Eksklusif Angelica Simperler, Jadi Anak SMA di Usia Kepala Tiga

Henry Hens diperbarui 27 Sep 2016, 07:56 WIB

Fimela.com, Jakarta Beberapa tahun lalu nama Angelica Faustina mungkin lebih kita kenal dibandingkan Angelica Simperler. Tapi belakangan ini nama yang terakhir ini lebih populer dan dikenal para penyuka film maupun sinetron.

Pemilik nama lengkap Angelica Faustina Simperler ini lahir dari pasangan Gustav Simperler yang berdarah Austria dan Lies Hartiningsih yang asli Tegal. Karena sudah amanat dari mendiang ayahnya ia tetap menggunakan nama belakang Simperler dengan segala konsekwensinya. Lama-lama orang menjadi terbiasa dan ia merasa beruntung dengan nama unik itu. 

***

Nama wanita yang akrab disapa Angel ini mulai dikenal luas setelah membintangi serial Angel's Diary bersama Dimas Aditya di Trans TV.  Angel's Diary saat itu dinilai sebagai kehadiran baru dalam drama Indonesia dengan kualitas penyuntingan dan pengambilan gambar sekelas dengan film layar lebar. Karakter Angel yang kebetulan diperankan oleh Angelica Simperler dinilai sangat cocok diperankan olehnya.

Apalagi Angel diceritakan sebagai anak kuliah yang baru pulang dari Australia dan mengalami culture shock di negerinya sendiri. Kesuksesan serial tersebut membuat peruntungan Angel di dunia etertainmen seperti terbuka lebar. Ia terlibat dalam sinetron Arti Sahabat, Doa Harapanku, Julia Juleha, Bidadari-Bidadari Surga dan masih banyak lagi.

Tak hanya sinema elektronik, Angelica juga merambah ke layar lebar. Sejumlah film yang dibintanginya antara lain; Kerasukan, Slank Engga Ada Matinya, Bajaj Bajuri The Movie, Rumah Kosong dan yang terbaru, 8 Hari Menaklukkan Cowo. Selain itu, Angel juga bermain dalam sejumlah FTV.

Di tahun ini Angel ikut bermain di web series bertajuk 'School of the Dead'. Uniknya, meski usianya sudah kepala tiga, lulusan London School ini masih sering mendapat peran sebagai remaja maupun anak SMA. Itu bisa jadi karena wajahnya dan fisiknya yang masih imut seperti anak remaja.

Padahal, Angel termasuk terlambat berkiprah di dunia hiburan karena lebih mengutamakan pendidikan. Bahkan ia sempat bekerja sebagai PA (Production Assistant) di grup Trans 7. Namun bagi Angelica tidak ada kata terlambat, ternyata ia bisa juga berkarya di dunia entertainment.

Dengan pengalaman dan kematangannya, ia merasa lebih mantap dalam menjalani karirnya. Film terbaru Angel, 8 Hari Menaklukan Cowo sedang beredar di bioskop dan ia kembali mendapat peran sebagai anak SMA. Meski begitu Angel menandaskan perannya kali ini termasuk berbeda dari peran anak sekolah yang pernah dimainkannya.

Lalu seperti apa karakter yang dimainkannya di film 8 Hari Menaklukan Cowo? Apakah ia optimis film tersebut bisa meraih sukses di tengah euforia film Warkop DKI Reborn yang sudah meraih 5 juta penonton lebih? Apakah Angel merasa jenuh karena sering mendapat peran sebagai anak sekolah?

Angel sendiri mengaku punya obsesi bermain di film bergenre beda dari yang pernah dimainkannya selama ini. Simak hasil wawancara Henry bersama Angelia Simperler yang berkunjung ke kantor redaksi Bintang.com di kawasan Gondangdia, Jakarta Pusat, Senin (26//9/2016) dan juga saat ditemui di sebuah resto di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, beberapa hari lalu.

2 dari 3 halaman

1

Angelica Simperler. (Fotografer : Nurwahyunan, Stylist: Indah Wulansari, Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri/Bintang.com).

Di film 8 Hari Menaklukan Cowo, Angelica Simperler bermain bersama Marcell Darwin, Rangga Azof, Regina Rengganis dan Fita Anggriani. Film besutan Boy Rano ini rilis di bioskop sejak 22 September kemarin. Angel kembali berperan sebagai anak SMA tapi dengan karakter yang berbeda dari yang pernah dimainkannya.

Bisa diceritakan peran dan karakter yang dimainkan di 8 Hari Menaklukan Cowo?

Aku disini berperan sebagai seorang anak SMA namanya Reta. Dia itu orangnya cuek, reda cupu, nggak pernah memperhatikan penampilan, kutu buku, nggak pernah dandan, pokoknya cuek banget. Orangnya introvert, penyendiri dan kurang percaya diri. Ini termasuk peran yang beda dari yang pernah aku mainkan sebelumnya. Memang jadi anak SMA juga tapi baru kali ini dapat karakter yang agak beda dan unik.

Apa garis besar ceritanya?

