Tio Pakusadewo Pernah Terjerat Narkoba Saat Film Indonesia Lesu

Henry Hens diperbarui 22 Des 2017, 16:45 WIB

Fimela.com, Jakarta Kabar kurang mengenakkan kembali datang dari dunia hiburan Indonesia yang kali ini menimpa aktor senior Tio Pakusadewo. Sebagaimana diketahui, aktor kelahiran Jakarta, 54 tahun itu ditangkap satuan Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya.

Kabar itu dikonfirmasi oleh Polda Metro Jaya hari ini, Jumat (22/12/2017). Berita penangkapan Tio ini bisa dikatakan miris, lantaran beberapa bulan lalu, ayah tiga anak ini baru saja bercerita tentang dirinya yang lepas dari narkoba yang menjerat selama tak kurang dari 15 tahun.

Tentunya kejadian ini sangat disesalkan karena Tio termasuk aktor yang punya kemampuan mumpuni dan laris mendapat tawaran bermain film. Night Bus jadi film terakhir Tio Pakusadewo yang tayang di bioskop.  Lalu pada 28 Desember nanti, film animasi Juki The Movie akan dirilis dan Tio termasuk dalam deretan pengisi suara.

Pemilik nama lengkap Kanjeng Raden Tumenggung Irwan Susetyo Pakusadewo ini menjadi salah satu pemain film paling disegani. Tio juga juga bisa menjadi prasasti hidup, setiap film yang dibintanginya menjanjikan kualitas. Bukan cuma penonton yang beranggapan begitu, sesama pemain film juga merasakan hal yang sama.

Tentu tak mudah bagi Tio untuk mencapai hal tersebut. Sepanjang karirnya, pria kelahiran 2 September 1963 ini tak pernah punya pikiran sedikitpun untuk meninggalkan film.

Pria yang mengawali karir di akhir 80-an inii pernah meraih Piala Citra sebagai Aktor Utama Terbaik di FFI 1991 berkat akting menawannya dalam film Lagu Untuk Seruni (1991). 

 

2 dari 2 halaman

Karier Cemerlang Tio Pakusadewo

Namun bersamaan dengan tenggelamnya film Indonesia pada pertengahan 90-an dan awa,l 2000-an, Tio menghilang. Saat diwawacara Bintang.com pada 2006 lalu, ia mengaku sempat terjebak dalam masalah pribadi dan narkoba.

Tio kembali berkarier di dunia perfilman dengan berperan pada film Virgin (2004). Kemudian banyak judul film yang kembali ia bintangi seperti Berbagi Suami (2006), Quickie Express (2007), Lastri (2008), Pintu Terlarang (2009).

Pada 2009 ia kembali meraih Piala Citra kategori Aktor Terbaik di FFI 2009 lewat film Identitas yang disutradarai Aria Kusumadewa. Bersama Ray Sahetapy, Tio termasuk salah satu dari sedikit aktor senior yang laris bermain film. Itu jadi suatu bukti kalau ia mampu beradaptasi dan bertahan dengan perkembangan zaman serta persaingan yang semakin ketat.

Sayangnya kecemerlangan itu kembali ternoda dengan kasus narkoba. Para penggemar tentunya mengharapkan yang terbaik bagi Tio Pakusadewo, dan berharap masih akan melihat kiprah Tio selanjutnya di dunia akting.