Sukses

Parenting

Jangan Suka Membandingkan Anak, Ini 6 Bahayanya, Moms!

Orangtua sebaiknya selalu mengatakan hal-hal baik kepada anaknya. Namun terkadang ketika orangtua melihat anaknya tidak sepintar atau seberbakat anak-anak lainnya, mereka cenderung membandingkan. Kalimat seperti 'Kok kamu nggak seperti si A yang pintar matematika?' atau 'Tuh lihat si B, dia bisa gini dan gitu...'.

Ketahuilah Moms, bahwa membandingkan anak itu hal yang tidak baik. Membandingkan anak punya dampak negatif berikut ini.

1. Anak stres
Orangtua yang selalu membandingkan akan membuat kesehatan mental anak terganggu. Anak akan stres dan terbebani menjadi sosok yang bisa disukai orangtuanya.

2. Anak minder
Anak akan merasa dirinya tidak lebih baik dari anak lain. Kepercayaan dirinya akan menurun drastis dan ia tidak yakin dengan apa pun yang ia lakukan. Ia pun akan jadi anak tertutup karena minder.

3. Menekan bakat alami anak
Membandingkan akan membuat bakat alami anak terkubur. Mungkin dia tidak pandai matematika, tapi bisa jadi ia mahir menguasai bahasa dengan baik, atau mungkin ia berbakat di bidang olahraga. Jangan samakan potensi anak satu dengan yang lainnya.

Anak akan minder jika terus dibandingkan./copyright Shuttertstock.com

4. Konsep diri kacau
Anak akan mengalami kesulitan dalam hal pembentukan jati diri. Bisa jadi segala sesuatu yang dilakukan anak untuk orang tua semata-mata hanya untuk ingin mendapatkan pujian.

5. Iri hati
Anak juga kemungkinan menanam benih sifat negatif yaitu iri hati dan benci terhadap anak yang dibandingkan dengannya. Jika yang dibandingkan dengannya adalah saudara kandungnya sendiri, maka ia akan membenci saudaranya tersebut.

6. Menjauh dari orang tua
Anak akan merasa dirinya tidak diinginkan dan tidak dihargai orangtuanya, dan oleh karena itu ia akan membuat jarak dengan orangtuanya sendiri. Hubungan orangtua dan anak tidak akan baik.

Itulah mengapa sebaiknya Moms tidak membandingkan anak dengan anak lain. Hargai anak dan dukung kemampuan di dalam dirinya, bukan justru membandingkan, karena setiap anak punya potensi kecerdasannya sendiri.

Sumber: Liputan6.com

(vem/feb)
;
Loading