Tembakau nggak selamanya bikin kacau

Fimela Editor diperbarui 23 Feb 2011, 13:00 WIB

Kamu pastinya juga sudah tahu bahwa rokok mengandung berbagai macam zat yang berbahaya untuk kesehatan. Bagi kaum perempuan, tingginya intensitas merokok dapat menjadi penyebab utama timbulnya kerutan di wajah, jerawat, dan yang terburuk adalah penyebab infertilitas. Sekali meghisap rokok, ribuan zat berbahaya akan masuk ke dalam otakmu.

Namun, tahukah kamu bahwa nggak selamanya tembakau menjadi pengacau kesehatan? Zat-zat tertentu dan anatomi yang terdapat di dalam tembakau yang apabila digunakan dengan tepat, dapat menjadi obat pada penyakit berbahaya dan dapat meningkatkan sistem imun tubuh.

HIV/ AIDS merupakan salah satu penyakit yang paling ditakuti karena hingga saat ini belum ditemukan obat untuk menyembuhkannya. Namun ternyata, tembakau yang sering disebut-sebut sebagai sumber penyakit justru dapat digunakan untuk mengobati penyakit AIDS. Virus yang terdapat pada daun tembakau dapat menghasilkan protein yang bisa digunakan untuk mengobati HIV, yakni griffithsin. Menurut para ilmuwan, satu-satunya sumber griffithsin alami adalah alga merah. Namun, tanaman ini hanya berproduksi dalam jumlah yang sangat sedikit. Maka dari itu para ilmuwan mencari cara untuk memproduksi protein ini dalam jumlah besar. Percampuran alga merah dan virus mosaik tembakau pun bisa menghasilkan griffithsin murni yang dijadikan obat untuk HIV/ AIDS.


Selain HIV/ AIDS, tembakau juga bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan obat bagi penderita diabetes. Lagi-lagi dengan memodifikasi DNA pada tumbuhan tembakau, para ilmuwan Eropa dapat menghasilkan cytokine, antiradang yang paling ampuh. Dan hasilnya, obat ini dapat digunakan oleh semua penderita diabetes tipe 1 di segala usia.


Selain sebagai penyebab utama penyakit kanker, tembakau bisa dimodifikasi untuk menghasilkan obat antikanker. Protein yang dihasilkan tembakau dapat menjadi obat antikanker yang dapat digunakan untuk mencegah kanker mulut rahim yang saat ini menjadi sumber kematian terbesar perempuan.

Berdasarkan jurnal penelitian dari St. George Universitas London, tembakau dapat melindungi air dari microcystin-LR (MC-LR), polutan yang membuat air tidak dapat digunakan, sehingga air tetap aman untuk dikonsumsi. Ini sangat bermanfaat di negara-negara berkembang seperti Indonesia.

See! Ternyata tembakau yang selama ini erat dengan kesan negatif ternyata nggak selamanya hanya berperan sebagai pengacau, tetapi jika digunakan dengan semestinya justru jadi sangat bermanfaat bagi kesehatan kita.

 

 

 

(berbagai sumber)

What's On Fimela