Penyanyi 90an: PMR Belokkan Musik Rakyat Jadi Komedi

Riswinanti diperbarui 18 Mar 2017, 20:20 WIB

Fimela.com, Jakarta Sekitar 20 puluh tahun lalu, dangdut masih identik dengan musik cengeng dan identik dengan nuansa melayu. Namun nyatanya, di masa itu sebuah grup bernama Pengantar Minum Racun (PMR) justru hadir dengan konsep anti-mainstream.

Grup ini dikenal karena single-singlenya yang berbau komedi. Grup ini beranggotakan beberapa musisi nyentrik, antara lain Jhonny Iskandar (vokalis), Boedi Padukone (gitar), Yuri Mahippal (mandolin + cuk), Imma Maranaan (bass), Ajie Cetti Bahadur Syah (perkusi), Harri "Muke Kapur" (mini drum).

Tidak ada yang serius dalam karya mereka, namun hal ini justru menjadi daya tarik di tengah maraknya lagu-lagu cinta yang beredar di era 1980-1990an. Hal ini juga didukung dengan penampilan personilnya yang nyentrik, namun membuat mereka lebih mudah dikenali.

Jhonny Iskandar atau juga dikenal dengan nama Johnny Madu Mati Kutu adalah salah satu yang memiliki penampilan cukup nyentrik. Pemimpin grup PMR ini selalu tampil dengan kacamata berantai, yang membuatnya dikenal hingga sekarang.

Walau sudah puluhan tahun malang-melintang di dunia musik, namun Pengantar Minum Racun (PMR) rupanya masih menunjukkan semangat dalam berkarya. Beberapa waktu lalu, grup ini kembali menggencarkan aksi lewat salah satu lagu Kunto Aji, Terlalu Lama Sendiri, yang digubah menjadi komedi versi mereka.

Nyatanya, genre musik dangdut komedi ternyata bukan hanya milik Pengantar Minum Racun (PMR). Jejak mereka telah diikuti oleh beberapa grup zaman sekarang. Meski demikian, nama mereka masih dikenal sebagai pelopor musik ini.

Pengantar Minum Racun (PMR) - Judul-judulan

Neng ayo neng
ayo main pacar-pacaran
Daripada pacar beneran
pikiran pusing tidak karuan
Kumpul kebo
(ya cuma kebo-keboan)

Neng ayo neng
ayo main kawin-kawinan
Daripada kawin beneran
pikiran pusing tidak karuan
Naik ranjang
(ya cuma ranjang-ranjangan)

Reff:
Habis sudah pacar-pacaran
habis sudah kawin-kawinan
Punya anak
(namanya anak-anakan)
Ini lagu, lagu-laguan
judulnya pun judul-judulan
Maaf ya neng
(ini khan bohong-bohongan)

Neng ayo neng
ayo main cium-ciuman
Daripada cium beneran
pikiran pusing tidak karuan
Belum dicium
(kog eneng nyosor duluan)

Neng ayo neng
ayo main peluk-pelukan
Daripada peluk beneran
pikiran pusing tidak karuan
Belum dipeluk
(kog eneng meluk duluan)

What's On Fimela