Star Trek Beyond Tak Lebih Baik dari Star Trek Into The Darkness

Regina Novanda diperbarui 25 Jul 2016, 09:42 WIB

Fimela.com, Jakarta Film Star Trek Beyond telah resmi rilis di sejumlah negara, termasuk Indonesia. Film tentang pertarungan luar angkasa ini merupakan sekuel dari film Star Trek Into The Darkness yang rilis pada 2013 silam. Film yang disutradarai oleh JJ Abrams tersebut diketahui laris manis dengan pendapatan mencapai 467,4 juta USD.

Diwartakan Deadline, pada awal debutnya, Star Trek Into The Darkness bahkan berhasil mengantongi 70,9 juta USD. Angka ini rupanya masih lebih besar dari Star Trek Beyond yang hanya mendapatkan 59,6 juta USD.

Film Star Trek Beyond sendiri sukses mendapatkan nilai A- dari CinemaScore dan 85 persen dari Rotten Tomatoes. Lagi-lagi, penilaian ini masih di bawah dari Star Trek Into The Darkness yang mendapatkan nilai A dari CinemaScore dan 86 persen dari Rotten Tomatoes. Secara efek visual, film Star Trek Into The Darkness memang cukup baik.

Terbukti, ajang bergengsi perfilman sekelas Oscar memasukkannya ke dalam salah satu nominasi untuk kategori efek visual. Seperti Star Trek Into The Darkness, Stark Trek Beyond juga memanjakan penontonnya dengan visual efek yang memukau. Film ini pun tersaji dalam berbagai layar bioskop IMAX ternama di berbagai negara dunia.

Film Star Trek Into The Darkness sendiri bercerita tentang Captain Krik (Chris Pine) dan Spock (Zachary Quinto) yang ditugaskan untuk mengamati peradaban di planet Nibiru. Sayangnya, akibat misi ini, hubungan mereka sempat renggang. Hingga akhirnya teror melanda markas Starfleet.

Sementara itu, film Star Trek Beyond yang tengah tayang di bioskop ini terasa cukup spesial bagi penggemar di Indonesia. Pasalnya, salah satu aktor terbaik negeri, Joe Taslim, turut dilibatkan sebagai pemain. Ia memerankan tokoh Manas, salah satu musuh yang dihadapi Captain Krik (Chris Pine).

What's On Fimela