Eksklusif Nessie Judge, Teriakkan Kata Hati Lewat Video

Floria Zulvi diperbarui 11 Agu 2017, 09:28 WIB

Fimela.com, Jakarta Nessie Judge. Nama ini pasti udah nggak asing untuk generasi millennials yang senang bermain sosial media. Eksis berkat videonya yang lucu dan informatif, ternyata Nessie miliki misi yang kuat di balik karya yang ia buat.

***

Cewek berambut ikal ini mulai membuat videonya sekitar 3 tahun yang lalu. Lucunya, Nessie sendiri tidak miliki niat untuk menjadi terkenal di dunia digital. Ia mengaku bahwa keinginannya mengupload video jalan-jalannya di Eropa hanya untuk mengabadikan memori.

Seiring berjalannya waktu, Nessie mulai menyuarakan isi hatinya lewat video yang ia unggah. Di awal perjalanan, ia aktif membicarakan sexual consent serta mengkampanyekan anti-bullying. Lantas, apa yang membuat Nessie Judge berani mengunggah isu sensitif tersebut?

Menjadi seseorang yang disorot oleh publik bukanlah sebuah hal yang mudah. Nessie sendiri pun paham mengenai hal itu. Sehingga memiliki haters atas karya yang ia unggah tak lagi mengganggunya. Malah ia semakin aktif menyuarakan pesan yang menurut hatinya benar.

"Aku selalu menyuarakan hal yang aku percaya dan aku orang-orang pun bisa menyuarakan apa yang mereka pikirkan dan mereka percaya. Jadi, selama aku nggak melanggar hukum, selama aku nggak menyakiti siapapun, aku cuma mau mengatakan hal yang ingin aku katakan," ujarnya ketika berkunjung ke Bintang.com pada 11 Juli 2017 lalu.

Nessie Judge masih akan terus menyuarakan kata hatinya lewat video. Lewat dukungan keluarga, Nessie pun mengerti bahwa akan selalu ada pesan yang harus ia sampaikan. Pada Bintang.com, cewek blasteran Indonesia, Pakistan, Belanda, dan China ini pun menceritakan awal mula perjalanan di Youtube dan konsistensinya dalam menyerukan kata hati. Berikut petikan wawancaranya. 

2 dari 3 halaman

Kisah Awal Nessie Judge Membuat Video

Video bukan hanya alat untuk mengabadikan kenangan. Bagi Nessie Judge, video pun bisa menjadi wadah untuk meneriakkan isi hati. (Fotografer: Daniel Kampua, Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri, MUA : @rezyandriati)

Menjadi terkenal bukanlah alasan Nessie Judge membuat video dan mengunggahnya ke Youtube. Namun, siapa sangka bahwa banyak orang yang tertarik pada kenangan yang ia ambil ketika melakukan internship ke Eropa. Dari situlah perjalanan Nessie Judge sebagai content creator dimulai.

Apa yang mendorong Nessie bikin video?

Kalau di Youtube, sebenarnya itu karena aku dulu ada internship ke Eropa. Kalau video yang pertama banget, itu random kan. Tapi sebenarnya motif awalnya untuk internship.

Kenapa bisa sampai se-niat itu?

Karena aku nggak ingin sampai lupa. Aku tuh orangnya pelupa banget. Nah itu kenapa aku mulai vlogging. Jadi nanti sampai lima tahun, sepuluh tahun dari aku kayak 'oh aku pernah ke sini!'.

Lalu bisa sampai diupload?

Iya, aku tuh kayak mau nunjukkin ke keluarga apa yang aku lakuin di sana dan make sure mereka tahu kegiatan aku. Ternyata yang nonton bukan cuma mamaku, ternyata banyak orang Indonesia yang tertarik dengan apa yang aku lakuin. Terus ada juga yang komen, 'tolong dong upload lagi', terus kebawa deh sampai sekarang.

Pertanyaan banyak orang, kenapa sih video Nessie pakai bahasa Inggris?

Sebenarnya Inggris tuh kayak, personally, aku suka pakai bahasa Inggris. Lebih nyaman pakai bahasa Inggris. Karena memang aku dari SMP sampai SMA itu pakai bahasa Inggris. Aku di sekolah pakai bahasa Inggris, belajar pakai bahasa Inggris. Jadi yang aku pelajari kebanyakan pakai bahasa itu, jadi aku lebih nyaman aja.

Takut nggak sih dibilang nggak cinta bahasa Indonesia?

Tapi, aku bukannya nggak peduli loh sama bahasa Indonesia. Aku lancar ngomong pakai bahasa Indonesia.

Dalam bikin video, ada nggak sih Youtuber favorite kamu?

