Sukses

Parenting

Pentingnya Nutrisi Bagi Pencernaan dan Imun Tubuh Anak

Fimela.com, Jakarta Tumbuh kembang anak dipengaruhi oleh beberapa indikator di antaranya sistem pencernaan yang baik dan imun tubuh yang kuat. Namun pada kenyaaannya, permasalahan pada saluran pencernaan seperti diare menjadi penyakit yang banyak diderita anak di bawah usia lima tahun. Kondisi ini dikarenakan imun tubuh anak yang rendah sehingga mudah terserang penyakit.

Untuk itu, dibutuhkan peran orangtua dalam memberikan nutrisi yang tepat kepada si kecil. Sehingga dapat mempengaruhi tumbuh kembang generasi muda Indonesia di masa depan. Hal ini selaras dengan pembahasan di seminar digital yang diadakan Nutriclub, bertajuk “Nutrisi untuk Imunitas, Kunci Tumbuh Kembang Optimal”.

Pada acara ini, Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastroenterologi DR. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A(K) sistem imunitas dibentuk sejak awal kehidupan dan akan berkembang menjadi lebih kuat dan lebih kompleks seiring dengan pertambahan usia anak. Didukung oleh pemberian nutrisi yang tepat dapat memperkuat imun tubuh sang buah hati. Sistem imun yang terjaga menjadi bekal tubuh anak untuk tumbuh dan berkembang.

Nutrisi mempengaruhi keseimbangan mikroba di dalam saluran pencernaan. Sehingga meningkatkan imun tubuh anak. Jika sudah memiliki imun tubuh yang baik, anak akan sehat dan penyakit yang timbul akibat infeksi juga bisa dihindari.

"Penyebab anak rentan terkena gangguan penyakit infeksi seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan diare salah satunya karena sel-sel usus pada anak masih renggang, mengakibatkan apabila ada kuman atau alergen akan mudah masuk melalui sel-sel tersebut. Selain itu, mikrobioma pada saluran cerna tidak berkembang dengan baik. Bakteri pada mikrobioma memiliki peran terhadap imunitas, nutrisi, dan perlindungan terhadap akteri patogen. Dalam tubuh manusia terdapat sekitar 10-100 triliun mikrobioma dengan jumlah paling banyak terdapat di usus,” ungkap dr Ariani.

 

GIANT Study tentang pentingnya prebiotik untuk pencernaan anak

Penjelasan ini semakin diperkuat lewat penelitian GIANT Study yang dilakukan Head of Departement of Pediatrics, Vrije Universiteit Brussel, Prof. Yvan Vandenplas, MD, PhD. Penelitian ini mengungkapkan bahwa pemberian nutrisi berupa susu pertumbuhan dilengkapi prebiotik yang sangat dibutuhkan dalam keseimbangan mikroba dalam pencernaan, menurunkan risiko infeksi lebih rendah.

“Lebih spesifik, prebiotik yang merupakan karbohidrat atau serat yang tidak dapat dicerna dan difermentasikan oleh bakteri dalam usus mampu merangsang perkembangan bakteri baik bifidobacteria. Kombinasi prebiotik FOS dan GOS dengan rasio 1:9 dapat meningkatkan jumlah bifidobacteria, menstimulasi pertumbuhan spesies bifidobacteria dan lactobacillus tertentu, mengurangi bakteri patogen, dan membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan. 3 FOS dan GOS juga mampu membantu mendukung daya tahan tubuh dan mengurangi risiko infeksi. 4 ” kata Yvan Vandenplas.

 

Nutrisi yang tepat untuk pencernaan dan imun tubuh anak

Pada GIANT study yang dilakukan pada 767 anak sehat berusia di atas 1 tahun di 5 negara yang mengonsumsi susu pertumbuhan dengan prebotik lcFOS/scGOS dan n-3 LC PUFA ditambahkan ke dalam susu. Hasilnya adalah infeksi risiko yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi susu sapi.

"Di tengah tantangan kesehatan yang sedang kita hadapi bersama-sama ini, imunitas anak perlu didukung salah satunya dengan pemberian nutrisi yang tepat. Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia melalui Nutriclub berharap dengan adanya kegiatan diskusi ini, lebih banyak orang tua yang mengetahui pentingnya imunitas dan cara mendukung imunitas anak melalui nutrisi agar si Kecil memiliki tumbuh kembang optimal. Para orang tua bisa mendapatkan informasi seputar nutrisi, stimulasi, tumbuh kembang dan ilmu parenting lainnya dengan mengunjungi www.nutriclub.id,” tutup Arif Mujahidin Corporate Communication Director Danone Indonesia.

#changemaker

;
Loading
Artikel Selanjutnya
4 Bahan Herbal yang dapat Meningkatkan Produksi ASI dengan Cepat
Artikel Selanjutnya
Pentingnya Deteksi Dini Gangguan Kesehatan Mental pada Anak Melalui Konsultasi Daring