Curhat Pembaca: Pacaran Dua Bulan, Lalu Ditinggal Nikah

fitriandiani diperbarui 22 Jul 2017, 17:40 WIB

Fimela.com, Jakarta Dari: Yanti Lia

Aku dulu punya pacar walaupun kami pacaran hanya sekitar 2 bulan saja. Dia sebenarnya cinta pertama waktu aku dduk dikelas 11 SMK setelAh kami putus wktu itu akhirnya kmi balikan lagi. Tetapnya pada bulan november 2016, sebenarnya hubungan kami baik-baik saja orang tuaku sudah setuju tapi tidak dngan kedua orang tuanya. Mungkin karena maslah ekonomi. Semuanya baik-baik saja, hingga akhirnya aku mendengar kabar dari tetangga kalau dia melamar orang lain, kabar semakin jelas saat ibu bertanya kepadaku "apakah aku sdah putus dengannya?". Aku sangat terkejut kbr tsb tidak kudengar langsung dari mulutnya melainkan dari orang lain. Aku dan dia bertetangga, rumhnya dan rumahku tidak terlalu jauh. Kbar itu sontak menjadikanku sangat kesal marah dan kecewa. Hatiku semakin dibuatnya hancur kala dia tidak punya etika baik untuk menjelaskannya. Aku bertambah hancur setelh kabar itu pun disusul dngn surat udangan pernikahnya. Hampir sekitar 1 bulan setelah kbr tsb, aku sangat murung, aku tdk berkomunikasi dengan siapa pun. Itu sedikit kisahku. Sekarang aku sudah merasa baik walaupun jika mengingat hal tersebut aku masih menangis.
Yg ingin ku tanyakan bagaimana cara aku bisa melupakan dia dan membuka hati ku untuk pria lain karena jadian itu. Aku jadi membenci pria bahkan aku menghindari untuk hanya berteman dengan laki-laki

***
Dear Yanti,

hari-hari yang kamu lalui setelah kejadian itu pasti sangat berat. Syukur kamu sudah bisa merasa lebih baik sekarang, semoga semakin baik setiap harinya sampai kamu pulih dan siap membuka hatimu lagi, ya. :)

Apa yang terjadi pada kamu itu mungkin adalah apa yang dibilang orang "nggak jodoh", kebetulan, Tuhan menunjukkan bahwa kamu tidak berjodoh dengannya dengan cara yang cukup menyakitkan seperti ini. Tapi di balik itu semua Dia pasti punya rencana baik untuk kamu. Kalau kamu sedih membayangkan kebaikannya sudah tidak bisa kamu rasakan lagi, bayangkan saja betapa bahagianya kamu karena kelak kamu akan dijodohkan dengan cowok yang lebih baik dari dia?

Untuk menerima itu semua, kamu harus bersiap. Kamu tidak bisa menerima kehadiran orang baru kalau hatimu masih dipenuhi oleh seseorang dari masa lalu. Jadi, hal pertama yang harus kamu lakukan saat ini adalah pelan-pelan melepaskannya, sampai akhirnya kamu bisa melepaskan dia seutuhnya.

Cukupkan dirimu dengan keadaan ini, tidak perlu menanti penjelasan dari dia lagi. Toh, sudah jelas ada kabar, bahkan ada undangan. Lebih baik segera mulai hidup barumu lagi tanpa dia. Jangan terlalu memikirkan bagaimana cara melupakannya, sebab semakin dipikirkan justru kamu akan semakin ingat.

Nanti, kalau kamu sudah sembuh dari patah hati juga kamu akan dengan senang hati menyambut teman-teman cowokmu lagi, kok. Bahkan, kamu akan siap untuk punya pacar baru. Semangat, ya!