Sukses

Parenting

Apnea Pada Bayi - Gejala dan Treatment

Salah satu penyakit bayi yang umunya terjadi adalah yang berhubungan dengan sistem pernafasan. Selain sesak nafas, ada juga penyakit bernama apnea. Apnea merupakan berhentinya proses bernafas pada bayi saat tidur selama beberapa detik.

Apnea lebih sering terjadi pada bayi prematur atau bayi yang memiliki down syndrome. Untuk mengetahui apakah bayi Anda mengalami apnea atau tidak, adalah memperhatikan saat dia tidur. Jika bayi anda berusia di atas 6 minggu namun si kecil sering berhenti bernafas sesaat (15-20 detik) lalu mulai bernafas lagi dengan sendirinya, ada kemungkinan dia mengalami apnea.

Pada bayi prematur,dia akan dirawat dalam inkubator sehingga jika dia mengalami apnea akan terdeteksi dengan lebih cepat. Jika Anda menemukan si bayi sedang berhenti bernafas, gosoklah badannya, terutama bagian kaki. Hal ini berfungsi untuk memulihkan kesadaran otot dan otaknya.

Belum ditemukan cara untuk mencegah apnea ini sebab apnea lebih sering disebabkan oleh sistem pernafasan dan syaraf yang belum berkembang sempurna. untuk metode penyembuhannya biasanya bayi akan sembuh dengan sendirinya seiring dengan pertumbuhan umurnya dan perkembangan sistem dalam tubuh.

Seperti yang dilansir dari healthofchildren.com, kebanyakan orang tua memilih untuk tidur disebelah bayi mereka untuk mengetahui perkembangan keadaannya. Hal lain yang perlu diketahhui adalah apnea ini tidak hanya terjadi pada bayi saja, namun anak-anak usia lebih tua dan orang dewasa juga bisa terserang.

Oleh: Asizah

(vem/rsk)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading