Ini Alasan Mengapa Tak Boleh Berlebihan Mengonsumsi Garam

Asnida Riani diperbarui 06 Des 2015, 17:10 WIB

Fimela.com, Jakarta Tak hanya memberi rasa yang lebih nikmat pada makanan, garam juga berdampak baik bagi tubuh. Sodium, salah satu kandungan utama dalam garam, punya andil dalam mengatur aliran, serta tekanan darah. Khlorida, kandungan lain dalam garam, berperan dalam melancarkan pencernaan. Bahkan, menu diet pun membutuhkan cukup garam untuk mengganti nutrisi tubuh.

Namun, tak berarti harus dikonsumsi secara berlebihan. Dilansir dari Pop Sci, konsumsi garam berlebih membuat tubuh menyimpan kadar air ekstra, sehingga menimbulkan sederet dampak yang tak diinginkan. Termasuk di dalamnya, yakni pembengkakan dan tekanan darah tinggi.

Menurut Women's Health, orang dengan konsumsi kadar garam berlebih biasanya punya kecenderungan buang air kecil yang lebih sering. Setiap kali buang air kecil, tubuh akan kehilangan kalsium. Jadi, terlalu banyak buang air kecil pun bisa berdampak pada tingkat kerapuhan tulang dan berujung pada osteoporosis.

Dilaporkan oleh Pop Sci, beberapa studi bahkan menunjukkan kalau kadar garam berlebih dalam tubuh bisa menyebabkan maag, infeksi, juga kanker. Penyebabnya memang belum ditemukan secara pasti. Namun, beberapa ilmuwan menduga kandungan sodium merusak sirkulasi kerja perut, menurut Live Strong.

Sebuah studi yang dilakukan di tahun 2010 membuktikan kalau garam dalam kadar berlebih pun punya dampak negatif bagi fungsi kognitif tubuh. Boleh saja tetap mengonsumsi garam, namun pastikan kalau kadarnya berada di taraf normal.