Ikuti Jejak Ayah, Gibran Marten Main Film Bareng Roy Marten

Syaiful Bahri diperbarui 26 Jul 2017, 12:42 WIB

Fimela.com, Jakarta Putra aktor Roy Marten, Gibran Marten mengikuti jejak sang ayah di dunia akting. Kini lewat film terbarunya, Gibran terlibat dalam film laga berjudul Ten: The Secret Mission.

Diakui Gibran, nama Roy Marten di jagad hiburan sangat membantunya merintis karir aktingnya. Berkarir di dunia akting dengan menggunakan nama sang ayah tak membuatnya terbebani.

"Pernah, ya pasti ada juga tawaran karena nama Roy Marten. Main di film Ten ini pun karena papa yang minta ke sutradara. Kata papa, 'anak gua bisa beladiri tuh, cobain dong,'. Ya mungkin juga ada faktor nama papa di situ," kata Gibran saat press screening film Ten: The Secret Mission di XXI Eoicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (24/7/2017).

Di film Ten: The Secret Mission, Gibran Marten dipercaya menjadi Kapten Dalton. Ia membantu peran Karenina sebagai Cathy yang mengajarkan kedisiplinan kepada 10 wanita seksi ahli beladiri.

 

Dari berbagai adegan, baik scene berkelahi hingga yang drama, kata Gibran memang yang paling menantang justru saat dirinya satu scene dengan sang ayah.

Ten: Secret Mission

Ten: The Secret Mission merupakan film garapan sutradara sekaligus penulis cerita dari Helfi Kardit di bawah rumah produksi Starvision. 10 cast alumni Miss Popular 2015 yang terlibat yakni Ayunia Elfahrez, Shela Nadine, Gege Fransiska, Yenny Arianti, Rhere Valentina, Lavenia Oviola, Ismi Melinda, Putri Riri, Echa Frauen, dan Putri Zairah.

"Saya terinspirasi dari tragedi penyanderaan beberapa warga asing oleh kelompok Militan Abu Syayaf. Dikembangkan ke cerita dan ada beberapa referensi film yang visinya juga sama yakni Girl Power. Sebut saja film seperti B-Movie, The Expendables versi perempuan dan beberapa film Hongkong dan Taiwan era tahun 80-an," kata Helfi Kardit sebagai sutradara film Ten: The Secret Mission di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (24/7/2017).

 

Diceritakan dalam film tersebut, 10 wanita memiliki beladiri yang mumpuni direkrut sebuah Agen Inteleigen Rahasia milik pemerintah bernama SIS guna melakukan penyelamatan sandera yang dilakukan warga negara Amerika di sebuah pulau.

"Di salah satu adegan, itu padahal enggak ada di dialog cuma pressure saja. Sama papa tuh agak beda aja, dia kan perfeksionis. Diajarin ini itu, jadi ya agak deg-degan," jelas Gibran Marten.

 

Satu nasehat yang diberikan Roy Marten kepada Gibran dalam berakting yang selalu diingatnya adalah harus all out dalam berperan.

"Kalau papa Roy Marten selalu bilang satu hal, 'lu harus all out', lakukan yang terbaik kalau bisa jangan kekurangan. Kalau kurang datar, tapi kalau lebih bisa dikurangi sutradara," tandas Gibran Marten.