Sukses

Parenting

5 Urutan Mengganti Popok Bayi yang Aman dan Nyaman

Fimela.com, Jakarta Bayi yang baru saja lahir, biasanya akan buang air besar sekitar 4 hingga 8kali dalam sehari, dan buang air kecil hingga 20 kali dalam sehari. Sehingga bayi baru lahir memerlukan popok yang aman, agar lebih nyaman saat digunakan dan tidak menyebabkan iritasi.

Mengganti popok pada bayi yang baru lahir harus dilakukan sesering mungkin. Tentu saja untuk Sahabat Fimela yang baru saja menjadi orang tua, akan bingung dengan urutan mengganti popok bayi dan bingungĀ  memilih popok yang aman untuk bayi.

Salah urutan mengganti popok dan salah membeli popok, bisa menyebabkan iritasi dan gatal pada area organ kelamin pada bayi yang baru lahir. Untuk mencegah terjadinya kesalahan dalam mengganti popok, yuk intip urutan mengganti popok bayi dan cara memilih popok yang aman, dilansir dari berbagai sumber:

Jenis Popok yang Mudah Digunakan

Ada dua jenis popok yang mudah dan aman untuk digunakan, yaitu jenis popok perekat dan jenis popok celana. Kedua jenis popok ini bisa membantu meringankan orang tua saat mengganti popok.

Jenis popok perekat bisa digunakan untuk bayi yang baru lahir, atau yang belum bisa menggerakkan tubuhnya sendiri. Popok ini mudah digunakan untuk bayi dengan posisi terbaring. Popok ini memiliki perekat yang sangat kuat dibagian samping, dan dijual dengan harga yang lebih ekonomis dibanding dengan popok celana.

Sedangkan jenis popok celana, bisa digunakan untuk bayi yang sudah mulai aktif bergerak. Mom bisa langsung menggunakan popok celana ini seperti saat memakaikan celana pada anak. Untuk melepas popok ini, cukup merobek pada bagian sisi samping popok bayi.

Cara Memilih Popok Bayi yang Aman

Pada umumnya, kulit bayi cenderung lebih tipis dan lebih sensitif dibandingkan dengan kulit orang dewasa. Sehingga harus menggunakan popok yang aman, agar tidak menimbulkan iritasi atau ruam pada kulit bayi.

Popok yang bisa digunakan untuk bayi adalah popok yang mudah digunakan, memiliki tekstur yang lembut, memiliki sisi yang elastis, memiliki daya serap tinggi dan sirkulasi udara yang baik.

Popok yang memiliki daya serap tinggi dan sirkulasi udara baik, bisa membuat popok tetap kering dan tidak lembap. Sehingga kulit bayi terhindar dari jamur yang menyebabkan ruam kulit, serta mencegah kebocoran pada saat digunakan bayi yang sudah mulai aktif bergerak.

Urutan Mengganti Popok Bayi

Mengganti popok bayi bisa dilakukan setiap 2 hingga 3 jam sekali. Tentu saja Sahabat Fimela perlu melakukan persiapan pada saat mengganti popok bayi, yaitu dengan menyiapkan tempat bersih, tisu basah yang tidak mengandung alkohol, krim untuk mengatasi ruam dan popok bayi yang aman digunakan. Berikut urutan mengganti popok bayi:

1. Mencuci Tangan

Sebelum mengganti popok bayi, usahakan tangan selalu bersih agar terhindar dari kuman atau bakteri. Jika tidak ada sabun dan air, gunakan tisu basah atau hand sanitizer untuk membersihkan tangan agar steril.

2. Membuka Popok yang Kotor

Bukalah perekat yang terdapat pada sisi samping popok, lalu tarik bagian depan popok dan turunkan popok ke bawah. Setelah itu angkat pantat bayi dengan memegang kedua pergelangan kaki ke atas, lalu ambil popok bagian depan dan lipat menutup bagian yang kotor dan buang popok ke tempat sampah.

3. Bersihkan Kulit Bayi

Setelah popok yang kotor di angkat, bersihkan kulit bayi dengan tisu basah yang diformulasikan untuk bayi, yang tidak mengandung alkohol dan parfum. Bersihkan dari arah depan ke belakang, lalu keringkan dengan handuk atau tisu kering yang berbahan lembut.

4. Oleskan Baby Oil atau Bedak

Untuk menghindari ruam pada area kulit bayi, oleskan baby oil atau bedak ke area pantat, lipatan paha dan selangkangan pada bayi.

5. Pakaikan Popok Bersih

Jika menggunakan popok perekat, letakkan bagian belakang popok bersih ke bawah pantat bayi, lalu tarik bagian depan ke arah perut, dan rekatkan sisi samping popok. Sedangkan saat menggunakan popok celana, pakaikan popok celana seperti saat memakaikan celana ke bayi.

;
Loading