Sukses

Lifestyle

4 Ciri Orang yang Selalu Ingin Dipuji dan Haus Validasi

ringkasan

  • Ketergantungan pada pujian dan validasi eksternal
  • Kesulitan menerima kritik dan selalu ingin menjadi pusat perhatian
  • Harga diri terikat pada respons orang lain dan perilaku di media sosial

Fimela.com, Jakarta - Setiap orang tentu merasa senang ketika mendapatkan apresiasi atau pujian atas usaha dan pencapaiannya. Namun, ada kalanya kebutuhan akan pujian ini berkembang menjadi sebuah ketergantungan, di mana seseorang terus-menerus mencari pengakuan dari orang lain untuk merasa berharga.

Fenomena ini dikenal sebagai 'haus validasi', sebuah kondisi yang bisa memengaruhi interaksi sosial dan kesehatan mental. Orang yang haus validasi kerap menjadikan pujian sebagai 'bahan bakar' yang harus terus-menerus diperoleh agar merasa cukup baik.

Psikiater Timothy Jeider dikutip dari Psych Central, menjelaskan bahwa sebagian orang menggunakan persetujuan dari orang lain untuk memperkuat rasa berharga dalam diri. Ketika rasa berharga tersebut sedang goyah, mereka cenderung mencari validasi dari lingkungan sekitar.

Memahami ciri-ciri orang yang selalu ingin dipuji dapat membantu kita mengenali pola perilaku ini, baik pada diri sendiri maupun orang di sekitar. Berikut adalah beberapa tanda yang menunjukkan seseorang selalu ingin dipuji.

1. Ketergantungan pada Pengakuan Eksternal

Orang yang selalu ingin dipuji cenderung menjadikan apresiasi sebagai penentu utama nilai diri mereka. Mereka sangat senang menerima pujian dan cenderung mengharapkannya setiap saat.

Ketergantungan ini membuat mereka merasa lebih tenang setelah mendapatkan pujian, namun ketenangan tersebut seringkali hanya bersifat sementara. Ketika tidak ada respons yang diinginkan, keraguan terhadap diri sendiri dapat kembali muncul, menjadikan pujian sebagai 'bahan bakar' yang harus terus dicari agar merasa cukup baik.

Harga diri mereka tidak bersumber dari kualitas internal, melainkan dari validasi yang diberikan oleh orang lain. Hal ini menciptakan siklus di mana mereka terus mencari cara untuk mendapatkan persetujuan dan pujian demi menjaga perasaan berharga mereka.

2. Sulit Menerima Kritik dan Selalu Ingin Jadi Pusat Perhatian

Salah satu ciri menonjol dari individu yang haus pujian adalah ketidakmampuan mereka dalam menerima kritik, bahkan yang bersifat membangun sekalipun. Mereka cenderung bersikap defensif atau mengabaikan masukan yang tidak sejalan dengan pandangan mereka.

Kritik sering dianggap sebagai ancaman terhadap citra diri mereka yang sempurna, sehingga sulit bagi mereka untuk melihatnya sebagai kesempatan untuk berkembang. Reaksi keras terhadap kritik ini bisa menjadi indikator kuat bahwa seseorang sangat bergantung pada validasi eksternal.

Selain itu, orang-orang ini merasa nyaman ketika perhatian orang lain tertuju pada mereka di berbagai situasi sosial. Mereka akan berusaha menjadi fokus utama percakapan, seringkali dengan menceritakan pengalaman, pencapaian, atau masalah pribadi secara berulang. Tak jarang, mereka akan memotong pembicaraan orang lain, menonjolkan diri sendiri, atau melakukan hal-hal mencolok demi menarik perhatian.

3. Harga Diri yang Terikat dan Perilaku di Media Sosial

Konsep contingencies of self-worth menjelaskan bahwa harga diri seseorang dapat bergantung pada faktor-faktor tertentu, termasuk persetujuan dari orang lain. Menurut Science Direct, penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Personality and Social Psychology menunjukkan bahwa persetujuan orang lain (approval from others) merupakan salah satu dari tujuh sumber harga diri yang dapat menjadi dasar penilaian seseorang terhadap dirinya.

Di era digital, kebutuhan akan validasi seringkali termanifestasi melalui penggunaan media sosial yang berlebihan. Suasana hati mereka bisa sangat dipengaruhi oleh angka, seperti jumlah 'likes', komentar, atau 'views' pada unggahan mereka. Mereka mungkin terus-menerus memeriksa media sosial sebagai ukuran seberapa besar orang lain menyukai atau menghargai mereka.

Rasa takut akan penolakan juga menjadi pendorong utama perilaku mencari validasi. Mencari pengakuan seringkali menjadi cara untuk menghindari rasa sakit akibat penolakan. Mereka juga cenderung menghindari risiko karena khawatir akan mengecewakan orang lain, yang pada akhirnya membatasi potensi pertumbuhan pribadi.

4. NPD, Ciri Lain yang Perlu Diwaspadai

Orang yang haus pujian mungkin juga kesulitan membuat keputusan tanpa masukan dari orang lain, atau merasa sangat terganggu oleh kritik dan penolakan. Mereka sering mencari kepastian dari orang lain bahkan untuk hal-hal kecil, seperti memilih pakaian atau mengambil keputusan sederhana, karena takut salah atau tidak cukup baik.

Dalam pergaulan, individu ini kadang tidak tulus dan berusaha mengendalikan pembicaraan agar menjadi pemeran utama dalam sebuah kelompok. Mereka juga bisa mendramatisir keadaan atau menyebarkan gosip untuk mendapatkan perhatian.

Sifat sulit menerima kritik dan selalu haus pujian ini bahkan bisa menjadi tanda gangguan kepribadian narsistik (NPD). Orang dengan NPD cenderung merasa dirinya lebih penting, membutuhkan pengakuan berlebihan, dan tidak tahan terhadap kritik atau kekalahan. Mereka seringkali melebih-lebihkan kemampuan dan prestasi, yang terkadang terlihat seperti promosi diri berlebihan dan mengabaikan fakta.

Pertanyaan Seputar Ciri Orang yang Selalu Ingin Dipuji

Apa yang dimaksud dengan haus validasi?

Haus validasi adalah kondisi ketika seseorang terlalu bergantung pada pujian, persetujuan, atau pengakuan orang lain untuk merasa berharga dan meningkatkan kepercayaan dirinya.

Apa saja ciri-ciri orang yang haus pujian?

Ciri-cirinya antara lain sangat membutuhkan pengakuan, sulit menerima kritik, senang menjadi pusat perhatian, sering mencari kepastian dari orang lain, serta mudah terpengaruh oleh respons di media sosial.

Mengapa seseorang bisa menjadi haus validasi?

Kebutuhan berlebihan terhadap validasi dapat berkaitan dengan harga diri yang kurang kuat, rasa takut ditolak, pengalaman sosial tertentu, atau kebiasaan menjadikan persetujuan orang lain sebagai ukuran nilai diri.

Apakah haus validasi selalu berarti seseorang mengalami gangguan kepribadian narsistik?

Tidak. Seseorang yang haus pujian belum tentu memiliki gangguan kepribadian narsistik (NPD). NPD merupakan kondisi klinis dengan pola perilaku dan karakteristik yang lebih luas sehingga diagnosisnya perlu dilakukan oleh profesional.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading