Sukses

Parenting

Bolehkah Balita Diberi Susu Segar dan UHT? Ini Kata Ahli

Fimela.com, Jakarta Pada dasarnya, susu merupakan asupan nutrisi yang penting untuk menunjang tumbuh kembang anak. Namun, pemberian susu ke anak harus diperhatikan dengan sebaik mungkin. Mom harus tahu kapan harus memberikan susu tambahan ke anak. Susu seperti apa yang sebaiknya diberikan ke anak. Dan masih banyak lagi. 

Mengutip dari laman liputan.com, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, telah menyoroti terkait pemberian susu ke anak. Terutama untuk anak-anak yang masih berusia balita. Meski susu sangat baik, tidak seharusnya Mom memberikan susu berlebih ke balita. Apalagi, jika pemberian susu ini bertujuan sebagai nutrisi utama untuk anak.

Bagaimana dengan Pemberian Susu Segar dan UHT?

Maria Endang Sumiwi, Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI mengatakan, “Yang boleh itu susu segar, malah protein hewaninya bagus. Susu UHT boleh, tapi yang enggak ada rasanya, jadi UHT yang plain. Karena begitu ada rasanya, itu gulanya tinggi kan manis. UHT yang plain itu boleh dan hanya boleh untuk anak di atas 12 bulan.”

Endang juga menyarankan agar orangtua lebih hati-hati dalam memberikan susu ke anak. Apalagi jika mereka masih berusia di bawah 2 tahun. Bayi usia 0 - 6 bulan, disarankan agar diberi ASI eksklusif. Lanjut bayi ini diberikan ASI sampai usia 2 tahun dengan tambahan MPASI. Para ahli kesehatan menemukan jika ASI memiliki manfaat yang lebih baik jika dibandingkan dengan susu formula atau susu jenis lainnya. 

Perhatikan Pemberian Susu Selain ASI

Untuk anak usia di bawah dua tahun, sebaiknya lebih perhatikan lagi pemberian susu selain ASI. Terlebih lagi untuk susu dengan pemanis buatan di dalamnya. Susu kental manis, kopi susu, susu UHT dengan rasa-rasa tertentu, sebaiknya dibatasi jumlah pemberiannya ke bayi. Bayi di bawah usia 12 bulan, tidak disarankan untuk mendapat asupan susu di atas.

Endang menambahkan, “Kalau bayinya sehat, 6 bulan harus ASI eksklusif dan kalau bisa dilanjutkan sampai 2 tahun. Di atas usia 6 bulan,sebenarnya boleh diberikan susu formula sebagai bentuk susu tambahan selain ASI. Namun, yang ada (kata) susunya, susu kental manis itu udah pasti yang tinggi gulanya. Kopi susu yang tinggi kopi dan gulanya. Jadi itu enggak cukup (nilai gizi untuk anak), bahkan malah bayi enggak boleh minum kopi susu.”

Sementara itu, dr. Devina Irine Putri dari klikdokter.com, mengatakan jika sebelum memberikan susu selain ASI ke anak, termasuk susu formula, orangtua harus memperhatikan kandungan nutrisi dalam susu tersebut. Susu selain ASI, tidak boleh diberikan secara sembarangan apalagi berlebihan. Semoga informasi ini bermanfaat. 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading