Film 90-an: Metamorfosis Bidadari Warkop DKI, Eva Arnaz

Regina Novanda diperbarui 18 Des 2015, 07:42 WIB

Fimela.com, Jakarta Bagi Anda penikmat film 70 hingga 90-an pasti sudah tidak asing lagi dengan wajah cantik Eva Arnaz. Aktris kelahiran Bukittinggi, 14 Juli 1958 ini telah membintangi lebih dari 50 judul film layar lebar. Salah satunya film-film dari franchise Warkop DKI yang digawangi oleh tiga komedian ternama seperti Dono, Kasino dan Indro.

Image seksi seakan sudah melekat pada Eva. Bahkan, julukan bom seks disematkan pada mantan istri aktor laga Barry Prima tersebut. Eva memulai debutnya dengan membintangi film Duo Kribo yang memasangkannya dengan Achmad Albar. Keberaniannya untuk tampil seksi dengan bertelanjang dada di film Intan Perawan Kubu membuat namanya langsung melejit bak roket.

Tawaran demi tawaran kian datang membanjiri Eva. Pada masa keemasannya, Eva berkesempatan adu akting dengan sederet aktor dan aktris terbaik negeri. Berbagai genre pun telah dijajalnya. Namun, yang paling melekat dari mantan None Jakarta ini adalah peran seks, laga dan komedi.

Untuk genre komedi, nama Eva tumbuh besar dengan Warkop DKI. Tujuh judul film berhasil dibintangi Eva bersama Dono, Kasino dan Indro seperti Manusia 6 Juta Dollar, Tahu Diri Dong, Pokoknya Beres, Sabar Dulu Dong, Lupa Aturan Main, Maju Kena Mundur Kena, Depan Bisa Belakang Bisa, Pintar Pintar Bodoh dan Atas Boleh Bawah Boleh. Julukan bom seks semakin bersemi dalam perjalanan karir Eva seiring dengan penampilan seksinya di film-film Warkop.

Di balik peran-peran yang hanya menonjokan keseksian tubuh, Eva ternyata pernah terlibat di film bergenre romantis juga seperti Sakura dalam Pelukan yang memasangkannya dengan pebulutangkis Liem Swie King dan Lembah Duka yang berhasil menuai banyak pujian. Bahkan, pemilik nama lahir Eva Yanthi Arnaz tersebut juga ikut ambil andil dalam film unggulan FFI, Cintaku di Rumah Susun.

Sejarah mencatat, kondisi perfilman Indonesia meredup pada awal era 90-an. Hal ini lah yang membuat Eva mulai tertarik untuk tampil sebagai pesinetron. Ia memulai debut di layar kaca dengan membintangi sinetron Rosanna pada 1996 silam. Sinetron produksi Multivion Plus itu sekaligus menjadi langkah terakhir Eva di dunia akting.

Ya, Eva memang telah memutuskan untuk berhenti dan menarik diri dari dunia keartisan yang telah membesarkan namanya. Keputusan ini diambilnya sejak suami keempatnya, Dedi Omar Hamdun, menghilang pada skandal penculikan aktivis 1997/1998. Cemerlangnya karir Eva ini benar-benar berbanding terbalik dengan kehidupan pribadinya.

Setalah sang suami menghilang secara misterius, Eva memutuskan untuk mengganti namanya menjadi Siti Syarifah. Kemudian, ia menikah untuk kelima kalinya dengan seorang pria berdarah Arab dan telah dikaruniai seorang anak laki-laki, Samir Amin. Eva pun mengubah haluan karirnya. Dari gemerlapnya dunia hiburan, Eva menjadi sosok yang lebih sederhana dan agamis. Kini, Eva Arnaz telah memutuskan untuk berhijab dan menekuni dunia fashion sebagai mata pencahariannya.