Sukses

Parenting

Bertahan di Tengah Pandemi dengan Menjadi Ibu yang Serba Bisa

Fimela.com, Jakarta Kita bisa bersinar melalui setiap pilihan hidup yang kami buat dalam hidup. Baik dalam hal pendidikan, karier atau pekerjaan, dan pilihan soal impian serta cita-cita. Setiap perempuan bisa menjadi sosok tangguh melalui setiap pilihan hidup yang diambil. Seperti dalam tulisan Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Share Your Stories Oktober 2020: Menjadi Lady Boss Versimu ini.

***

Oleh: Annisa Sabhrina

Hai Sahabat Fimela,

Pertanyaan ini membayangi benak saya semenjak adanya pandemi Covid-19. Kita tentu telah melihat secara kasat mata ada begitu banyak korban akibat pandemi ini. Korban yang berjatuhan dari sisi medis maupun "korban" dari sisi ekonomi. Dari level karyawan, buruh hingga pengusaha sekalipun yang mungkin di antara mereka ada sahabat, keluarga, teman, pasangan bahkan diri kita sendiri yang harus menghadapi kenyataan pahit dari sisi finansial seperti pengurangan gaji, omset yang menurun sampai pemutusan hubungan kerja.

Di tengah situasi yang serba tidak menentu ditambah kondisi finansial yang kurang baik, hal ini bisa menimbulkan kondisi emosional yang kurang stabil. Perempuan, terutama mereka yang telah menjadi ibu dengan anak usia sekolah tidak luput dari penambahan tugas selain urusan rumah, pekerjaan dan juga membantu perekonomian keluarga, harus siaga menemani si kecil belajar dari rumah (school from home) sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Meski kondisi pandemi membuat seorang perempuan khususnya ibu harus lebih memutar otak dan menata perasaan emosional agar tetap bisa bertahan di tengah situasi ini, saya juga melihat ada begitu banyak kesempatan yang terbuka di saat pintu finansial utama mendapat banyak rintangan.

Semakin meningkatnya penggunaan gawai dan alasan memenuhi kebutuhan hidup baik primer, sekunder bahkan tersier yang berasal dari rumah dan berkaitan dengan tujuan mengurangi kontak fisik. Maka sepanjang itulah demand akan kebutuhan berbelanja atau berdagang secara daring akan terus bertahan.

Di sinilah saya melihat kekuatan untuk bertahan itu berjalan dengan sangat baik. Peluang untuk memasarkan produk terbuka lebar, bahkan untuk seseorang yang sama sekali buta akan dunia daring. Kekuatan dari rumah ke rumah, antar tetangga di komplek, antar ibu satu sekolah, antar teman satu grup arisan dan berapa banyak lagi ruang tercipta untuk menjadikan sesesorang yang ingin terjun menjadi "bos" bagi dirinya sendiri terbuka lebar dan mengalami perubahan besar dari tren terdahulu. Membuang jauh kata gengsi dan mencoba setiap obrolan di laman media sosial dan ruang komunikasi pada gawai menjadi sebuah cara untuk mencari kesempatan atau mengejar passion untuk usaha meski hanya di rumah saja dengan modal terbatas.

Passion dan Hobi untuk Bertahan di Kala Pandemi

Alasan passion itu juga yang menggelitik sebuah tanda tanya besar di dalam hati saya. Meski saya seorang dokter gigi dan hingga kini masih aktif bekerja di sebuah klinik pribadi, kecintaan saya untuk menulis dan menggambar tidak pernah pudar. Entah apakah itu sebuah passion atau sekedar melampiaskan rasa bosan, namun dengan melakukan dua hal tersebut saya memiliki penyeimbang di dalam hidup.

Saat pemerintah memberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), peningkatan kata hobi meluas di masyarakat. Sepeda, tanaman hias, ikan hias atau sekedar merapikan sudut rumah dengan peralatan lucu hingga kecanduan drama korea seolah menjadi hal yang lumrah. Atas nama mencari sedikit kebahagiaan di tengah kondisi pandemi , semua berpacu untuk membawa hobi ini ke dalam ranah yang lebih serius layaknya gula dan semut, yakni penjual dan pembeli. Di satu sisi permintaan akan barang yang berkaitan hobi meningkat, di sisi lainnya menjadi pintu rezeki yang tidak terduga.

Saya sendiri mencoba menjadi bagian dari siklus tersebut. Karena semakin meningkatnya tren drama korea atau menonton drama serial di saluran televisi berbayar, saya memiliki ide untuk membuat sesuatu hal yang bisa disukai oleh kelompok tersebut. Dengan kecintaan saya menggambar, saya membuat beragam ilustrasi dari serial televisi favorit atau drama korea yang kebetulan juga saya minati.

Menjadi Ibu yang Serba Bisa

Ibuk Jaman Now, adalah sebuah usaha kecil yang saya rintis di masa pandemi ini. Di tengah menemani anak-anak belajar dari rumah, saya bisa menggambar serial favorit dan menjadikannya barang layak pakai. Mug, masker, kaus, tas hingga ucapan dan ilustrasi adalah salah satu bentuk usaha yang saya lakukan di masa pandemi ini. Saya bisa mengatur jadwal sendiri, membawa passion dalam usaha yang tengah saya geluti dan tentu dengan tujuan menambah penghasilan untuk keluarga.

Selain itu alasan terbesar saya membangun Ibuk Jaman Now adalah keinginan untuk membantu sesama Ibu, sesama wanita. Saya mendedikasikan sedikit dari hasil keuntungan penjualan untuk membantu para ibu di sekitar saya yang menjadi korban secara ekonomi untuk bisa bertahan secara finansial.

Melakukan pekerjaan dengan baik adalah cara kita untuk bertahan hidup. Namun, melakukan hobi yang dibayar adalah sesuatu anugerah. Apalagi dengan cara tersebut kita bisa membantu dan membahagiakan orang lain

Pandemi ini entah sampai kapan akan berakhir. Tetapi bagi saya selalu ada pelangi setelah hujan badai menerpa. Selalu ada cara agar kita kuat bertahan meski dari rumah. Ada banyak cara menjadi bos bagi diri kita sendiri dari peluang yang timbul tanpa kita sadari.

Pertanyaanya kemudian, apakah kita mau untuk mencari bakat atau keinginan terpendam yang ingin sekali dilakukan dan dikerjakan sebagai bentuk usaha meski hanya dari rumah saja?

The answer is in your hand girls.

Just find your treasure passion,

Because the door still open to everyone who wants to be the next lady boss, like you!

Asabhrina

;
Loading
Artikel Selanjutnya
Sering Alami Diskriminasi, Begini Kekhawatiran Seorang Ibu Melihat Anaknya Beranjak Dewasa
Artikel Selanjutnya
10 Cara Melatih Mental Anak Agar Berani