Sukses

Parenting

5 Perubahan yang Terjadi pada Tubuh Ibu setelah Melahirkan

ringkasan

  • Keluarnya Darah dan Lendir
  • Nyeri Kontraksi Perut
  • Payudara Terasa Panas dan Bengkak

Fimela.com, Jakarta Setelah melahirkan, ibu akan merasa sangat lelah. Butuh waktu untuk bisa fokus menjalani proses pemulihan hingga kembali sehat. Selain itu, ada beberapa perubahan yang terjadi pada tubuh ibu pasca persalinan.

Ada sejumlah perubahan yang mungkin belum pernah dirasakan pasca persalinan. Dikutip dari buku 9 BUlan Menjalani Kehamilan dan Persalinan yang Sehat, ada lima perubahan yang terjadi pada tubuh ibu setelah melahirkan. Berikut infonya.

1. Keluarnya Darah dan Lendir

Setelah melahirkan, ibu akan mengalami masa nifas. Hal ini ditandai dengan keluarnya cairan darah dari jalan lahir. Cairan yang keluar ini disebut lochia. Pada hari pertama pasca melahirkan, lochia akan berwarna merah lalu berubah kecokelatan hingga akhirnya berwarna putih kekuning-kuningan. Umumnya masa nifas akan berakhir 30 sampai 40 hari pasca persalinan.

2. Nyeri Kontraksi Perut

Perlu diketahui bahwa volume saat kehamilan meningkat 1.000 kali dibandingkan saat tidak hamil. Sehingga, wajar bila pasca persalinan, ibu akan merasakan nyeri kontraksi perut karena rahim berkontraksi mengerut kembali mendekati ukuran normal.

 

3. Payudara Terasa Panas dan Bengkak

Puting payudara akan melembut dan mengluarkan cairan yang disebut kolostrum. Kolostum merupakan cairan susu pertama yang kaya akan antibodi untuk melindungi bayi dan ibu dari infeksi. Saat payudara mulai memproduksi ASI, payudara akan terasa bengkak, nyeri, dan sakit.

4. Nyeri Bekas Jahitan

Bekas jahitan atau luka bekas operasi akan meninggalkan rasa nyeri. Untuk nyeri jahitan di jalan lahir yang robek spontan atau saat episiotomi mungkin akan masih dirasakan pada minggu-minggu pertama. Sedangkan nyeri luka bekas operasi Caesar mungkin masih akan dirasakan satu bulan pasca operasi.

5. Berat Badan Mulai Turun

Setelah melahirkan, berat badan akan mulai turun. Kelebihan cairan akan dikeluarkan bersamaan dengan urin dan keringat. Tak perlu terburu-buru melakukan olahraga atau diet untuk menurunkan berat badan. Fokus saja untuk proses pemulihan agar tumbuh kembali sehat dan bugar.

Semoga info ini bisa menambah wawasan dan pengetahuan agar bisa mempersiapkan diri lebih baik jelang persalinan, ya. 

#GrowFearless with FIMELA

Loading
Artikel Selanjutnya
3 Sinyal Persalinan dan Perlu Segera ke Rumah Sakit
Artikel Selanjutnya
Tak Perlu Risau, Anak yang Lahir Saat Usiamu 30an Tahun Justru Lebih Cerdas