Jadi Reta ini yang biasanya cuek dan introvert tiba-tiba berubah sejak dia suka sama Gilang, seorang cowok yang jadi murid baru di sekolahnya. Lalu dia ditantang sama sahabatnya bisa nggak jadian sama Gilang hanya dalam waktu 8 hari aja. Biasanya kan cowok yang berusaha menaklukan cowok, nah ini justru kebalikannya. Tantangan ini membuat karakter mengalami perubahan besar.

Perubahan apa yang terjadi?

Reta yang tadinya cuek mendadak berubah jadi sadar penampilan. Dia mulai jadi lebih semangat, jadi suka dandan dan jadi lebih pede. Tapi kemudian malah jadi terlalu pede, jadi agak berlebihan.

Apa pesan yang ingin disampaikan dari film tersebut?

Ada pelajaran positif dan berharga yang bisa diambil. Intinya adalah persahabatan itu jauh lebih penting daripada percintaan.

Bagaimana rasanya memerankan anak SMA lagi?

Rasanya senang-senang aja, tapi berasa aneh dan grogi juga karena kan sudah lama banget lulus SMA, hahaha. Makanya aku harus pelajari lagi gimana jadi anak SMA sekarang. Tapi kan peran anak sekolahnya juga bukan yang kekinian banget dan karakter yang aku mainkan juga orang yang tertutup dan bukan kekinian. Yang penting aku harus bisa menampilkan kesan anak sekolah yang kurang percaya diri tapi kemudian bisa berubah.

Ada kesulitan yang dialami selama syuting?

Kesulitannya paling ya harus berusaha jadi anak SMA yang di kehidupan nyata udah dijalanin belasan tahun lalu. Aku berusaha memahami karakter anak sekolah sekarang dengan menggali informasi sebanyak mungkin. Mulai dari cari informasi di internet, lewat tayangan di TV atau melihat langsung kehidupan anak sekolah sekarang. yang paling sulit itu karena proses syutingnya nggak sesuai urutan cerita. Saat aku berubah dari anak cupu jadi yang suka dandan, aku harus berubah lagi jadi anak yang cuek dan cupu dan kemudian harus syuting lagi jadi anak kekinian.

Bagaimana cara mengatasinya?

Aku berusaha memberikan yang terbaik aja. Aku menuruti jalan cerita dan karakter yang harus diperankan dan mengikuti apa yang diinginkan sama sutradara. Akhirnya semua bisa dijalani dengan baik. Buat lebih menghayati peran sebagai anak SMA sebenarnya kan bisa belajar dari pengalaman kita juga yang pernah jadi anak sekolah. Justru kalau harus berperan sebagai seorang ibu atau wanita yang sudah punya anak aku bakalan bingung dan lebih kesulitan karena belum pernah mengalami itu semua.

Bagaimana menjalin kedekatan dengan lawan main, terutama mereka yang lebih muda?

Di film 8 Hari Menaklukan Cowo maupun beberapa film atau FTV, aku memang sering dapat lawan main yang lebih muda. Malahan ada yang jauh lebih muda. Ya aku berusaha mengenal mereka sebelum proses syuting supaya prosesnya bisa lebih lancar saat syuting dimulai. Seperti di film ini, aku kebetulan udah kenal dan pernah main bareng Marcell Darwin meski dia lebih muda tiga tahun dari aku. Begitu juga sama yang lebih muda sebenarnya aku udah kenal tapi baru kali bermain di proyek yang sama. Paling jauh sama Regina Rengganis, beda umur kita sampai 11 tahun. Tapi kita bisa deket kok, apalagi sebelum syuting persiapannya kan lumayan lama jadi bisa lebih saling mengenal.

Siap bersaing dengan film lain, termasuk Warkop DKI Reborn?

Pasti siap dan optimis. Aku berharap film ini bisa sukses, mungkin penontonnya nggak bisa mendekati film Warkop, tapi paling nggak bisa diterima dengan baik oleh penonton. Yang penonton muda terutama remaja bisa menyukai film ini dan yang dewasa mudah-mudahan bisa mengenang lagi masa-masa SMA mereka lewat 8 Hari Menaklukan Cowo.

Bisa diceritakan bagaimana awalnya terjun di dunia hiburan?

Sebenarnya aku pernah main di film TV waktu masih kecil dan sutradaranya Wim Umboh (sineas ternama yang meninggal dunia di tahun 1996). Wah itu kan udah lama banget ya, hehehe. Setelah itu baru ikutan kasting lagi pas udah remaja.

3 dari 3 halaman

2

Angelica Simperler. (Fotografer : Nurwahyunan, Stylist: Indah Wulansari, Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri/Bintang.com).

Meski kerap mendapat peran yang jauh ebih muda dari usianya, Angelica Simperler ternyata pernah merasa kurang pede atau percaya diri saat melangkahkan kaki ke dunia hiburan. Namun ia bisa mengatasi hal itu dan bisa terus berkiprah di bidang akting.

Sejak kecil memang sudah tertarik ke dunia hiburan?

