Sukses

Parenting

6 Tips Cegah Anak Rewel saat Menyapih

Fimela.com, Jakarta Satu-satunya asupan utama untuk anak bayi adalah ASI sang ibu. Ketika anak terus tumbuh besar, sudah saatnya ia harus dibiasakan berhenti menyusu dan beralih ke makanan padat. Masa peralihan ini disebut dengan menyapih. Namun, menyapih tidak selalu mudah untuk ibu dan sang buah hati. Tidak semua anak bisa menerima makanan padat dengan baik. 

Menyapih akan menjadi perubahan besar bagi anak, ini terkait rasa kenyamanan dan keamanan ketika meminum ASI ibu daripada makanan padat. Hal ini yang banyak membuat anak rewel ketika ibunya stop memberikan ASI kepadanya. Pasalnya, mau tidak mau menyapih harus dilakukan. Seiring berjalannya waktu, anak akan semakin besar dan kebutuhan nutrisi juga bertambah. ASI tidak akan cukup untuk memenuhi semua nutrisi yang dibutuhkan. Saat inilah makanan padat diperlukan. 

Kapan waktu yang tepat untuk menyapih sebenarnya itu adalah keputusan pribadi yang berbeda untuk tiap orang. Beberapa anak ada yang sudah menyapih ketika umurnya kurang dari 12 bulan, dan ada juga yang sampai 2 tahun baru menyapih. Ini semua dipengaruhi kesiapan anak dan sang ibu. Baca pembahasannya di bawah ini tentang cara menyapih anak agar tidak gampang rewel.

Waktu yang tepat untuk membiasakan anak menyapih

Menyapih bisa menjadi momen emosional bagi para ibu, melihat sang buah hatinya yang bertambah besar. Walaupun menyapih adalah keputusan pribadi, namun ada waktu-waktu yang dianjurkan untuk berhenti menyusui. Melansir dari American Academy of Pediatrics, disarankan masa pemberian ASI anak selama 6 bulan awal kelahiran. Setelah itu mereka merekomendasikan memberikan anak kombinasi ASI dan makanan padat hingga bayi berusia minimal 1 tahun. Sementara WHO menyarankan masa ASI hingga umur anak 2 tahun. Terlepas dari itu semua, menyapih dilakukan atas keputusan sang ibu dan melihat kebutuhan anak.

Tips menyapih anak tidak rewel

Ketahui tanda-tanda anak siap berhenti menyusui

Beberapa anak ada yang sulit berhenti meminum ASI, sementara sebagian anak sudah memberikan petunjuk bahwa mereka sudah tidak nyaman untuk minum susu langsung dari payudara ibu. Ini menandakan bahwa mereka siap untuk berhenti menyusui. Tanda-tanda anak telah siap, antara lain::

  • Tidak tertarik saat menyusui
  • Rewel ketika minum ASI
  • Menyusui lebih sebentar daripada awal mulai menyusui
  • Perhatian mulai teralihkan
  • Penasaran terhadap makanan orang dewasa

Mulai secara perlahan dan jangan dipaksakan

Proses menyapih tidak bisa dilakukan secara semalam. Akan memakan banyak waktu dan tidak selalu berjalan dengan mulus. Kuncinya adalah kesabaran. Anak butuh beradaptasi terhadap perubahan karena mereka sudah terbiasa dan terlanjur nyaman minum ASI langsung dari payudara ibu. Mulailah secara bertahap seperti menghilangkan satu sesi dengan menggantinya dengan botol susu bayi. Lakukan ini selama beberapa minggu hingga mereka sudah terbiasa dengan botol susu. Melansir dari laman Kids Health, semakin lama anak tidak menyusu, maka ASI sang ibu pun akan berkurang dan tidak berlimpah seperti awal menyusui.

Berikan kenyamanan emosional

Menyusui adalah ikatan emosional antara anak dan ibu. Saat pemberian ASI, bayi menyukai kontak fisik yang dekat dengan orangtuanya. Ini berlaku pula saat masa menyapih. Penting untuk berikan anak kenyamanan emosional, dukungan, dan perhatian yang lebih. Bisa dilakukan dengan menghabiskan waktu bersama, bermain di taman bermain, membacakan buku kesukaan, hingga menemaninya saat tidur. Selain itu, penting pula untuk membangun komunikasi yang baik antara orangtua dan anak.

Berikan pengganti yang sesuai

Masa peralihan anak dari ASI ke makanan dan minuman lain harus menyesuaikan dengan umur dan kebiasaan mereka. Jika anak kurang dari 1 tahun, ganti ASI dengan botol susu bayi atau dot bayi. Biasanya mereka masih membutuhkan kebiasaan mengisap. Pastikan tidak memberikan susu yang manis karena dapat memengaruhi kesehatan gigi. Bisa juga berikan anak benda yang aman dikunyah. Sementara untuk anak lebih dari 1 tahun, bisa langsung berikan camilan lunak yang sehat untuk memperkenalkan mereka akan makanan padat. Sebab umur 1 tahun keatas mereka sudah memiliki banyak gigi yang tumbuh.

Alihkan perhatian anak ketika rewel

Anak rewel ketika berhenti ASI adalah hal yang sangat normal terjadi. Mereka seakan-akan merasa kehilangan rasa kenyamanan dari sang ibu. Kendalikan anak dengan rasa sayang dan perhatian yang tepat. Apabila anak menginginkan ASI, cobalah untuk alihkan perhatiannya dengan berbagai aktivitas menyenangkan. Berikan mainan kesukaan atau sekadar jalan-jalan di taman untuk menenangkan pikiran mereka. Kegiatan-kegiatan positif seperti ini bisa membantu anak untuk melupakan rasa keinginan untuk menyusu. 

 

*Penulis: Balqis Dhia.

#Breaking Boundaries

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading