Sukses

Update

Berapa Bonus Atlet Pemenang Olimpiade Tokyo 2020? Ini Daftarnya di 12 Negara

Fimela.com, Jakarta Para atlet bertanding cukup sengit untuk meraih medali di ajang Olimpiade Tokyo 2020. Terlepas dari raihan medali emas, perak, atau perunggu, setiap atlet yang mendapat medali menjadi kebanggaan sendiri bagi sebuah negara.

Komite Olimpiade Internastional tidak memberikan bonus uang tunai kepada peraih medali. Hadiah uang tunai ini menjadi bagian dari tawaran dari sejumlah negara bagi atlet olimpiade yang berhasil membawa pulang medali.

Dilansir dari CNBC pada Selasa (3/8/2021) besaran uang tunai yang dibawa atlet pemenang Olimpiade Tokyo 2020 berbeda-beda, tergantung negaranya. Penasaran berapa jumlah bonus uang tunai yang diterima atlet pemenang Olimpiade Tokyo 2020? Negara manakah yang memberikan bonus uang tunai tertinggi.

 

 

Bonus uang tunai tertinggi

Singapura menjadi negara yang memberikan bonus uang tunai paling tinggi. Dengan peraih medali emas mendapatkan $737ribu atau sekitar Rp10,5 milyar, medali perak mendapatkan $369ribu atau sekitar Rp5,2 miliar, dan medali perunggu mendapatkan $184ribu atau sekitar Rp2,6 miliar.

Hadiah tersebut dikenakan pajak dan penerima akan diminta mengembalikan sebagian ke asosiasi nasional mereka untuk pelatihan dan pengembangan di masa depan. Sementara, atlet Singapura yang berkontribusi di Olimpiade Tokyo 2020 hanya 23 orang saja.

Negara sebesar dan semegah Amerika Serikat berada di peringkat ke 11 untuk pemberian bonus uang tunai kepada para atletnya. Yakni sekitar $37.500 atau sekitar Rp538 juta untuk medali emas, $22.500 atau sekitar Rp322 juta untuk medali perak, dan $15.000 atau sekitar Rp215 juta untuk medali perunggu.

 

Di luar bonus uang tunai

Sebagian besar dari hadiah yang diberikan tidak dikenakan pajak, kecuali jika atlet melaporkan pendapatan kotor yang melebihi $1juta. Atlet Amerika Serikat juga mendapatkan dukungan, seperti asuransi kesehatan, akses ke fasilitas media tingkat atas, dan bantuan biaya pendidikan.

“Ekonomi olahraga di AS memungkinkan atlet mengembangkan bakatnya lebih baik karena sebagian besar didorong oleh sektor swasta,” iujar founder perusahaan konsultan Picture Board Partners, Unmish Parthasarathi.

Menurut Parthasarathi, negara seperti Singapura, India, dan lainnya meminta imbalan uang lebih tinggi dengan tujuan ingin mendorong budaya olahraga negaranya lebih berkembang.

Simak video berikut ini

#Elevate Women

What's On Fimela
Loading
Artikel Selanjutnya
Kasur Atlet Olimpiade Tokyo 2020 Digunakan Kembali oleh Pasien COVID-19
Artikel Selanjutnya
Apresiasi Atlet Berprestasi-Pelatih Olimpiade Tokyo 2020 Diganjar Rp1,3 Miliar