Film Untuk Angeline Diharapkan Jadi Kampanye Perlindungan Anak

Anto Karibo diperbarui 22 Jan 2016, 23:42 WIB

Fimela.com, Jakarta Film Untuk Angeline diangkat dari kisah tragis Angeline, bocah 8 tahun yang diduga dibunuh ibu angkatnya sendiri. Salah satu pemain film tersebut adalah Kinaryosih. Pemeran Hamidah ini menangis setiap melakukan pendalaman peran di film itu.

Merasa sudah menjadi tanggung jawabnya sebagai pemeran, Kinaryosih pun ikut dalam silaturahmi ke beberapa pihak seperti Komnas (Komisi Nasional) Anak. Mereka diantaranya bertemu dengan Kak Seto dan Aris Merdeka Sirait.

"Syuting filmnya masih beberapa minggu lagi. Pak Aris setuju tapi beliau maunya ceritanya real, tapi kan semua tahu ini kejadiannya sangat kejam,” tutur Kinaryosih di kantor Komnas Anak, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (20/1/2016). “Tapi kalau real takutnya membahayakan untuk semuanya. Intinya beliau setuju tapi harus real, kita kasih pemahaman, kita halusin ceritanya," lanjut Kinar.

Yang pasti, kedua pria yang akrab mengurusi permasalahan anak ini berharap agar film Untuk Angeline bisa menjadi media untuk mengkampanyekan perlindungan terhadap anak-anak. Agar tak ada lagi Angeline-Angeline lain yang harus kehilangan nyawa karena kekerasan terhadap anak.

"Kalau bisa dijadikan kampanye untuk perlindungan anak, karena kita juga mau tidak ada lagiHamidah-Hamidah yang lain," tukasKinaryosih. 

Sedangkan sang sutradara Djito Banyu juga punya harapan senada. Ia ingin film Untuk Angeline merupakan salah satu kampanye untuk mengakhiri kekerasan terhadap anak. 

Selain Kinaryosih, film Untuk Angeline juga dibintangi Meylani Fahira yang berperan sebagai Angeline, lalu ada Roy Marten, Ida Zein, Roweina Umboh, Paramitha Rusady, Teuku Rifnu Wikana dan Krisna Mukti.