Sukses

Parenting

Pilu, Seorang Ibu Menyaksikan Putranya Meninggal dalam Pelukannya Sembari Tersenyum

Fimela.com, Jakarta Tidak ada yang membuat seorang ibu kehilangan separuh jiwanya selain kehilangan sang buah hati. Victoria Lamb, seorang ibu asal Nottingham, Inggris, menceritakan kisah pilunya ketika menyaksikan sang buah hati yang masih berumur 9 tahun mengembuskan napasnya yang terakhir sembari tersenyum dalam pelukannya. 

Sang anak, Carter Reece Lamb, meninggalkan dunia pada 14 Juli 2020 lalu, usai berjuang memerangi penyakitnya yang langka. Diceritakannya dalam laman Facebook Carter's Story, bocah ini terlahir dengan kondisi langka, Mitochodrial atau juga disebut mito, yang penyebabnya belum diketahui. 

Dilansir dari Nottingham Post, mito merupakan sebuah istilah yang diberikan pada sekelompok kelainan medis yang disebabkan oleh mutasi pada organel kecil (mitokondria) yang ada di hampir setiap sel di tubuh manusia, dan menghasilkan sekitar 90 persen energi yang manusia butuhkan untuk hidup. 

Ketika sel-sel ini tidak berfungsi dengan baik, efeknya menjadi sangat serius. Bagi Carter, kondisi ini membuatnya kesulitan makan. Bahkan, tubuhnya juga kesulitan menyerap nutrisi dari makanan yang dia konsumsi. Karena kondisi ini, Carter harus mengunjungi rumah sakit secara berkala. 

Diagnosa Awal: Bertahan hingga 3 Tahun

Pada mulanya, dokter yang menangani Carter mendiagnosa dirinya hanya bisa bertahan hingga usia 3 tahun. Namun, seperti diberikan mukjizat, Carter berhasil bertahan hingga usianya mencapai 9 tahun. 

Meski Carter mengalami kondisi sulit karena penyakitnya, Victoria mengaku sang buah hatinya selalu dalam kondisi gembira. Bahkan, seberapa pun dia mengalami rasa sakit, Carter terus memamerkan senyuman manisnya. 

"Selama rasa sakitnya terkendali, dia selalu bahagia. Setiap orang pernah melihat senyumannya, dia (Carter) sangat senang berada di antara anak-anak lain," ungkap Victoria kepada Nottingham Post. 

Kondisi Memburuk

Sayangnya, kondisi Carter memburuk ketika dia masuk sekolah di Oak Field School, Bilborough. Saat itu, dia mengalami gagal jantung, dimana jantungnya berhenti selama 6 menit. Dia lantas dilarikan ke rumah sakit dan dirawat selama seminggu di ruang ICU dengan alat-alat yang membantunya untuk bertahan hidup dan bernapas. 

"Para dokter telah mencoba berbagai hal untuk membantu dan menyelamatkannya. Seperti memberikan selang PICC untuk makan, tapi ternyata malah muncul sepsis dalam waktu seminggu," kata Victoria. 

Kondisi Carter semakin buruk dari waktu ke waktu. Tubuhnya yang tidak bisa menyerap nutrisi dari makanan membuat berat badannya turun secara drastis. Sebelum mengembuskan napas terakhirnya di pelukan sang ibu, berat badan Carter hanya 10kg. Kini Carter telah meninggalkan Victoria. Meskipun begitu, Carter meninggalkan ibu yang begitu dia cintai dengan wajah tersenyum. 

#ChangeMaker

Simak Video Berikut

;
Loading