Sukses

Food

Panduan Bikin Getuk Singkong Kukus Empuk: Resep, Tips, dan Penyimpanan

Fimela.com, Jakarta - Getuk singkong kukus jadi camilan tradisional yang mudah dibuat dan disukai keluarga. Tantangannya, hasil kadang keras atau kurang lembut. Agar teksturnya pulen, cara membuat getuk singkong kukus perlu diperhatikan sejak pemilihan bahan hingga teknik pengukusan dan pengolahan adonan.

Faktor penentu kelembutan antara lain jenis serta kematangan singkong, lama dan teknik mengukus, hingga komposisi bahan tambahan seperti gula, kelapa, santan, dan margarin. Kesalahan kecil, misalnya menghaluskan singkong dalam kondisi sudah dingin atau takaran gula berlebihan, dapat membuat getuk padat dan kering. Berikut resep, langkah pengolahan, serta tips agar getuk tetap empuk.

Di sisi lain, singkong menawarkan nilai gizi yang patut dicatat. Dalam setiap 100 gram singkong rebus, sekitar 98 persen kalorinya berasal dari karbohidrat. Singkong juga merupakan sumber serat yang bermanfaat untuk saluran pencernaan, membantu mengurangi peradangan, serta berperan dalam mengendalikan kadar gula darah.

Kandungan serat pada singkong dikaitkan dengan penurunan tekanan darah, kadar kolesterol, dan risiko penyakit jantung. Singkong mengandung vitamin C yang bertindak sebagai antioksidan kuat, membantu mengurangi kerusakan sel akibat radikal bebas, mendukung sistem kekebalan tubuh, serta esensial untuk produksi kolagen yang menjaga elastisitas kulit.

Selain itu, singkong memiliki mineral penting seperti kalsium, fosfor, mangan, zat besi, dan kalium. Mineral-mineral ini vital untuk perkembangan, pertumbuhan, dan fungsi jaringan tubuh, termasuk menjaga kesehatan tulang dan gigi. Keunggulan lain, singkong bebas gluten secara alami, sehingga bisa menjadi opsi bagi penderita celiac atau yang sensitif terhadap gluten.

Bahan Lengkap untuk Getuk Singkong Kukus

Takaran bahan yang tepat berpengaruh langsung pada tekstur akhir. Garam berfungsi menyeimbangkan rasa manis gula sekaligus menonjolkan cita rasa gurih alami singkong. Santan sangat membantu menjaga kelembutan dan rasa yang lebih kaya.

Bahan:

  • 1 kg singkong segar, kupas dan cuci bersih
  • 150 gram gula pasir
  • 1/2 sdt garam
  • 100 ml santan kental hangat
  • 2 sdm margarin
  • 1 lembar daun pandan, simpulkan

Bahan taburan:

  • 200 gram kelapa parut setengah tua
  • 1/4 sendok teh garam
  • 1 lembar daun pandan

Jika ingin tampilan menarik, kamu bisa menambahkan pewarna makanan alami seperti pasta pandan untuk warna hijau, atau pewarna makanan sintetis sesuai selera.

Cara Membuat Getuk Singkong Kukus yang Pulen

Proses pengukusan dan penghalusan perlu dilakukan saat singkong masih panas agar mudah lumat dan hasil getuk lebih lembut. Pada resep ini, singkong dikukus 30–40 menit bersama daun pandan hingga empuk saat ditusuk garpu.

  1. Potong-potong singkong ukuran sedang agar cepat matang. Kukus singkong bersama daun pandan selama 30–40 menit atau hingga benar-benar empuk saat ditusuk garpu.
  2. Angkat singkong selagi panas, lalu buang serat keras di bagian tengahnya.
  3. Pindahkan singkong yang masih hangat ke wadah besar. Tambahkan gula pasir, garam, margarin, dan santan hangat sedikit demi sedikit. Tumbuk atau haluskan hingga lembut dan tercampur rata.
  4. Uleni sebentar sampai adonan terasa kalis dan mudah dibentuk.
  5. Ambil adonan, padatkan dalam loyang atau cetakan. Ratakan permukaan dengan sendok atau spatula. Diamkan 10–15 menit hingga agak set.
  6. Aduk kelapa parut dengan garam dan daun pandan, lalu kukus 10 menit agar lebih awet dan tidak mudah basi. Angkat dan dinginkan.
  7. Potong getuk sesuai selera. Sajikan dengan taburan kelapa parut kukus.

Untuk penyimpanan, getuk singkong sebaiknya dikonsumsi dalam 1–2 hari. Simpan dalam wadah kedap udara pada suhu ruang. Hindari menyimpan getuk yang sudah ditaburi kelapa parut terlalu lama.

Tips Agar Getuk Tidak Keras dan Tetap Empuk

Jika getuk terasa keras, beberapa penyebab umumnya adalah singkong kurang matang saat dikukus, singkong tidak dihaluskan selagi hangat, atau penggunaan gula yang terlalu banyak.

  • Pilih singkong yang masih segar dan tidak terlalu tua karena teksturnya lebih empuk setelah dikukus.
  • Pastikan singkong benar-benar matang sebelum dihaluskan.
  • Haluskan singkong saat masih panas agar teksturnya lebih lembut.
  • Tambahkan santan hangat sedikit demi sedikit untuk menjaga kelembapan adonan.
  • Jangan menggunakan terlalu banyak gula karena dapat membuat tekstur getuk menjadi lebih padat.
  • Simpan getuk dalam wadah tertutup agar tidak cepat kering dan mengeras.

Sebagai catatan, santan tidak wajib digunakan, namun sangat disarankan untuk membantu mendapatkan tekstur lebih lembut dan rasa yang lebih kaya. Penambahan warna bisa dilakukan dengan pasta pandan atau pewarna makanan sesuai kebutuhan tampilan.

Memilih dan Mengukus Singkong Terbaik sebelum Dimasak

Kualitas singkong menentukan hasil akhir. Pilih yang segar, tidak terlalu tua atau terlalu muda. Singkong yang terlalu muda cenderung rendah pati dan bisa menghasilkan getuk keras, sedangkan yang terlalu tua berisiko berserat kasar. Ciri yang disarankan: kulit ari kemerahan, cokelat muda, atau kekuningan; hindari yang terlalu gelap atau keabu-abuan. Batang sebaiknya gendut dan lurus, tidak berbintik hitam atau kecokelatan, ujung masih utuh dan lembap, serta terasa renyah saat sedikit dipatahkan. Jenis singkong mentega atau singkong madu dikenal bertekstur lebih lembut dengan kadar pati yang cukup tinggi.

Sebelum dikukus, kupas kulit hingga bersih, cuci di bawah air mengalir, dan potong kecil-kecil agar cepat empuk. Merendam singkong sekitar 15 menit sebelum dikukus dapat membantu proses pematangan dan menghasilkan tekstur lebih empuk. Setelah matang, buang sumbu atau serat di bagian tengah karena keras dan tidak bisa diolah.

Terkait durasi, panduan umum menyebut pengukusan optimal membutuhkan waktu sekitar 60 menit hingga singkong benar-benar empuk. Pengukusan lebih disarankan daripada perebusan karena membantu menghasilkan tekstur yang lebih empuk dan tidak berserat. Dalam praktik resep di atas, singkong dikukus 30–40 menit sampai empuk saat ditusuk, lalu langsung diolah selagi hangat.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading