Sukses

Lifestyle

7 Cara Merawat Teras Rumah saat Musim Hujan, Bebas Lumut dan Anti Licin

Fimela.com, Jakarta - Teras rumah adalah bagian yang sangat penting dan sering dimanfaatkan untuk bersantai atau melakukan berbagai aktivitas di luar ruangan. Namun, ketika musim hujan tiba, area ini sering kali menghadapi berbagai masalah, seperti permukaan yang menjadi licin dan berlumut. Hal ini tidak hanya mengganggu penampilan, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan penghuni rumah. Kelembapan yang tinggi dan paparan air hujan yang berkelanjutan menciptakan kondisi yang sangat mendukung bagi pertumbuhan lumut dan jamur, sehingga menyebabkan teras menjadi tidak aman untuk digunakan.

Kondisi teras yang licin dan berlumut dapat meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan, seperti terpeleset dan cedera serius, terutama bagi anak-anak dan orang lanjut usia. Insiden semacam ini dapat berakibat fatal, mulai dari memar ringan hingga patah tulang, sehingga penting untuk memberi perhatian khusus pada keamanan area teras. Oleh karena itu, sangat diperlukan langkah-langkah perawatan yang tepat dan pencegahan yang efektif agar teras tetap kering, bersih, dan aman sepanjang musim hujan. Keamanan di area ini harus menjadi prioritas utama bagi setiap penghuni rumah.

Untuk mengatasi tantangan yang dihadapi teras saat musim hujan, terdapat beberapa strategi perawatan yang dapat diterapkan. Mulai dari melakukan pembersihan secara rutin hingga melakukan modifikasi struktural, setiap langkah yang diambil bertujuan untuk mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan oleh musim hujan pada teras rumah Anda. Dengan menerapkan berbagai tips yang relevan, teras Anda akan tetap nyaman dan aman, serta terhindar dari masalah licin dan berlumut.

Berikut penjelasannya:

Pembersihan Rutin untuk Mencegah Lumut dan Kotoran

Pembersihan secara berkala pada area teras dan jalan di sekitarnya sangat krusial untuk mengatasi masalah licinnya teras yang disebabkan oleh lumut. Lumut tidak hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga membuat lantai menjadi licin dan berbahaya bagi siapa pun yang melewatinya, terutama saat musim hujan.

Oleh karena itu, penting untuk memilih pembersih yang sesuai agar lumut serta kotoran dapat dihilangkan dengan efektif dari permukaan teras. Apabila lumut telah tumbuh dengan sangat kuat, mungkin Anda perlu mempertimbangkan penggunaan bahan kimia demi mencapai hasil yang lebih optimal.

Dengan melakukan pembersihan secara rutin, Anda tidak hanya akan menjaga keindahan teras, tetapi juga menjamin keselamatan bagi seluruh anggota keluarga. Kebersihan teras yang terawat dengan baik dapat mengurangi risiko terpeleset dan menciptakan suasana yang lebih nyaman untuk semua orang.

Solusi Alami dengan Cuka, Soda Kue, dan Garam

Untuk mengatasi masalah lumut secara alami, cuka putih merupakan pilihan yang sangat efektif. Anda dapat mencampurkan cuka putih dengan air dalam rasio yang sama, kemudian masukkan ke dalam botol semprot dan semprotkan pada area yang terkena lumut. Biarkan larutan tersebut meresap ke dalam permukaan sebelum menyikatnya hingga bersih.

Alternatif lain yang dapat digunakan adalah soda kue. Caranya, taburkan bubuk soda kue di atas lumut dan biarkan semalaman, lalu pada keesokan harinya, sikat permukaan tersebut dengan sikat berbulu keras untuk menghilangkan lumut yang menempel.

Selain itu, Anda juga bisa memanfaatkan campuran garam dan air. Dengan menyiramkan larutan garam yang dicampur air pada area yang berlumut, Anda bisa menyikatnya hingga lumut benar-benar hilang. Metode alami ini sangat aman dan efektif untuk membersihkan teras tanpa harus menggunakan bahan kimia yang keras.

Manfaatkan Air Mendidih untuk Membersihkan Lumut

Mengatasi masalah lantai teras yang tertutup lumut bisa dilakukan dengan cara menyiram permukaan tersebut menggunakan air yang sudah mendidih. Proses ini sangat efektif karena air panas dapat membantu melonggarkan lumut dari permukaan lantai, sehingga pembersihan menjadi lebih mudah.

Metode ini dikenal sebagai cara yang efisien dan cepat untuk mengatasi lumut yang menempel. Dengan demikian, Anda tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga untuk menggosok lumut yang sulit dihilangkan. Untuk meningkatkan efektivitas pembersihan, Anda juga disarankan untuk menambahkan beberapa tetes sabun ke dalam air mendidih tersebut.