Aku justru nggak punya niatan buat terjun ke entertainment. Tapi kata mami aku, dari kecil aku ini suka bergaya di depan kamera, yah banci kamera gitu deh, hahaha. Meski begitu aku selalu diarahkan sama orangtua aku buat mengutamakan pendidikan walaupun berkiprah di dunia hiburan. Yang paling rajin sebenarnya mami aku, beliau selalu setia nganterin aku ke tempat kasting. Aku justru sempat kurang pede karena yang lainnya banyak yang cantik-cantik dan tinggi-tinggi.

Jadi bagaimana mengatasi rasa kurang percaya diri?

Berusaha yang terbaik aja. Seperti aku bilang tadi, mami aku paling rajin bawa aku ke tempat kasting dan apa yang aku peroleh sekarang ini berkat orangtua aku, terutama mami aku. Selain itu aku juga sempat bekerja di TV jadi bisa mengasah rasa percaya diri aku buat tampil di depan kamera.

Apa lagi proyek terbaru kamu?

Selain 8 Hari Menaklukan Cowo aku masih ada satu film lagi yang belum dirilis. Judulnya masih belum pasti, genrenya horor dan disutradarai Chiska Doppert. Perannya lagi-lagi jadi anak SMA, hahaha. Tapi ceritanya beda banget karena ini horor yang dipadu dengan adventure. Rencananya mau dirilis bulan Oktober tapi kayaknya diundur dan belum dapat tanggal pasti. Selain itu ada proyek film lagi dan baru mau syuting, tapi perannya bukan anak sekolah lagi, hehehe. Lalu ada FTV juga. Kalau untuk sinetron belum ada yang pas. Karena kan sinetron sekarang banyak diperankan anak-anak remaja yang masih belasan tahun dan berperan jadi anak SMP. Kalau jadi anak SMA masih oke lah, tapi kalau aku jadi anak SMP wah kayaknya kejauhan banget, hahaha.

Merasa jenuh atau bosan jadi anak sekolah?

Kalau dibilang jenuh ya nggak jenuh juga sih. Kalau memang ada tawaran jadi anak sekolah sebenarnya nggak masalah, kalau memang cerita dan perannya menarik ya kenapa nggak. Sebagai pemain kan kita harus bisa memerannkan karakter apa saja. Tapi kalau bisa sih pengin dapet peran yang beda dan lebih menantang.

Lalu peran seperti apa yang menjadi obsesi Angel?

Dibilang obsesi nggak juga sih, Cuma pengin yang beda aja. Selama ini kan lebih sering di horor dan komedi, aku pengen main film eksyen dan peran yg psycho gitu.

Apa alasannya?

Dari dulu memang pengin main film eksyen, mungkin karena terpengaruh film The Raid. Aku suka banget sama adegan-adegan laga di The Raid. Makanya selama ini kalo ada adegan yang ada unsur eksyen di film atau TV aku nggak pernah pakai pemeran pengganti. Kecuali kalau adegan naik sepeda atau motor. Wah aku nyerah deh, hehehe. Terus aku juga pengin main film eksyen karena suka olahraga bela diri. Aku pernah ikutan Muay Thai, waktu itu buat keperluan main FTV.

Tertarik juga untuk berkiprah di belakang layar?

Pengalaman aku kan lebih banyak di depan layar. Di belakang layar memang pernah sih, tapi kan pengalamannya belum banyak. Mungkin juga nanti akan di belakang layar, tapi untuk saat ini jalanin dulu yang di depan layar dengan sebaik-baiknya.

Apa film favorit?

Aku suka macam-macam film, mulai dari drama sampai eksyen. Aku suka film eksyen seperti The Raid. Itu kan adegan laga dan fighting nya keren banget. Aku jadi pengin main film eksyen setelah nonton The Raid. Aku juga suka film-film drama kayak Habibie & Ainun dan Sabtu Bersama Bapak atau petualangan kayak 5 cm.

Siapa aktor favorit?

Kalau aktor aku suka Reza Rahadian sama Abimana Aryasatya. Kalau yang aktris aku paling suka Acha Septriasa. Aku suka akting mereka, terutama Acha dan Abimana di film Sabtu Bersama Bapak. Kalau Reza, wah dia aktingnya memang bagus dan bisa membawakan peran apa saja. Kalau aktor luar, aku suka Leonardo DiCaprio. Beberapa tahun terakhir ini filmnya bagus-bagus, terutama The Revenant. Aku juga suka sama Liam Neeson dan Jason Statham.

Apa yang lagi ingin dicapai oleh Angel?

Aku nggak mau cepat puas atau besar kepala. Aku masih nggak mau berhenti belajar dan mengasah kemampuan dalam berakting.

Bidang film, sinetron dan FTV sudah pernah dilakoni oleh Angelica Simperler. Ia bahkan pernah berkiprah di belakang layar. Dengan banyak pengalaman yang sudah dilalui serta modal ilmu serta keinginan untuk terus belajar, rasanya hanya menunggu waktu bagi Angel untuk mencapai prestasi terbaik di bidang akting.