Sukses

Parenting

Ibu Hamil Positif Hepatitis B, Begini Cara Menanganinya!

Ibu hamil bertanggung jawab menjaga kesehatan, bukan hanya kesehatan dirinya sendiri, namun lebih penting adalah kesehatan bayi dalam kandungan. Jika ibu sakit, bayi dalam kandungan bisa tertular penyakit yang sama, tidak terkecuali dengan hepatitis B.

Ibu hamil yang positif hepatitis B bisa menularkan virus penyakit ini kepada bayi yang berada dalam kandungannya. Virus hepatitis B yang dibawa anak akan berisiko tinggi berkembang saat si anak tumbuh dewasa. Ketika anak sudah mengalami hepatitis B, kerusakan organ hati tak bisa dihindari dan bahkan berisiko tinggi mengembangkan kanker hati.

Untuk menghindarinya, ibu hamil dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan rutin, salah satunya adalah tes darah. Ketika didiagnosis positif virus hepatitis B pada ibu, bisa dilakukan penanganan yang tepat demi menyelamatkan ibu dan bayi.

Seperti dikatakan Ketua PB Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia, Irsan Hasan, dalam acara 'Peranan Uji Diagnostik dalam Memerangi Hepatitis', "Di dalam kandungan, jika ibu kena hepatitis B, maka bayi tidak diapa-apain (tidak diintervensi). Bayi baru diintervensi setelah lahir."

Ibu hamil mengalami hepatitis B, bayi harus segera divaksin setelah lahir/copyright Shutterstock.com

Penanganan dilakukan dengan cara diberikan vaksin pada bayi yang baru dilahirkan. Vaksin harus segera dilakukan, tidak boleh menunggu lama, karena dikhawatirkan akan mudah berkembang ketika tidak segera diberi vaksin.

Irsan Hasan menjelaskan, seringkali ibu keberatan jika anaknya divaksin setelah dilahirkan. Para ibu ingin anaknya divaksin seminggu setelahnya atau lebih lama lagi, namun jika seperti itu, virus hepatitis B sudah terlanjur masuk ke hati bayi. Jadi lebih baik segera divaksin setelah lahir.

Penanganan untuk ibu hamil juga bisa dilakukan. Berdasarkan kebijakan baru dari Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia, ibu hamil akan diberikan vaksin, immunoglobulin (antibodi) dan obat selama tiga bulan jelang melahirkan. Meski begitu, masih ada risiko bayi terkena virus hepatitis B sebanyak 5 persen.

Namun tentunya, penanganan dini seperti ini masih lebih baik dilakukan daripada tidak dilakukan penanganan sama sekali pada ibu dan bayi demi kesehatan mereka, ladies. Oleh karena itu, jangan abaikan pemeriksaan rutin ketika hamil ya!

Sumber: Liputan6.com

(vem/feb)
Loading
Artikel Selanjutnya
Diary Fimela: Produk Fashion Bertema Budaya Betawi Makin Laris Saat Pandemi
Artikel Selanjutnya
Ramai Pertanyaan Jakarta Lockdown? Pemerintah Terapkan Pembatasan Mobilitas di 10 Ruas Jalan Ibu Kota