Mungkin agak beda dari orang-orang sih, aku nggak punya seseorang yang aku contoh gitu. Tapi aku suka, Ryan Higa. Aku suka kayak dia itu videonya pakai otak gitu. Dan aku memang suka yang seperti itu.

Kalau ngeliat dari semua video, ada salam pembuka khas Nessie yang seperti meluk virtual, dapet ide itu dari mana sih?

Oh you get it! Akhirnya! Selama ini tuh kayak nggak ada yang sadar gitu. Itu maksudnya kayak  aku nggak ngeliat terus tiba-tiba kayak "hai, aku kembali lagi" dan meluk. Aku juga nggak tahu ide dari mana, udah lupa hahaha stuck aja di otak.

Sempat ngereact videoklip kontroversialnya Awkarin, dari fans awkarin gimana?

Hahaha itu sebenernya orang yang minta aku. Aku nggak pernah ada ide sendiri untuk nge-react. Pasti itu karena ada yang minta aku, dan aku melakukan itu. Aku pun juga nge-react sesuai dengan pengetahuan aku. Mungkin aku bukan pendengar hip hop, aku misalnya mikir genre itu nggak enak, ya aku nge-react sebagai pihak yang nggak merasa terhibur karena memang nggak suka genrenya. Jadi aku nggak terlalu peduli sih.

3 dari 3 halaman

Dilema Nessie Judge, Antara Isi Hati dan Selera Masyarakat

Video bukan hanya alat untuk mengabadikan kenangan. Bagi Nessie Judge, video pun bisa menjadi wadah untuk meneriakkan isi hati. (Fotografer: Daniel Kampua, Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri, MUA : @rezyandriati, Earrings : @_sits)

Nessie Judge seringkali menyisipkan pesan penuh makna dalam video yang diunggah. Sayang, ternyata ia butuh kerja lebih keras agar pesannya lebih banyak lagi didengar oleh masyarakat. Beragam konsep pun ia coba hingga meraih ratusan ribu subscribers seperti sekarang.

Dari awal perjalanan, Nessie ganti konsep video. Mulai dari video yang lucu tapi meaningful dan sekarang yang fakta-fakta. Lebih nyaman bikin yang mana?

Aku sebenarnya suka yang niat dan meaningful, tapi banyak orang yang nggak ngerti karena pakai bahasa Inggris. Aku lebih suka bikin video yang membahas tentang sexual consent, LGBT atau bullying. Aku merasa itu informatif. Tapi, video itu aku buat ketika viewers aku nggak banyak. Video semacam itu juga nggak naikin karena video itu topiknya berat dan pada akhirnya orang juga udah nggak mau nonton video dengan topik berat lagi karena capek seharian.

Terus kenapa mengganti konsep?

Jadi, dengan aku ngelakuin yang sekarang ini, videonya lebih gampang, lebih cepat pembuatannya, banyak video yang bisa aku produksi, subscribers juga naiknya lebih banyak, kalau aku membuat satu video yang meaningful lagi, akan lebih banyak lagi orang yang lebih bisa nonton. Dan itu sebenarnya tujuan aku.

Kenapa sampai berani bikin video yang support LGBT dan anti-bullying? Mengingat itu isu sensitif di Indonesia.

Aku pikir, harus ada seseorang yang memulainya. Aku mungkin mungkin nunggu seseorang sepuluh atau dua puluh tahun buat menemukan orang yang bersuara, atau aku bisa jadi orang yang mulai.

Takut banyak hatersnya nggak?

Hmm.. lama-lama kebal sih. Kemarin pas kasus Ahok itu banyak banget yang nggak setuju sama aku. Tapi aku selalu menyuarakan hal yang aku percaya dan aku orang-orang pun bisa menyuarakan apa yang mereka pikirkan dan mereka percaya. Jadi, selama aku nggak melanggar hukum, selama aku nggak menyakiti siapapun, aku cuma mau mengatakan hal yang ingin aku katakan.

Bentuk dukungan keluarga gimana tentang topik nyeleneh?

Mereka dukung sih. Papa sama mamaku kalau di rumah itu nggak marahin. Kita lebih kayak diskusi gitu. Jadi kalau merasa sesuatu itu salah, aku boleh bilang dan mereka nggak apa-apa. Jadi kayaknya itu deh yang bikin aku terlalu berani.

Tiga kata yang menggambarkan Nessie Judge?

Hmm.. apa ya? Pelupa, smart, creative.

Jujur pada diri sendiri dengan tetap teguh meneriakkan isi hati bukanlah sebuah hal yang mudah. Kendati demikian, Nessie Judge tetap konsisten dalam berkarya dan memberikan pesan. Bahagia dan sukses selalu dalam cita, Nessie!