Sukses

Parenting

4 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari setelah Keguguran

Fimela.com, Jakarta Mengalami keguguran memang tak pernah mudah. Tak ada jalan pintas untuk mengobati kesedihan atas kehilangan dalam waktu singkat. Proses untuk memulihkan diri, baik secara fisik maupun mental jelas butuh waktu.

Sembari berusaha untuk menyembuhkan kesedihan, penting juga untuk lebih memperhatikan makanan yang dikonsumsi. Lebih cepat memulihkan kondisi fisik, maka berbagai hal yang lain akan lebih mudah untuk dilewati. Salah satu caranya adalah dengan menjaga pola makan. Melansir What To Eat & Avoid After A Miscarriage? via momjunction.com, ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari setelah mengalami keguguran. Berikut rangkumannya.

1. Pati Rendah Serat

Karbohidrat bisa memberikan energi yang dibutuhkan tubuh dan mengontrol kadar gula tubuh. Namun, pati rendah serat (low-fiber starches) atau biji-bijian olahan (refined grains) sebaiknya dihindari karena bisa menyebabkan fluktuasi kadar gula dalam tubuh. Sebisa mungkin hindari pati rendah serat seperti nasi instan dan mi.

2. Makanan Berpemanis/Bergula

Hindari makanan berpemanis atau bergula yang indeks glisemiknya tinggi. Kenapa? Sebab makanan tersebut bisa menyebabkan fluktuasi gula darah. Ragam permen dan minuman berkarbonasi sebaiknya dihindari dulu.

3. Susu dan Daging yang Terlalu Berlemak

Setelah keguguran, penting untuk menghindari inflamasi yang dapat menyebabkan rasa sakit dan tidak nyaman. Kandungan lemak pada daging dan produk olahan susu dapat menyebabkan inflamsi. Untuk itu sebaiknya hindari terlalu banyak konsumsi yang daging kambing, daging sapi, keju, dan susu yang terlalu berlemak.

4. Makanan Cepat Saji

Sesekali mengonsumsi makanan cepat saji boleh-boleh saja asal tidak berlebihan. Namun, jangan menjadikan makanan cepat saji sebagai makanan utama setelah mengalami keguguran. Terlalu banyak mengonsumsi makanan cepat saji akan menghambat kita mengonsumsi makanan kaya nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

Sebisa mungkin hindari juga daging mentah dan produk olahan susu yang tidak dipasteurisasi untuk meminimalisir kemungkinan terkena infeksi. Menjaga pola makan setelah mengalami keguguran memang bisa menjadi hal yang tak mudah untuk dilakukan karena kita masih harus berjuang dengan menyembuhkan diri dari rasa kehilangan. Namun, dengan dukungan dan bantuan yang tepat, kita bisa perlahan pulih dan membaik seiring waktu berjalan.

#GrowFearless with FIMELA

Loading