Ini Alasan Penemuan Adolphe Sax Tak Dianggap Serius Sebelumnya

Asnida Riani diperbarui 06 Nov 2015, 08:10 WIB

Fimela.com, Jakarta Penemu saksofon, Adolphe Sax, hiasi laman Google dengan jadi Doodle hari ini, Jumat (6/11). Siapa sangka, penemuan laki-laki kelahiran 6 November 201 tahun lalu itu pernah tak dianggap serius oleh dunia. Baru setelah berabad-abad setelahnya, penemuan saksofon ini bisa tercatat dalam sejarah. Instrumen yang diciptakannya terbilang bagus untuk band bernuansa militer, namun tak ada apresiasi dari musisi lain.

Laki-laki asal Belgia yang menghabiskan hidup di awal abad ke-19 ini pernah terkena hantaman bata tepat di kepalanya. Tak hanya itu, kabarnya pun Sax sempat menelan jarum, terjatuh di tangga, menggulingkan diri ke kompor yang sedang menyala, dan secara tak sengaja meminum asam sulfat. Namun ketika besar, Sax malah menemukan saksofon.

Pengenalan penemuan aneh cenderung tak terduga kepada dunia mungkin hanya bisa dicanangkan oleh mereka yang familiar dengan kesulitan. Tak punya tempat permanen membuat pertunjukkan saksofon ini berpindah dari satu tempat ke tempat lain di daratan Eropa. Hingga pada 1840, komposer asal Pernacis, Berlioz dan Massenet bereksperimen dengan saksofon.

Setelah Sax meninggal, saksofon akhirnya punya tempat di dunia musik ketika mencapai daratan Amerika Serikat dengan citra sebagai pelengkap lantunan jazz. Tak hanya itu, saksofon pun sukser dengan jenis musik lainnya, sebut saja rock and roll. Berawal dari pemikiran seorang laki-laki dengan masa lalu kelam, saksofon sekarang sudah familiar bagi banyak orang di dunia.