal. Saya juga tidak tahu bagaimana nanti, yang penting tekad dan api masih membara di lubuk hati.

Rasa percaya diri semakin tumbuh karena mata air sudah mulai nampak. Saya bersyukur bisa melewati rintangan demi rintangan hingga saat ini.

Terkadang dalam masa insecurities bisa terjadi banyak hal. Ketidaksiapanmu menghadapi kegagalan hingga membuatmu kehilangan arah. Kemudian, tidak ada support system semakin menambah deret panjang permasalahan ini.

Meraih Harapan Baru

Mungkin orang bisa mengatakan, “Kamu kurang berdoa, kamu kurang bersyukur," bisakah kamu menggantinya dengan kalimat, “Ayo kamu pasti bisa? Ini bukan kamu. Ayo bangkit, perang lagi!” Terus menerus hingga akhirnya kepercayaan diri dia bsa tumbuh dan berkembang.

Namun permasalahannya, bukan di “kurang bersyukur”, tetapi malas memberikan dukungan kepada orang sekitar. Sehingga ajang “buang sampah” menjadi sasaran yang singkat dan cenderung masa bodoh. Akhirnya ketika seseorang kembali berbuat brutal, maka orang itu lagi yang menjadi imbasnya.

Lantas jika memberi dukungan saja pelit setengah mati, bisakah kamu menjelaskan tentang gotong royong yang merupakan pondasi negara kita? Jika memang masih ada istilah ini, saya rasa tidak sulit untuk memberi dukungan.

Dukungan itu bukan seperti barang branded, harganya mahal dan hanya segelintir orang yang memilikinya. Sedangkan hujatan adalah sampah, jumlahnya? Ya banyak dong. Melimpah ruah.  

Saya tidak berbicara tentang privillege, tetapi murni masalah dukungan. Semua bisa selesai, apabila satu orang mau merangkul satu sama lain. Tetapi jika memang tidak mau selesai, ya silahkan saja berbuat sesuka hatimu. Toh, apa yang kamu tanam pasti akan dituai. 

Semoga yang membaca ini bisa memecahkan mata rantai hujatan, bullying dan mempersatukan dukungan agar menjadi masyarakat yang solider dan saling memiliki. Semua orang memiliki sinar dan daratannya sendiri. Tinggal kamu yang menentukan, mau menjadi seperti apa. I’m  just nobody, who wants to share a story with you, karena dengan bercerita, kita bisa mengenal satu sama lain.

 

#WomenforWomen

What's On Fimela
Loading