Sukses

Parenting

4 Penyebab Bayi Menangis saat Setelah Menyusu

Fimela.com, Jakarta Ketika anak memasuki usia 6 bulan mereka mungkin akan diajarkan untuk mencicipi beberapa jenis makanan yang sesuai dengan nutrisi yang dibutuhkannya. MPASI di berikan kepada anak ketika mereka memasuki usia 6 bulan. Terkadang beberapa bayi memberikan reaksi tidak suka tedhdapa makanan dengan beberapa reaksi misalnya seperti menangis atau tidak pernah ingin memasukkan makanan tersebut ke dalam mulutnya. Namun, beberapa bayi melangami menangis saat setelah mereka makan. Mungkin mereka mengalami beberapa masalah kesehatan saat setelah makan seperti berikut ini.

Sakit Perut

Kolik, dalam istilah medis, British Medical Journal (BMJ) mencantumkan satu kriteria untuk kolik pada bayi, seorang bayi yang menangis setidaknya selama 3 jam sehari, tiga hari atau lebih dalam seminggu dan berusia di bawah 3 bulan, sebaiknya segera periksakan ke dokter.

Refluks Asam

Salah satu penyebab bayi menangis setelah menyusui dan meludah sebenarnya adalah refluks asam. Kondisi ini dikenal sebagai penyakit refluks gastroesofageal (GERD) juga menyebabkan gejala signifikan seperti kenaikan berat badan yang buruk pada bayi. Sementara banyak bayi yang muntah, mungkin lebih sedikit mengalami GERD yang disebabkan oleh flap yang kurang berkembang antara kerongkongan dan lambung atau produksi asam lambung yang lebih tinggi dari normal.

Sensitivitas dan Alergi Makanan

Beberapa bayi, terutama yang masih menyusu, mungkin alergi terhadap partikel makanan tertentu yang dikonsumsi oleh Mom. Yang menyebabkan alergi pada anak paling umum terjadi karena protein susu sapi dalam susu ibu. Penyebab paling umum lainnya adalah telur, jagung dan kedelai. Bayi yang mengalami alergi menunjukkan gejala lekas memerah pada kulitnya. Ada baiknya untuk memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi saat menyusui si kecil.

Gas dalam Perut

Jika bayi menangis setelah setiap menyusu, itu mungkin hanya penumpukan udarah yang ditelah saat mereka minum atau makan. Diperkirakan bayi yang diberi susu botol lebih rentan menelan banyak udara selama menyusu. Ini membuatnya mengalami penumpukan gas dalam perut si kecil dan membuatnya tidak nyaman. Secara umum, bayi yang diberi ASI menelan lebih sedikit udara saat makan atau minum. Tetapi setiap bayi berbeda dan bahkan bayi yang disusui mungkin harus bersendawa setelah menyusu.

Kolik adalah kondisi umum yang terjadi setiap bayi. Tetap perhatikan cara untuk menyusui si kecil. Jika bayi terus menerus menangis saat setelah menyusu atau makan secara rutin, sebaiknya konsultasikan ini dengan dokter.

Cek Video di Bawah Ini

#Changemaker

;
Loading
Artikel Selanjutnya
Mengubah Kebiasaan dengan Upaya Lahir Batin demi Kehadiran Momongan
Artikel Selanjutnya
Tips Melatih Balita Tidur Sepanjang Malam dan Tidak Rewel