5 Hal yang Harus Kamu Pahami sebelum Berinvestasi

Karla Farhana diperbarui 05 Nov 2015, 16:40 WIB

Fimela.com, Jakarta Investasi menjadi tren ketika banyak anak-anak muda ikut menginvestasikan uangnya di bursa saham, reksa dana, dan juga emas. Berita baiknya, kamu yang masih muda punya kesadaran untuk berinvestasi. Artinya, kamu peduli dengan masa depanmu dan kesejahteraan finansial di masa yang akan datang. 

Tapi, karena tren ini membuat investasi jenis apa pun menjamur dan begitu booming, mereka yang terburu-buru menginvetasikan hartanya justru mengambil banyak tindakan yang gegabah, tanpa berpikir panjang terlebih dahulu. Boleh saja jika mereka ingin memulai investasi sedini mungkin. Tapi, ada beberapa hal yang luput dari penglihatan dan pemahaman mereka. Karena itu, sebelum kamu memulai investasi, cobalah untuk memahami lima hal mendasar di bawah ini. 

Berinvestasi pasti selalu ada risiko. Tidak ada yang pasti dalam berinvestasi. Meskipun investasi bukan judi yang hanya menebak untung-rugi, tapi tetap saja pasar bisa tiba-tiba jatuh. Karena itu, banyak ahli keuangan dan investasi yang menyarankan untuk tidak menginvestasikan uangnya dalam waktu singkat, atau kurang dari lima tahun. Karena ketika pasar turun, maka kamu tidak akan punya waktu yang cukup untuk menutup kerugian. 

Kamu tidak perlu menjadi seorang ekonom untuk mulai berinvestasi. Memang memahami pasar, perhitungan bunga, serta pengembalian hasil investasi tidak mudah untuk dipahami orang awam. Tapi, kamu tidak perlu menjadi ahli atau ekonom untuk berinvestasi. Karena banyak sekali pilihan buat kamu yang masih awam. Sebagian besar bank mengeluarkan jenis investasi yang biayanya terjangkau. Kamu juga tidak perlu pusing memikirkan turun-naiknya harga pasar. Karena uangmu akan dikelola oleh profesional. 

Mulailah semuda mungkin. Jumlah uang akhir yang akan kamu terima tergantung dari jumlah uang yang kamu investasikan dan juga tergantung dari jangka waktunya. Semakin panjang jangka waktunya, misalnya 30 tahun, pasti hasilnya jauh lebih besar dari investasi yang hanya 5 lima tahun. Karena itu, kamu harus mulai berinvestasi sedini mungkin. Agar uang yang terkumpul dan tingkat pengembalian besar.  

Kamu butuh tujuan yang jelas dan terperinci. Banyak orang yang tidak tahu untuk apa berinvestasi. Ada yang menjawab supaya jadi kaya. Ada juga yang menjawab ingin menyekolahkan anak ke luar negeri. Tapi kapan akan menjadi kaya, berapa jumlah uang yang ingin dimiliki, serta nama sekolah dan biaya pendidikan pun mereka belum rencanakan. Jangan berinvestasi jika kamu belum punya rencana yang terprinci. Tujuan harus jelas, mulai dari jangka waktu, jumlah yang ingin kamu dapatkan, dan lainnya. 

Menginvestasikan seluruh uangmu dalam satu tempat hanya akan bikin masalah. Bayangkan jika kamu punya uang Rp 10 juta. Lalu kamu investasikan semuanya pada saham. Tujuh tahun kemudian harga saham anjlok dan kamu mengalami kerugian. Padahal, kamu tidak punya uang lebih untuk menutup kerugian tersebut. Makanya, membagi-bagi harta dan menempatkannya di jenis investasi yang berbeda itu sangat penting. Agar jika satu rugi, kamu masih punya simpanan lain untuk menutup kerugianmu. 

Itu dia lima hal yang harus kamu pikirkan matang-matang sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Kelima hal ini berlaku untuk semua jenis investasi yang tersedia. Selain itu, kamu juga harus yakin kalau uangmu cukup untuk hidup jika kamu menginvestasikan sebagian uangmu. Jangan sampai kamu bela-belain invetasi, tapi untuk ongkos dan makan malah tidak punya. 

What's On Fimela