Sukses

Parenting

Ibu, Sungguh Hati Ini Belum Sempurna Mencintaimu

Sering sudah kita mendengar bahwa kita baru akan menyadari betapa berharganya seseorang itu saat kita sudah kehilangannya. Selama ini mungkin kita merasa terasingkan, kesepian seorang diri. Tapi jarang kita menyadari bahwa ada orang yang pasti dan akan selalu mencintai kita. Ada seseorang yang selalu mendoakan kita, ia adalah ibu.

Sebuah video dari Viddseeini sungguh menyentuh hati. Video ini kembali menyadarkan betapa kita sebagai anak belum sempurna mencintai ibu kita dengan tulus. Bahkan kita masih sering egois terlalu mementingkan diri sendiri dan tak lagi peduli dengan ibu kita.

Video ini menampilkan dua tokoh, seorang ibu yang sudah sepuh dan sesosok robot anak. Suatu hari sang ibu menerima paket dari anaknya dengan pesan bahwa ia tak bisa pulang. Sebagai gantinya, sang anak mengirimi sesosok robot untuk menemani ibunya. Entah apa yang dipikirkan sang anak mengirimkan robot untuk ibunya itu. Mungkin ia ingin agar ibunya tak merasa kesepian di rumah. Robot itu pun jadi pengganti keabsenan sang buah hati di rumah. Tapi apakah ibu sudah bisa cukup bahagia dengan kehadiran robot tersebut?

Video: copyright youtube.com/Viddsee

Foto: copyright youtube.com/Viddsee

Ibu dan robot itu pun menghabiskan waktunya bersama-sama. Tapi terlihat jelas ada kekosongan dan kehampaan hati yang dirasakan sang ibu. Tanpa kehadiran anak kandungnya di sisi, ibu tetap merasa sepi. Hanya saja ia terus berusaha berdamai dengan kondisi dan situasinya tersebut.

Foto: copyright youtube.com/Viddsee

Foto: copyright youtube.com/Viddsee

Keduanya makin akrab. Mulai dari menikmati makan malam bersama, menonton televisi bersama, menghabiskan waktu melamun di teras rumah bersama, sampai membuat rencana untuk menonton sirkus berdua. Hanya saja waktu dan usia tak bisa berbohong.

Foto: copyright youtube.com/Viddsee

Foto: copyright youtube.com/Viddsee

Sang ibu semakin tua. Ia mulai sakit-sakitan. Si robot tak bisa apa-apa ketika mendapati "ibunya" itu suatu hari tak bergerak. Dirinya panik dan tak tahu harus berbuat apa. Malah dia menaruh sejumlah baterai di saku baju ibu. Saat tak ada lagi yang bisa dilakukannya, ia hanya bisa duduk pasrah bersandar pada ibu. Waktu terus bergulir. Tak ada lagi tawa, obrolan, bahkan senyuman hangat itu pun lenyap sudah. Yang ada tinggallah sepi.

Foto: copyright youtube.com/Viddsee

Foto: copyright youtube.com/Viddsee

“I like it when my mother smiles. And I especially like it when I make her smile.”

― Adriana Trigiani, Viola in Reel Life

Video tersebut sungguh membuka mata hati kita betapa selama ini hati kita belum sepenuhnya sempurna mencintai ibu kita. Memang kadang kesibukan membuat kita tak punya waktu untuk sekadar menanyakan kabar pada ibu kita. Urusan pekerjaan atau tanggung jawab lain kerap membuat kita seolah lupa kalau ada ibu yang selalu mendoakan dan menunggu kepulangan kita di rumah.

“If you can't go back to your mother's womb, you'd better learn to be a good fighter.”

― Anchee Min, Red Azalea

Kita memang mungkin bukan anak yang sempurna dan terbaik di mata ibu. Bahkan belum banyak yang bisa kita lakukan untuk membahagiakan ibu. Seringkali kita lupa untuk menanyakan kabarnya, memeluknya, atau sekadar memberikan senyuman padanya. Semoga kita masih punya banyak kesempatan untuk membuatnya bahagia. Sebelum semuanya terlambat, sebelum semuanya terlepas dari genggaman kita.

(vem/nda)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading