Cerita Cinta, Oka Antara - Rara Wiritanaya

Komarudin diperbarui 25 Feb 2017, 12:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Suatu hari di sebuah rumah produksi di  kawasan di Jakarta Pusat pada 2007 lalu. Dua orang lelaki, Sentot Sahid  sutradara dan Joko Nugroho sebagai produser memperkenalkan Oka Antara pada seorang wanita cantik, Rara Wiritanaya. Saat itu mereka akan disandingkan dalam sebuah serial sinetron berjudul Dewa Asmara yang akan diproduksi oleh produser dan sutradara itu.

Hubungan mereka makin erat saat mereka kemudian syuting dan tampil dalam sinetron tersebut. Saat itu usia mereka beda setahun, Oka berumur 27, sedangkan Rara beusia 26.

"Setelah ngobrol, saya merasa nyambung dengan dia, ya udah. Setelah dua minggu perkenalan, kami janjian," terang lelaki kelahiran Jakarta, 8 Juli 1981 itu saat bertandang ke Bintang.com, Jalan RP Soeroso, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Menyadari usianya yang hampir kepala tiga itu, Oka merasa Rara dinilainya sosok yang tepat untuk menjadi pendamping hidupnya. Oka merasa sudah tak perlu untuk mencari cewek lain lagi. Dua minggu berkenalan, mereka kemudian sepakat untuk 'jadian' sebagai sepasang kekasih.

"Setelah ngobrol, saya merasa nyambung dengan dia. Ya, udah. Setelah dua minggu berkenalan, kami akhirnya jadian," jelas lelki yang mengawali karier dalam film Gue Kapok Jatuh Cinta pada 2006 itu.

Oka menilai Rara sosok yang mau menerima dirinya apa adanya.  Rara juga tak mengharapkan dirinya menjadi orang yang ekstravagan, kelihatan mewah, ganteng, keren, dan kelihatan banyak teman, serta gaul.

"Dia enggak peduli itu. Karena waktu saya bertemu dia, saya dalam kondisi yang bukan apa-apa, kerja masih serabutan," kenang Oka tertawa.  "Rezeki juga belum ada. Saya masih cupu, dan dia tetap mau dengan saya. Dia menerima saya apa adanya," sambung Oka menegaskan.

2 dari 3 halaman

Menikah di Kampung Halaman

Oka Antara menjelaskan, proses pernikahannya dengan Rara berjalan panjang dan naik turun. Karena mereka berdua saling menyesuaikan karakter, sifat-sifat, yang baru kelihatan. Meski begitu,  semua berpegang teguh pada kecocokan-kecocokan yang mereka punyai.

"Karena kalau kita timbang-timbang, lebih banyak cocoknya dari pada tidak cocoknya. Saya senang bertemu orang yang memperlihatkan dirinya secara apa adanya, meskipun orang lain menilainya negatif, dibanding disembunyikan dan baru ketahuan setelah menikah," jelas Oka. 

"Saya sangat beruntung banget, pas masih pacaran, kalau berantem ya berantem aja, atau marah ya marah aja, kalau darah tingginya ditunjukin ya, tunjukin aja. Nggak ditutup-tutupi," sambung Oka.

Oka bersyukur hubungannya dengan Rara berjalan tanpa hambatan. Saat mereka saling memperkenalkan ke orang tua masing-masing, mereka menyetujui hubungan Oka dan Rara. Dalam suatu kesempatan mereka bertemu dengan orang tua mereka di sebuah restoran sambil makan siang.

Oka menikah dengan Rara pada 7 Juli 2008. Sebagai lelaki berdarah Bali, Oka menggunakan adat Bali yang dilangsungkan di Karangasem, Bali. "Acaranya di desa di atas gunung, bukan di gedung yang jauh dari bandara. Acaranya private banget," tegas lelaki yang bermain dalam film The Raid 2: Berandal.

Berbeda saat pacaran, usai menikah Oka dan Rara punya panggilan khusus. Jika Oka memanggil Rara, 'mama beib', sedangkan Oka dipanggil 'papa beib'.

"Jadi, kalau ketemu orang itu, eh, elu kenal si itu, enggak? Teman SMA. Oh kenal. Iya tuh lucu, mereka panggilannya 'papa beib' dan 'mama beib'," jelas Oka tertawa. "Jadi, orang udah banyak yang tahu," lanjut lelaki yang pernah masuk Nominasi Pemeran Utama Pria Terbaik Festival Film Indonesia (FFI) 2011.

Bagi Oka, hal yang paling disuka dari Rara karena dia bisa pijit. Saat Oka pulang, misalnya, Rara tak segan-segan untuk memijitinya. Jika disusun, antara masak dan mengurus rumah, pjit menempati posisi yang paling atas.

"Kalau ada orang menawari refleksi, gua bilang, sudah ada di rumah. Enggak perlu bayar lagi," kata Oka tertawa.

 

3 dari 3 halaman

Berbagi Tanggung Jawab

Selama berumah tangga, lanjut Oka Antara, tantangan terberat yang ia hadapi adalah saat berantem saling diam. Namun, ia tahu kapan sikap saling diam itu harus diakhiri.

"Saya sih tahu, kapan harus mengakhiri diam-diaman itu. Kadang saya duluan, bisa juga dia yang duluan, tergantung kesadaran masing-masing, sih. Enggak perlu ada gengsi," tegas lelaki yang sempat bermain dalam film Ayat-Ayat Cinta.

Bagi Oka, kunci untuk menjaga keharmonisan rumah tangganya, ia selalu menerapkan sikap jujur dan terbuka terhadap istrinya. Ia mencontohkan, saat riset film Jakarta Undercover, misalnya, ia tahu tempat-tempat private yang banyak orang tidak tahu. Jika ia melihat sesuatu di tempat itu, ia langsung merespons ke istrinya dan memberitahu apa-apa yang dilihatnya di sana.

"Justru gua enggak jujur, kalau gua melakukan apa-apa, gua enggak ngasih tahu ke dia," kata pemeran film Mencari Hilal itu. "Kalau enggak jujur, maka suatu saat akan membuahkan masalah," lanjutnya.

Oka sosok yang sangat mencintai dan bermain dengan anak. Kebetulan di rumah mereka tidak dipegang orang lain, baik baby sitter. Ia dan istri yang mengasuh dan merawat ketiga anaknya; Akshara Isaka Raia, Narasima Ruga, dan Yuri Kamasuya. Bagi Oka, dengan merawat sendiri, ia tahu apa yang harus dilakukan.

"Saya juga membagi tanggung jawab dengan istri saya. Kapan saya harus merawat anak, bermain sama anak, kapan tugas tersebut harus saya limpahkan kepada istri saya. Anak-anak mencintai rutinitas kita semua," ujar Oka. "Bagi saya, anak merupakan mutiara yang harus dirawat dan dijaga terus-menerus," tegas Oka Antara.