Sukses

Parenting

6 Cara Melatih Anak Berbicara secara Lancar

Fimela.com, Jakarta Ketika mendengar anak mengucapkan kata-kata pertamanya tentu menjadi momen yang sangat membahagiakan bagi setiap orangtua.

Namun sebelum benar-benar mengatakan kata-kata pertama, anak akan mengoceh atau mengucapkan kata-kata seperti na, pa, ta, ma dan masih banyak lagi.

Melansir dari laman parents.com, ada tahapan-tahapan yang akan dilalui anak sebelum ia mulai berbicara. Para ahli mengungkapkan jika secara umum anak akan mulai bicara saat usianya mencapai satu tahun.

Dalam kemampuan berbahasa, ada beberapa tanda yang perlu diperhatikan orangtua, seperti menggunakan 2-3 kata pada umur 12-15 bulan, memahami dan mengikuti perintah sederhana saat berusia 14-16 bulan, dan dapat menyebutkan nama barang, hewan, atau namanya sendiri ketika menginjak usia 2 tahun.

Namun perlu diingat, perkembangan kemampuan pada setiap anak berbeda-beda, jadi tidak perlu terlalu cemas jika merasa si Kecil tertinggal dari teman-teman seusianya.

Lalu bagaimana cara mengajari anak berbicara dengan jelas? Dilansir dari blog.medel.com.

1. Berbicaralah Lebih Banyak

Ajaklah anak berbicara lebih banyak. Bicaralah tentang berbagai macam hal, tentang apa yang dilakukan, apa yang dia lakukan tentang apa yang sedang dipikirkan dan rasakan , dan tentang apa yang sedang anak rasakan dan pikirkan .

Semakin banyak anak mendengarkan sebuah percakapan dengan jelas, semakin mereka terasah untuk mengucapkan kata-kata yang sama dengan jelas dan benar.

2. Biarkan Anak Mendengar Terlebih Dahulu

Orangtua harus bicara terlebih dahulu, sebelum menunjukan sesuatu atau melakukan sesuatu. Dengan cara ini anak akan mengembangkan kemampuan mereka mendengarkan percakapan sebagai prioritas utama, tidak hanya dari mengamati sebuah aktivitas. Aktivitas visual adalah pendukung anak dalam memahami percakapan, karena lakukan itu setelah orangtua mengeluarkan suara terlebih dahulu.

Dengan mengatakan sesuatu terlebih dahulu, maka orangtua telah memancing anak untuk mendengarkan dahulu baru menvisualisasikannya. Hal ini juga akan membantu otak anak dalam merangsang area pendengarannya bekerja lebih aktif. 

3. Penekanan Akustik

Penekanan akustik merupakan sebuah cara untuk orangtua melakukan beberapa penekanan pada kata-kata yang dianggap penting. Misalnya, saat merujuk ke aktivitas, ada kata yang sangat penting menurut orangtua, maka lakukan sedikit penekanan pada intonasi atau pengerasan pada suara, atau gunakan metode unik lainnya untuk mengenalkan kata tersebut, misalnya dengan menyanyikan kata yang dimaksud.

Hal ini berguna untuk membantu anak lebih fokus pada kata-kata spesifik yang dianggap penting pada sebuah kegiatan, sehingga jika suatu saat kata-kata tersebut dibutuhkan, mereka bisa berbicara dengan jelas menggunakan kata tersebut.

4. Menanyakan sebuah Peranyaan dengan Pilihan

Menanyakan sebuah pertanyaan memiliki banyak pilihan. Contohnya, jika anak sangat fokus pada sebuah suara yang menggunakan huruf /u/, maka orangtua bisa mencoba membuat pertanyaan “kamu suka /u/bi jalar atau /u/bi kayu?”

Hal ini memberikan orangtua kesempatan untuk mengulang kata-kata tertentu yang memenuhi target suara yang dibutuhkan untuk didengarkan, sehingga anak pun memiliki dua kesempatan mendengar sekaligus berlatih mengatakan kata-kata tersebut dengan jelas.

5. Memancing Masalah

Buatlah sebuah situasi dimana anak harus datang pada orangtua dan menceritakan sesuatu. Contohnya, orangtua bisa meletakan buku ceritanya di atas lemari yang tak terjangkau olehnya.

Hal ini untuk memberikan tantangan padanya menceritakan sesuatu dengan gayanya. Dan ini juga memberikan orangtua kesempatan untuk memaksanya mengulangi apa yang ia katakan – jika ia telah berbicara dengan jelas maka ucapkan jawabanyang sebuai, atau minta ia mengulangi jika ia mengatakannya dengan keliru.

6. Bernyanyi Bersama

Lagu bisa jadi media yang tepat untuk mengajar si Kecil berbicara. Nyanyikan lagu berdurasi singkat dan mudah diingat, seperti Burung KakakTua, Naik Naik Ke Puncak Gunung, atau Balonku. Selain menambah kosa kata baru, mendukung stimulasinya lewat bernyanyi terbukti efektif dan mudah dipahami.

 

#changemaker

;
Loading
Artikel Selanjutnya
Kisah Gadis Berusia 12 Tahun Meninggal Akibat COVID-19, Sang Ibu Ingatkan Warga Pentingnya Menggunakan Masker
Artikel Selanjutnya
Kisah Perjuangan Seorang Ibu Mengidap Kanker Otak Ketika Pandemi Covid-19