Derita Leukemia, Bopsy: Aku Mau Jadi Petugas Pemadam Kebakaran

Karla Farhana diperbarui 23 Mar 2017, 21:14 WIB

Fimela.com, Jakarta Mimpi besar kadang hanya tinggal angan ketika waktu telah menuntaskan masa hidupmu. Namun bagi Bopsy, bocah berusia 6 tahun dengan Leukemia akut, tak pernah berhenti bermimpi untuk menjadi petugas pemadam kebakaran. Saat itu, tahun 1978, saat Frank 'Bopsy' Salazar (5), didiagnosa menderita Leukimia

Dilansir dari Huffington Post, para dokter yang menangani menyarankan ibu Bopsy, Octaviana Trujillo, untuk memeriksakan putra tunggalnya ke St. Joseph's Hospital and Medical Center di Phoenix, Alabama, Amerika Serikat. selama dua tahun, Bopsy ditangani oleh Dr. Frank Barranco. 

Mereka berdua memiliki ikatan yang cukup kuat. Bukan cuma sebagai pasien dan dokter tapi juga seperti sahabat. Bopsy sangat mengagumi Dr. Frank. Sebaliknya, Frank juga menyayangi Bopsy, hingga dia memperkenalkan bocah ini kepada banyak orang, sambil menghitung sisa hidupnya. 

Ya, Bopsy sudah divonis hidup tak akan lama. Hati Octaviana hancur berkeping-keping. Namun, dia tak ingin berlarut dalam kesedihan. Dia lantas menguatkan diri dan bertakad akan menyayangi serta membuat hidup Bopsy di sisa akhir hayatnya bahagia. Pada tahun 1980, seorang ibu yang baru kehilangan anaknya (7 th) gara-gara Leukemia berbincang dengan Victoriana. 

Dia bercerita, sebelum anaknya Chris meninggal, Departemen Kemananan Republik Arizona telah mewujudkan mimpi anaknya untuk menjadi polisi. Ibu tersebut kemudian mendirikan Yayasan Make-A-Wish untuk membantu anak-anak yang menderita penyakit berat dan divonis memiliki umur yang pendek. 

Octaviana lantas bertanya kepada Bopsy, ingin menjadi apa saat sudah besar nanti. Bocah kecil itu menjawab ingin menjadi petugas pemadam kebakaran. Mimpi ini ternyata terwujud setelah single mom ini berbicara kepada petugas pemadam kebakaran setempat mengenai mimpi dan kondisi Bopsy. 

Bob Walp, salah satu petugas pemadam kebakaran menyanggupi permintaan Octaviana. Petugas Bob ternyata bukan cuma menjalankan tugas dan membantu Bopsy. Tapi juga melakukan lebih dari apa yang diminta Octaviana untuk menolong anak putranya. 

"Kami tidak mau hanya memberikan sebuah tur (kepada Bopsy). Kamu memutuskan untuk memberikannya sebuah topi dan lencana serta jaket seragam khusus untuknya. Setelah beberapa bulan kemudian, Bopsy kembali ke rumah sakit karena kondisinya yang melemah. 

Pada saat itu, saat Octaviana sedang menjenguknya, tiba-tiba ada yang mengetuk kaca jendela kamar. Ternyata, Bob datang, bersama 4 petugas pemadam kebakaran lainnya. Ternyata, mereka sengaja datang untuk Bopsy, menggunakan tangga penyelamat milik mobil pemadam kebakaran. Bopsy lantas meminta izin untuk turun halaman rumah sakit untuk bertemu dengan 5 anggota pemadam kebakaran. 

"Saya ingin bersama mereka, tim saya," kata Bopsy kepada ibunya. Saat itulah, Bopsy melontarkan pertanyaan kepada Bob, yang hingga kini menjadi viral dan tersebar sebagai email berantai. "Apakah aku benar-benar petugas kebakaran?" Bob mengangguk. Huffinton Post mewartakan, Bopsy meninggal dunia keesokan harinya akibat menderita Leukimia akut. Untuk mengenang bocah pemberani dan penuh mimpi ini, tim pemadam kebakaran Bob berganti nama dari Fire Stasion 1 menjadi B1 yang merupakan singkatan dari Bopsy 1.