Kombinasi panas dan sabun akan membantu mengangkat lumut lebih optimal. Dengan cara ini, proses pembersihan bisa menjadi lebih cepat dan hasilnya pun lebih memuaskan. Anda akan merasakan manfaat dari metode ini setelah melihat lantai teras Anda bersih dan bebas dari lumut yang mengganggu.

Pemasangan Kanopi atau Perlebar Atap Teras

Untuk menghindari kotoran di teras yang disebabkan oleh air hujan, sangat dianjurkan untuk memasang kanopi sehingga air tidak langsung jatuh ke teras. Selain itu, kanopi juga berfungsi melindungi teras dari sinar matahari yang terlalu menyengat, sehingga membuat area tersebut lebih nyaman untuk digunakan.

Jika atap teras terlalu pendek, air hujan akan mudah masuk saat tertiup angin kencang. Oleh karena itu, penting untuk menambah panjang atap sekitar 50 hingga 100 cm guna mendapatkan perlindungan yang lebih efektif.

Untuk mendapatkan perlindungan yang optimal dari percikan air, panjang kanopi sebaiknya ditambahkan setidaknya 2 hingga 3 meter dari ujung teras dengan sudut kemiringan sekitar 45 derajat. Dengan cara ini, air yang jatuh bisa diarahkan jauh dari teras, sehingga area tersebut tetap kering dan bersih.

Desain Saluran Pembuangan Air yang Efisien

Saluran pembuangan air memiliki peranan yang sangat penting untuk memastikan teras tetap kering, terutama di musim hujan. Jika tidak ada sistem drainase yang memadai, air akan menggenang dan membuat permukaan menjadi lebih licin.

Anda dapat membuat saluran kecil atau aliran air yang mengarah langsung ke lokasi pembuangan terdekat. Dengan adanya saluran ini, air hujan dapat dialirkan dengan lebih baik dan terkontrol.

Saluran pembuangan yang efisien akan mencegah air menciprat ke teras dan mengurangi kelembapan. Dengan cara ini, teras dapat terjaga kebersihannya dan tidak mudah licin, sehingga menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman.

Pemanfaatan Tanaman Penyerap Kelembapan

Menanam jenis tanaman yang mampu menyerap kelembapan di sekitar teras dapat berfungsi untuk mengurangi pertumbuhan lumut secara alami. Tanaman-tanaman tersebut memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan kelembapan di area teras, sehingga menciptakan lingkungan yang lebih sehat.

Salah satu contoh yang baik adalah taman hujan, yang merupakan area hijau dengan tanaman penyerap air yang efektif, seperti rumput zebra. Taman ini tidak hanya berfungsi sebagai penyaring alami, tetapi juga mampu menyerap air untuk mencegah terjadinya luapan. Tanaman berakar dalam dapat merendam dan menyimpan air hujan, yang menjadikannya pilihan yang tepat untuk mengelola kelembapan.

Selain itu, menempatkan tanaman tinggi di pinggir teras dapat berfungsi sebagai pagar alami yang efektif untuk meredam laju angin dan percikan air hujan. Jenis tanaman seperti bambu hias atau pucuk merah bisa menjadi alternatif yang menarik untuk dipilih.

Aplikasi Bahan Anti-Slip dan Tirai Pelindung Outdoor

Untuk meningkatkan keamanan serta traksi, Anda sebaiknya mempertimbangkan penerapan bahan anti-slip pada permukaan teras. Material lantai yang memiliki karakteristik anti-slip sangat penting untuk menghindari kecelakaan, terutama pada area yang sering terkena air.

Di samping itu, untuk mencegah air hujan masuk ke teras, Anda bisa memasang tirai bambu di bagian depan teras. Tirai bambu memiliki kerapatan yang baik untuk menghalangi percikan air hujan dan sangat praktis untuk digulung saat tidak diperlukan.

Selain tirai bambu, Anda juga bisa menggunakan kerai sebagai solusi untuk menghalangi tempias air hujan. Kerai tidak hanya berfungsi sebagai penghalang air, tetapi juga dapat memberikan privasi yang lebih di area teras.

Merawat Teras Rumah saat Musim Hujan

Sebagai tips tambahan merawat teras rumah saat musim hujan, penting untuk memperhatikan faktor keamanan dan kebersihan secara menyeluruh. Gunakan alas atau karpet anti slip di area yang rawan terpeleset, seperti dekat pintu masuk atau sudut teras yang sering terkena air hujan, agar risiko jatuh dapat diminimalkan.

Selain itu, hindari penggunaan sabun yang terlalu licin atau berlebihan saat membersihkan teras, karena sisa sabun dapat meninggalkan lapisan licin di permukaan lantai. Terakhir, lakukan pemeriksaan teras secara berkala untuk mendeteksi munculnya lumut sejak dini. Dengan menemukan dan membersihkan lumut lebih awal, teras akan tetap aman, tidak licin, dan terjaga kebersihannya sepanjang musim hujan. 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading